Cara Tuhan Menyembuhkan Luka Batin Orang-orang Terbuang [Yeremia 30:17]
Seorang nabi memiliki tugas sebagai penyambung lidah Allah (Amos 3:1-8). Ia akan menyampaikan apa yang disampaikan Allah, dan tidak mengucapkan apa pun yang tidak diucapkan oleh Allah kepadanya.
Jadi, ketika Allah ingin berbuat sesuatu maka Ia akan menyatakan keputusan-keputusanNya kepada nabi. Dalam nas renungan hari ini ialah nabi Yeremia. Atau yang sering dijuluki nabi yang meratap.
Kedatangan seorang nabi saat itu ke tengah-tengah umat memiliki makna ganda, yaitu untuk:
- Menyampaikan berita sukacita dari Tuhan. Misal dalam bentuk janji yang baru, atau penggenapan atas janji yang sebelumnya.
- Menyampaikan penghukuman. Karena telah melanggar perintah atau hukum Tuhan.
A. Berita suka tentang pemulihan Israel
Khusus ayat hari ini, berita yang ingin disampaikan Allah adalah berita sukacita kepada bangsa Israel dan Yehuda, melalui nabi Yeremia. Yaitu tentang janji tentang pemulihan Israel.
Sebagaimana dikisahkan dalam ayat-ayat sebelumnya, kondisi bangsa itu memprihatinkan. Mereka sebelumnya melakukan banyak kesalahan dengan kategori dosa yang besar (ayat 14). Diibarakan seperti sebuah luka yang sangat parah, sehingga sangat sulit untuk disembuhkan (ayat 12). Sehingga hanya Allah sendirilah yang mampu untuk memulihkan.
Upaya yang dilakukan sekalipun mereka telah berdosa besar, Allah akan mengembalikan pandanganNya kepada bangsa Israel.
Ia memulihkan bangsaNya sendiri. Bahkan, bangsa lain yang ikut menambah penderitaan bangsa Israel juga dibuat menderita oleh Allah. Artinya, jika bangsa Israel mendapat hukuman dari Tuhan, maka Tuhanlah yang berhak menghukum mereka, bukan bangsa lain.
Lalu, bagaimana bentuk pemulihan yang dijanjikan Allah?. Dalam ayat harian ini dikatakan bahwa Ia mendatangkan kesembuhan. Caranya adalah dengan mengobati luka batin (spritual dan psikologis) bangsa Israel.
B. Bukankah luka batin itu ada sampai sekarang?
Bagi bangsa Israel luka batin itu telah sembuh. Namun saat ini bagi orang Kristen (Israel secara rohani) luka batin itu tidak dapat dipungkiri tetap ada. Mungkin tidak dalam jumlah yang banyak, akan tetapi kepada 1 atau 2 orang pasti ada.
Apa yang bisa kita renungkan dari ayat harian hari ini?. Pertama, tidak ada kesalahan sekecil apapun yang luput dari pandangan Tuhan. Ia akan memperhitungkan hal itu, dan tidak akan ragu-ragu menghukum kita oleh karena kesalahan/dosa itu.
Kedua, tidak ada yang dapat menghalangi Tuhan dalam memulihkan umatNya. Jika manusia dapat membohongi Tuhan dan dirinya sendiri, tapi Allah tidak dapat membohongi diriNya sendiri. Sebab Ia adalah Tuhan yang penuh kasih sayang dan panjang sabar. Ia senantiasa membuka pintu bagi umatNya yang telah menerima hukuman agar kemudian mendapatkan pemulihan.
Teknishnya bagaimana?. Sejak awal pemulihan harus ada keterbukaan. Allah telah menginisiasi untuk memulihkan kita, melalui janjiNya yang secara terbuka disampaikanNya lewat para hambaNya. Bahkan, AnakNya sendiri, yaitu Yesus Kristus secara terbuka dan terang-terangan. Maka kita wajib menyambut dengan tangan menengadah memohon pengampunan.
Inilah kekuatan sekaligus peringatan bagi kita, bahwa apapun yang kita lakukan dan kerjakan selama hidup kita, Allah memperhitungkannya. Dengan demikian Ia dapat menunjukkan keadilan dan rasa sayangNya kepada kita. Kita bukanlah orang-orang yang terbuang, tapi orang-orang yang diselamatkan dari pembungan (dosa/maut). Amin.
- Lampiran ayat renungan
Yeremia 30 ayat 17; "Sebab Aku akan mendatangkan kesembuhan bagimu, Aku akan mengobati luka-lukamu, demikianlah firman Tuhan, sebab mereka telah menyebutkan engkau: orang buangan, yakni sisa yang tiada seorang pun menanyakannya."

Posting Komentar untuk "Cara Tuhan Menyembuhkan Luka Batin Orang-orang Terbuang [Yeremia 30:17]"