Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alasan Minta Makanan Kepada Tuhan Hanya Secukupnya Ternyata Ini [Matius 6:11]

Kebutuhan manusia menurut intensitasnya terbagi menjadi 3 macam, yaitu: 1]. Kebutuhan primer, 2]. Sekunder, dan 3]. Tersier. Contoh kebutuhan primer adalah makanan, minuman, pakaian, dan rumah tinggal.

Sedangkan kebutuhan sekunder misalnya hiburan, rekreasi, pendidikan, kendaraan, dan layanan kesehatan. Sementara kebutuhan tersier misalnya mobil, perhiasan, handphone, tas, serta barang-barang lainnya yang berkaitan dengan hobby.

a. Faktanya Yesus sendiri butuh makanan

Kaitannya dengan nas hari ini, ternyata makanan mendapat perhatian serius. Mengapa?. Apakah karena tergolong kategori kebutuhan primer semata, atau karena ada alasan lain?. 

Memang kalau kita renungkan, siapa sih yang tidak membutuhkan makanan?. Bukan hanya manusia, bahkan semua makhluk hidup memerlukannya bukan?. Sebab tanpa makanan, kita tidak punya nutrisi dalam tubuh. Akhirnya tidak punya energi untuk melakukan aktivitas. Tidak hanya itu, organ-organ tubuh kita juga jadi rentan terhadap penyakit. 

Sisi lain daripada itu, Alkitab mencatat bahwa Yesus bisa bertahan tanpa makanan dan minuman di padang gurun selama 40 hari 40 malam. Tapi setelah itu, Ia merasa lapar (Mat. 4:2). Jadi, bukan hanya manusia dan mahluk hidup, Tuhan Yesus pun butuh makanan. 

Pertanyaannya, mengapa Tuhan Yesus masih mengajarkan kita untuk meminta makanan kepada Tuhan?. Toh tanpa diajari pun, kita pasti mengerti bahwa kita harus mendapatkan makanan bukan?. 

b. Makna yang tersirat dibalik permintaan makanan

Sebenarnya, ada hal lain yang diajarkan oleh Tuhan Yesus kepada para muridNya saat Ia mengatakan, "Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya." Apakah itu? Jawabannya adalah pada frasa "yang secukupnya." 

Arti secukupnya disini, jangan sampai merugikan diri kita sendiri atau orang lain hanya karena ingin makanan. Dengan kata lain, jangan sampai menghalalkan segala cara untuk memperoleh sesuatu yang sifatnya sementara. Alias hanya memuaskan daging/tubuh jasmani saja.

Sekarang mari introspeksi, apakah hal tersebut dapat terealisasi. Contoh ketika kita menhadiri sebuah pesta. Tak jarang kita melakukan aksi "balas dendam" untuk memperbaiki gizi dengan cara makan makanan porsi besar. Tidak jarang pula, karena sifat egois kita menyimpan makanan tersebut untuk dibawa pulang. Apakah tindakan tersebut bukan telah melanggar ayat renungan hari ini?. 

Sesungguhnya kita sendiri yang tahu seberapa banyak makanan yang kita perlukan setiap hari. Maka dari itu, keliru jika kita meminta makanan kepada Tuhan, dan setelah Tuhan memberikannya kita malah menyia-nyiakan dan membuat makanan-makanan itu tidak tepat guna.

c. Pesan rohani dan tata cara 

Pembaca Gembala Umat yang dikasihi Tuhan, pesan rohani hari ini adalah:

  1. Agar kita hidup sederhana, serta peduli dengan sesama. Khususnya saudara-saudar seiman. Dalam hal ini berarti siap untuk berbagi makanan/munuman.
  2. Menggunakan berkat dari Tuhan untuk kemuliaanNya. Bukan untuk kepuasan pribadi atau kelompok.
  3. Melatih diri untuk mengonsumsi segala sesuatu secukupnya. Bahkan melakukan puasa makan dan munim sebagaimana telah Yesus lakukan dahulu.
  4. Meminta sesuatu kepada Tuhan setiap hari. Bukan satu hari meninta untuk keperluan jangka panjang.

Penting diketahui ayat hari ini sebenarnya bagian dari Doa Bapa Kami. Yakni sebuah doa yang khusus diajarkan oleh Tuhan Yesus kepada orang Kristen. Hal itu berarti dalam hal meminta kita harus berdoa seperti doa yang dajarkan tersebut.   

Lampiran nas renungan

Matius 6 ayat 11: "Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya"

Posting Komentar untuk "Alasan Minta Makanan Kepada Tuhan Hanya Secukupnya Ternyata Ini [Matius 6:11]"