Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Orang Percaya Mempertahankan Iman Sampai Akhir [Matius 24:9-14]

Nats renungan ini adalah bagian dari apa yang diisampaikan Tuhan Yesus tentang akhir zaman. Tentu dari apa yang disampaikan Yesus ini, kesimpulan pertama yang dapat kita ambil adalah bahwa zaman pasti akan berakhir. Alias tidak kekal untuk selama-lamanya. 

Mengenai fakta tersebut bisa dilihat dari 2 sisi, yaitu:

  1. Bahwa semua yang hidup pasti akan mati. Artinya akan ada masa dimana tidak ada lagi kehidupan di dunia ini.
  2. Hidup di dunia ini tidak lepas dari berbagai penderitaan. Setiap yang hidup khususnya manusia pasti memiliki penderitaannya masing-masing. 

Sejak manusia lahir dari rahim, bahkan hingga meninggalkan dunia pasti selalu berhadapan dengan berbagai penderitaan. Namun perlu digarisbawahi, memang ada penderitaan oleh karena bagian dari hidup, dan ada juga penderitaan oleh karena kejahatan manusia itu sendiri.

a. Menghadapi rintangan dengan arif dan bijaksana  

Dalam nats ini ada beberapa penderitaan yang disebutkan Yesus berkaitan dengan status kita sebagai orang percaya kepada-Nya. Yaitu mengalami penyiksaan, bahkan dibunuh dan dibenci oleh semua bangsa oleh karena kesaksiannya tentang Yesus. 

Pada awal kekristenan banyak orang percaya mula-mula mengalami penderitaan seperti itu. Namun bukan berarti mereka menjadi menciut, melainkan justru menjadi semakin bertumbuh.

Rintangan berikutnya adalah munculnya nabi-nabi palsu. Maksudnya, akan banyak bermunculan para pengajar-pengajar yang mengatasnamakan Tuhan, namun sesungguhnya adalah menyesatkan. 

Hal ini sudah berlangsung sejak dahulu, hingga sekarang dan akhir zaman. Untuk itu, kita diminta untuk semakin arif dan bijaksana dalam menerima berbagai-bagai pengajaran. 

Bila ada orang yang mengajarkan hal yang berbeda dari apa yang selama ini kita yakini, maka periksa dengan saksama pengajaran yang disampaikan. Supaya kita tidak ikut tersesat.

Alat yang dapat kita pakai untuk memeriksa adalah Firman Tuhan dalam Alkitab. Atau, dengan cara memanggil seseorang Penatua gereja dimana kita terdaftar untuk mendampingi kita. 

Maka dengan cara-cara tersebut saudara akan mampu mempertahankan iman yang benar kepada Tuhan Yesus Kristus. Alias selamat dari godaan-godaan para penyesat.

b. Menumbuhkan hubungan kasih dengan sesama

Jika hubungan kasih semakin dingin, pasti akan terjadi kekecewaan yang menumpuk dan ketidak percayaan satu sama lain. Yang mengakibatkan hubungan semakin tidak harmonis antara satu dengan yang lain. Bahkan tidak mustahil hingga penghianatan. 

Maka perlu menjadi catatan bagi kita dalam meneladani kasih yang utama, dan yang terutama adalah dengan mengasihi Tuhan Allah. Bila kita sudah dengan benar dan sungguh-sungguh mengashi Tuhan, maka niscaya hubungan kasih kita dengan sesama pasti akan baik. 

Sebab dengan memiliki kasih kepada Tuhan, kita akan semakin bijaksana, berhikmat, dan memiliki kemampuan membedakan yang baik, yang benar dan yang salah.

c. Mengandalkan kekuatan dari Tuhan

Terakhir, seperti yang dikatakan Yesus bahwa setiap orang yang bertahan sampai akhir akan selamat. Bertahan dalam hal ini bukan berarti lari dari kenyataan, atau mencari kambing hitam untuk disalahkan. 

Namun dengan teguh menghadapi, sembari mengintrospeksi diri agari memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Tentunya dengan cara meminta petunjuk dari Tuhan agar diberi jalan terang dan pikiran tenang. 

Jadi sekali lagi, Bertahanlah walau berat. Sebab di momen akhir nanti kita akan beroleh upah yang terbaik dari Bapa yang di Sorga. Amin

Posting Komentar untuk "Cara Orang Percaya Mempertahankan Iman Sampai Akhir [Matius 24:9-14]"