Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Begini Pengetahuan Tentang Kebenaran Dan Keadilan Tuhan [Habakuk 2:14]

Kebenaran Dan Keadilan Dari Tuhan

Setiap orang beriman pasti selalu merindukan kebenaran dan keadilan dalam hidupnya. Keadilan yang dimaksud tentu bukan hanya menyangkut dirinya sendiri, melainkan justru lebih sering mengutamakan masyarakat  sekelilingnya. 

Faktanya, untuk menegakkan keadilan tidaklah mudah. Karena ada saja kelompok, atau golongan yang tidak setuju dengan berbagai macam alasan. Akhirnya mengakibatkan perpecahan dan disintegrasi sosial.

Pada situasi seperti ini, bagimana sikap orang percaya?. Apakah tetap teguh dengan pendiriannya untuk mengedepakan kebenaran dan keadilan, atau jangan-jangan terpengaruh pada kelompok yang menolak?.

a. Teriakan nabi Habakuk tentang kebenaran dan keadilan

Nabi Habakuk berseru kepada Tuhan agar segera bertindak, untuk mengubah suasana yang kacau menjadi suasana yang penuh damai. Apakah Tuhan mendengar seruannya?.

Iya. Allah sesungguhnya sudah bertindak dan memberi menghukuman kepada mereka, yang melakukan perbuatan yang tidak benar dan tidak adil. 

Namun faktanya tidak jauh dari semula. Keadaan bangsa Israel saat itu tetap kacau balau oleh perilaku sebagian kecil orang. 

Oleh sebab itu doa nabi Habakuk adalah bagaimana agar kebenaran dan keadilan itu benar-benar nyata merubah perilaku dan keadaan. Supaya tidak ada kutuk yang menghampiri umat Tuhan.

b. Nubuat tegaknya kebenaran dan keadilan

Salah satu pikiran yang mengacaukan hati manusia adalah seolah-olah dia mampu membentuk, atau membangun kota dengan kekuatannya sendiri. Atau melakukan sesuatu yang besar untuk dirinya atau komunitasnya, tetapi dengan cara mengabaikan kuasa dan kemuliaan Tuhan. 

Untuk itu, nabi Habakuk memperjelas bahwa saatnya nanti semua bumi ini akan penuh dengan pengetahuan akan kemuliaan Tuhan. Disebutkan dalam ayat hari ini seperti air yang menutup dasar laut.  

Artinya, pada waktunya nanti tidak akan ada yang merasa dirinya lebih hebat melebihi Tuhan. Karena pada saat itu mereka akan menyadari, dan mengakui bahwa Tuhanlah yang berkuasa atas segalanya. Sedangkan apa yang ada padanya tidak berarti dan tidak berharga.

c. Kebenaran dan keadilan Tuhan era digitalisasi

Sesungguhnya kecenderungan bersikap mengandalkan kemampuan diri, adalah upaya secara tidak sengaja untuk menyingkirkan kuasa dan kemuliaan Tuhan dalam diri kita.

Hal itu sebenarnya telah terjadi secara masif sekarang. Khususnya dengan kehadiran AI. Kecerdasan buatan manusia ini, membuat manusia bisa dengan mudah mengetahui dan melakukan segala hal. 

Padahal akurasi dan kebenaran yang disajikan belum tentu baku, atau teruji. Akibatnya keadilan tidak tercapai dengan baik. Bahkan tak jarang bersifat semua, atau pura-pura. Alias sandiwara.

Tuhan mengingatkan melalui nabi Habakuk, supaya hanya dengan kemuliaan Tuhan saja kita dapat memahami segala sesuatu. Bukan dengan teknologi modern, dan kecerdasan buatan. Mengapa harus demikian?. 

Supaya kita tidak berlaku sombong dan memegahkan diri atas apa yang kita pahami dan ketahui. Sementara sisi lain, Tuhan yang berkuasa penuh dengan kebenaran dan keadilan kita lalaikan dalam hidup kita. 

- Lampiran nas renungan

Habakuk 2 ayat 14: "Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan Tuhan, seperti air yang menutupi dasar laut." Amin. 

Posting Komentar untuk "Begini Pengetahuan Tentang Kebenaran Dan Keadilan Tuhan [Habakuk 2:14]"