Doa Yang Dikehendaki Oleh Tuhan Agar Dikabulkan [Matius 21:22]
Doa dalam Kekristenan adalah sebuah metode komunikasi unik yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang kepada Allah, dengan perantaraan nama Yesus Kristus, dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus.
a. Esensi doa dan syarat-syarat
Pentingnya doa dalam Kristen ditunjukan oleh Yesus, ketika Ia sendiri memberi contoh, tentang bagaimana doa (isi dan cara) yang benar kepada murid-muridNya. Sebagaimana tertulis dalam Matius pasal 6.
Pada pasal tersebut, Yesus mengajarkan agar berdoa jangan seperti orang munafik. Melainkan, pada saat berdoa masuklah ke dalam kamar, menutup pintu dan berdoalah kepada Bapa, yang ada di tempat tersembunyi. Artinya tidak boleh pamer pada orang banyak.
Ia juga mengajarkan, agar isi doa jangan bertele-tele. Karena sesungguhnya, Bapa di sorga telah mengetahui apa yang kita perlukan. Walaupun belum disampaikan. Jadi, harus padat, berisi dan kontekstual.
Dengan demikian maka akan seperti nas hari ini, “… kamu akan menerimanya.” Mudah bukan?. Tunggu dulu!. Perhatikan makna dibalik kalimat akan menerima.
Kalimat "akan menerima" dalam nas ini mengandung makna sebuah akibat. Artinya akan terjadi kalau didahului oleh sebab. Apa sebabnya?. Penyebabanya ada 2, yaitu:
- Percaya pada hal-hal yang diminta telah sesuai dengan kehendak Allah, dan
- Percaya Allah akan mengabulkan.
Kaitannya dengan menerima, ditekankan Yesus juga dalam ayat 21. Ia mengatakan, “… Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang…”. Disini perhatikan ada satu tambahan syarat, yaitu kata bimbang.
Pemakaian kata bimbang disini berarti meneguhkan hati dan pikiran pada doa yang kita sampikan. Termasuk perihal permintaan yang kita sampikan kepada Tuhan, supaya tidak asal disampaikan begitu saja. "Bila dikabulkan syukur, bila tidak iya gak apa-apa!".
b. Doa yang baik dimulai dari kebiasaan mendengar firman Tuhan
Erat kaitannya dengan doa yang dikehendaki oleh Allah, supaya dikabulkan. Rasul Paulus menulis dalam Roma 10:17, “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”
Maksudnya kita harus melibatkan diri dalam aksi mendengar firman Tuhan, supaya iman kita semakin timbul/betumbuh. Dengan demikian, semakin lama kita akan dipengaruhi oleh iman yang kita miliki tersebut, untuk menyampikan apa yang kita butuhkan kepada Tuhan.
Sebaliknya, bila kita tidak membiasakan diri mendengar firman Tuhan. Mustahil kita bisa tahu apa yang menjadi kehendaki Tuhan, termasuk kehendakNya atas diri kita. Lalu bagimana mungkin kita bisa menyampaikan sebuah permintaan dengan benar?.
Jadi, saat kita menyampaikan sebuah permintaan kepada Tuhan dalam doa, dan berharap supaya Ia memberikan apa yang kita kita. Mulailah membiasakan diri mendengar firman Tuhan.
Bukankah saat mendengar firman Tuhan juga perlu melakukan sebuah doa, supaya pintu hati kita dibukakan menerima kehadiran Roh Kudus?. Lalu, mengapa kita fokus hanya pada hal-hal yang menjadi kebutuhan kita?.
Sesungguhnya doa yang dikehendaki Tuhan bukanlah hanya yang berisi permintaan, tetapi harus disertai dengan ungkapan syukur, pujian dan terimakasih. Atas apa yang telah kita terima sebelumnya dari Tuhan.
- Lampiran nas renungan
Matius 21 ayat 22: “Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.”

Posting Komentar untuk "Doa Yang Dikehendaki Oleh Tuhan Agar Dikabulkan [Matius 21:22]"