Membangun Jejaring Doa Bapa Kami Dan Refleksi Kontras Dari Doa
Saudara hafal Doa Bapa Kami berapa bahasa?. Hanya bahasa Indonesia saja, atau/dan bahasa Ibu?. Sudah berapa lama dan saat kapan Saudara berdoa Bapa Kami?. Lalu bagaimana cara Saudara mengimplementasikannya dalam kehidupan?.
Satu-satunya doa yang diajarkan Kristus Yesus untuk diteladani Kristen adalah Doa Bapa Kami. Dia lah yang membawakan doa ini pertama kali atas permintaan murid-murid (Matius 6:9-13).
Oleh sebab itu jangan heran kalau banyak pertanyaan muncul untuk direfleksikan secara mendalam terkait doa ini. Antara lain apa kelebihan Kita sehingga pantas menggunakan kalimat doa Yesus Kristus?. Apa hanya karena berstatus seorang Kristen?. Toh, awalnya Doa Bapa Kami ditujukan kepada murid-murid bukan?. Apakah Saudara salah satu murid Yesus?.
A. Jejaring Kerohanian Umat Kristen
Jejaring kerohanian maksudnya adalah suatu metode unik yang menghubungkan orang-orang Kristen tanpa batas waktu dan ruang, agar menjadi satu dalam Roh Kudus. Apa itu?, yaitu Doa. Lebih spesifik lagi adalah Doa Bapa Kami.
Sebelumnya Penulis perlu melakukan disclaimer. Dengan mengatakan Doa Bapa Kami secara spesifik, bukan berarti Penulis bermaksud mendistorsi esensi doa-doa yang lain.
Sebab Penulis juga yakin ada Kuasa dan hadirat Allah selalu hadir pada setiap doa yang disampaikan. Asalkan dengan sungguh-sungguh, dalam kesatuan dengan Roh Kudus, serta melalui perantaraan Yesus Kristus.
1. Analogi Hakikat Doa
Doa bisa diumpamakan sebuah jaringan iternet. Kita bisa terhubung dan berinteraksi dengan semua orang dari berbagai belahan dunia melalui internet karena sistem jaringan internet telah dibangunan sedemikian rupa.
Layanan jaringan internet radius terkecil misalnya antara si-A dan si-B, atau antara rumah C dan rumah D disebut LAN (Local Area Network). Lalu, jejaring dalam radius yang lebih luas yakni antara kota/provinsi yang satu dengan yang lain disebut MAN (Metopolitan Area Network). Terakhir, jejering terluas yakni antar negara/benua disebut WAN (Wide/Wold Area Network)
Bukankah hakikat doa juga mirip dengan sistem jejaring internet tersebut?. LAN dapat dianalogikan dengan doa pribadi. MAN adalah doa pada radius lintas daerah/kota. Sedangkan WAN adalah doa pada radius antar negara. Pertanyaan, bagaimana metode doa dengan analogi MAN dan WAN?.
2. Kuasa Doa Bapa Kami lintas bahasa
Menjawab pertanyaan diatas adalah dengan menggunakan berbagai bahasa. Penulis yakin jikalau kita berdoa menggunakan bahasa daerah lain, misalnya bahasa Sunda. Maka Roh Kudus akan mempersatukan kita dengan saudara-saudara seiman yang berasal dari suku Sunda.
Demikian pula jikalau kita berdoa dengan menggunakan bahasa Arab. Maka Roh Kudus juga akan mempersatukan kita dengan saudara-saudara seiman yang berbahasa Arab. Sekalipun mereka telah berada dibenua yang berbeda.
Harus diakui memang pengetahuan kita tentang berbagai macam bahasa memang sangat terbatas. Namun tidak berarti tidak ada solusi. Seperti Penulis sebut sebelumnya untuk membangun jejaring kerohanian paling efektif adalah Doa Bapa Kami.
Doa Bapa Kami yang diterjemahkan dalam berbagai macam bahasa banyak tersedia di internet. Mulai bahasa daerah, bahasa internasional, bahkan bahasa yang sudah mulai pudar/hilang seperti bahasa Latin dan Aramaik masih tersedia. Pertanyaan, sekarang Saudara tergerak untuk menghafal Doa Bapa Kami berapa bahasa?.
Penulis sampai saat ini hafal Doa Bapa Kami 9 bahasa. Yakni bahasa Indonesia, Inggris, Aram, Latin, Batak Toba, Batak Simalungun, Jawa, Sunda dan Bali. Ke depan berusaha menambah bahasa Jerman, Mandarin dan Arab. Sehingga menjadi 12 bahasa.
Penulis berdoa Bapa Kami dalam bahasa Jawa ketika berada di wilayah pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur. Berdoa Bapa Kami dalam bahasa Sunda ketika berada di Jawa Barat, dan Berdoa Bapa Kami dalam bahasa Inggris ketika ingin bersekutu dengan saudara-saudara seiman yang berbahasa Inggris.
Saudara ingin tahu bagaimana kuasa Doa Bapa Kami lintas bahasa?. Sungguh sebuah pengalaman rohani yang luar biasa. Silahkan Anda dalami dan selami sendiri!.
B. Doa Bapa Kami dan refleksi kontras
Agar pengalaman rohani menjadi nyata dan berdampak pada orang lain, terutama yang berada di lingkungan sekitar. Sebaiknya Doa Bapa Kami tidak hanya sebatas terucap dan aset intelektualitas. AKan tetapi harus teraktualisasi melalui tindakan dan perilaku yang mencitrakan Kristus.
