Peringatan Tentang Informasi Dan Ajaran Yang Tidak Sehat [Titus 2:1]
Saat dunia teknologi digital semakin canggih, yang menjadi sorotan pertama adalah kecepatan informasi. Bagaimana tidak, ketika sebuah berita diunggah melalui media sosial. Misalnya Youtube ata Facebook, maka per sekian detik jutaan orang akan menerima/membaca.
Pertanyaan, apakah semua berita yang diunggah tersebut benar dan bermanfaat bagi orang banyak?. Jawabnya tidak!. Sebab sering disalahgunakan untuk modus mencari keuntungan sendiri, akhirnya menimbulkan korban.
Oleh sebab itu setiap orang percaya diharap cerdas, saat menerima informasi dari media digital. Dengan cara menguji kebenarannya lebih dahulu, sebelum menerima. Supaya tidak menjadi korban.
Sadar atau tidak, selain sebagai penerima informasi umat Kristen saat ini juga berperan sebagai pemberita. Sebagai pemberita hendaknya mengutamakan kebenaran supaya tidak membuat pihak lain terperdaya, melainkan terberkati.
a. Upaya Paulus meng-counter ajaran sesat
Kalau kita membaca surat Titus secara keseluruhan, penekanan utamanya adalah terletak pada komunitas orang Kristen yang berintegritas. Dalam skala mikro, yaitu ditengah-tengah keluarga. Dan dalam skala makro, yaitu di tengah-tengah masyarakat.
Kaitannya dengan pembawa berita, dalam nas hari ini secara khusus ditujukan kepada Titus. Diharapkan mempersiapkan diri lebih dahulu, supaya pengajaran yang disampikan mengandung kebenaran, dan berguna bagi umat yang ada di Kreta.
Rasul Paulus sudah mengajarkan kepada Titus tentang Yesus, sebagai Mesias dan Juruselamat. Hendaknya tetap diberitakan kepada umat yang ada di Kreta. Walaupun pada yang sama ada ajaran yang menyesatkan, yang mengganggu integritas iman umat disana.
Atas dasar itu pula melalui suratnya, rasul Paulus meneguhkan Titus. Untuk tidak terpengaruh dengan penyesat, tetapi tetap menjadi pemberita kebenaran. Sehingga ada keseimbangan informasi yang diterima oleh jemaat.
Dengan kata lain supaya ajaran sesat (berita hoaks) tidak menguasai. Yang mengakibatkan iman mereka semakin tergerus. Tetapi melalui ajaran yang secara terus menerus disampaikan Titus, diharapkan jemaat mampu melihat dan menimbang, tentang hal yang benar atau yang seharusnya mereka terima.
b. Pentingnya kehadiran pembawa berita yang berintegritas
Pada saat ini juga, banyak hal yang membuat kita ragu dalam memberitakan kebenaran. Khususnya saat kita berhadapan dengan pihak yang mencoba memberitakan hal yang berbeda. Yang bertetangan dengan kebenaran.
Menghadapi situasi demikian yang diperlukan adalah integritas. Sebab dengan integritas kita mampu mengukur kemampuan apakah hanya bertahan, menyerah, atau bisa menjadi pemenang sebagai pemberita.
Sebagai umat Kristen yang telah menerima Injil, harapannya memang jadi pemenang. Akan tetapi kita harus realistis juga, sama seperti yang dihadapi oleh Titus kala itu. Bisa bertahan sebagai pemberita Injil pun sudah pantas disyukuri.
Dengan demikian walau tidak semakin banyak orang yang terberkati akibat ajaran, kesaksian, informasi yang kita sampaikan. Kita pun tidak akan kehilangan orang-orang yang sudah percaya. Akibat terpengaruh atau menjadi korban ajaran yang menyesatkan.
Singkatnya, jadilah influencer yang membawa pengaruh yang baik bagi dunia. Bukan destroyer yang membuat dunia semakin amburadul. Akibat informasi dan ajaran-ajaran yang menyesatkan. Amin.
- Lampiran nas renungan
Titus 2 ayat 1: “Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat:”

Posting Komentar untuk "Peringatan Tentang Informasi Dan Ajaran Yang Tidak Sehat [Titus 2:1]"