Untuk mencapai hal tersebut, lebih dulu Saudara simak refleksi Doa Bapa Kami berikut. Penulis sengaja mengembangkannya secara kontras dari apa yang seharusnya dilakukan oleh orang beriman. Maaf terpaksa menggunakan gramatika yang agak keras:
1. Kamu berkata "Bapa".
Tapi kamu tidak berperlikau seperti seorang anak yang diharapakan oleh Sang Bapa (1 Yohanes 3:1). Jangan sampai bapa yang kau panggil itu bukan Allah Bapa yang sesungguhnya. Jikalau demikian, kembalilah anak yang hilang!.
2. Kamu berkata "kami".
Tapi hatimu, pikiranmu dan seluruh hidupmu selalu mementingkan diri sendiri. Padahal Bapa menghendaki agar tidak demikian (Filipi 2:3-4; 1 Korintus 10:24). Jadi, atas nama dan kuasa dari siapakah engkau berani berkata kami?. Jangan jadikan kami bagian dari rencana keserakahanmu!.
3. Kamu berkata "Yang ada di sorga".
Tetapi yang kamu upayakan capai selalu hal-hal yang ada di duniawi. Bukankah itu pertanda bahwa tujuan akhirmu memang dunia?. Hadirat Bapa memang di sorga tetapi RohNya telah dicurahkan ke dunia. Atas kehendakNya kah percapaianmu yang sekarang ini?.
4. Kamu berkata "dimuliakanlah namaMu".
Tapi kamu tidak menghormati Allah sebagaimana diajarkan Alkitab (1 Korintus 6:20). Melainkan mencari kemasyurahmu sendiri melalu segala apa yang ada padamu. Sesungguhnya Allah tidak butuh penyembahan pura-pura. Dia punya malaikat berlaksa-laksa untuk melakukan hal itu.
5. Kamu berkata "datanglah kerajaanMu".
Tetapi sisi lain engkau tetap membangun kerajaanmu sendiri di dunia. Bahkan tak jarang mengajak orang lain turut serta denganmu. Bukankah itu yang dinamakan standar ganda?. Sesungguhnya kerajaan Allah ada sejak engkau belum lahir, pun hingga akhirnya engkau kelak tiada.
6. Kamu berkata "Jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga".
Tapi yang engkau rencanakan dan laksanakan hanya keinginanmu sendiri. Bukankah engkau telah mengesampingkan Roh Kudus dan membuatNya berduka?. Sesungguhnya, kehendak Allah akan tetap terjadi tanpa persetujuan darimu.
7. Kami berkata "Berilah kami pada hari ini makanan kami secukupnya".
Tetapi engkau tidak peduli dengan orang lain yang berkekurangan dan lapar. Bahkan sering tak sadar pamer kemampuan atas mereka, untuk memperlihatkaan kemasyuran dan mengharapkan pujian. Sesungguhnya engkau tak butuh makanan dari Allah. Sebab makanan dari Allah tidak bakal membuat engkau lapar lagi. Apalagi sampai tidak peduli dengan orang lain.
8. Kau berkaat "Dan ampunilah kesalahan kami akan kesalahan kami".
Tapi engkau tidak mau introspeksi dari kesalah-kesalahan yang kau perbuat. Sungguh Allah telah mengabulkannya melalui salib Kristus. Tetapi tidak untuk dosa yang kau perbuat kemudian hari.
9. Kau berkata "Seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami".
Tapi tetap melakukan kesalahan secara berulang-ulang. Bahkan berharap agar orang lain lebih dulu minta maaf. Dengan alasan dia yang mulai/salah; saya lebih tua darinya dan lain sebagainya. Sesungguhnya yang engkau bangun bukan sebuah komitmen melainkan standar.
10. Engkau berata "Dan janganlah membawa kami pada pencobaan".
Tapi engkau sendiri yang tidak berniat untuk berhenti dari hidup berdosa. Engkau sendiri pula yang sering memposisikan diri agar dicobai. Sungguh Allah tidak pernah membawa Anda dalam pencobaan, melainkan hanya mengizinkannya. Pun kalau Anda dianggap layak/sanggup untuk melaluinya. Jangan baper!.
11. Engkau berkata "Tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat".
Tapi engkau tidak pernah menolak kejahatan. Justru selalu kompromi dengannya sampai tidak sadar telah menjadi bagian dari kehatan itu sendiri. Apa dasar Allah untuk melepaskanmu?. Buatlah komitmen agar turut memerangi kejahatan.
12. Aku berkata "Karena Engkaulah yang punya kerajaan, kekuasaan dan kemuliaan sampai selama-lamanya".
Tetapi engkau bertindak seolah-olah engkau adalah raja yang menguasai kemuliaan Allah. Mengambil keputusan dan bertindak diluar kehendak Allah. Sewenang-wenang kepada orang lain karena lebih kaya dan lebih terhormat darinya. Sungguh Allah tidak butuh pengakuan dari orang yang tidak menjadi anggota kerajaanNya.
13. Terakhir, kau berkata "Amin".
Tapi tidak mengucapkan Bapa Kami tidak sungguh-sungguh dari lubuk hati yang paling dalam. Bagiama mungkin Anda dapat mengimplementasikannya secara sungguh-sungguh dalam kehidupan sehari-hari?. Jangan sampai kata amin Anda terucap bersama dengan iblis. Karena iblis lah yang menghendaki agar hidup kotras dari Anak-anak Allah.
Sumber Refleksi: Chanel YT Pdt.Dr.Esra Alfred Soru,S.Th; "Simaklah Apa Yang Dikatakan Setan-setan"


Posting Komentar untuk "Membangun Jejaring Doa Bapa Kami Dan Refleksi Kontras Dari Doa"