Biblical Numerologi 12 Dan Refleksi Kehidupan Kristen Masa Kini
Biblical Numerologi adalah sebuah study pencarian makna Alkitab (Eksegesis) yang dilakukan berdasarkan angka-angka yang tersirat dalam teks Alkitab.
Metode Pendekatan
Pendekatan biblical numerologi dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:
1. Hermeneutik Intertekstual
Yaitu metode penafsiran makna Alkitab yang dilakukan tidak hanya berdasarkan satu teks. Melainkan lintas teks Alkitab. Contoh setiap ibadah minggu gereja-gereja UEM selalu dilandasi oleh 2 teks, yaitu teks untuk Epistel dan teks untuk Evanggelium.
Pada umumnya, jika Epistel diambil dari kitab PB maka nas untuk Evanggelium pasti diambil dari kitab PL. Atau sebaliknya. Persoalannya, pembawa renungan pada hari minggu jarang mengaitkan kedua teks tersebut karena kurang paham metode pengajaran hermeneutik intertekstual.
Artinya nas Evanggelium jarang disentuh, kecuali pada momen ibadah terpisah. Yaitu pada saat Persekutuan Doa/Jemaat (Bhs.Batak; Partamiangan). Ironinya, apakah setiap minggu persekutuan doa selalu dilakukan setiap minggu sehingga nas-nas Evanggelium menjadi berguna?.
2. Hermeneutik Gematria
Yaitu metode penafsiran makna Alkitab yang dilakukan berdasarkan numerologi aksara/huruf Ibrani kuno. Sebagaimana kita ketahui bahwa kitab PL ditulis dalam bahasa Ibrani, sementara itu setiap huruf Ibrani memiliki nilai yang berbentuk angka. Jadi, sebenarnya teks asli Alkitab bahasa Ibrani mengandung makna yang tersembunyi menurut angka-angka pada huruf yang dipakai.
Contoh gematria tetragramathon “YHWH”
Yod (י) = 10
Heh (ה) = 5
Waw (׀) = 6
Heh (ה) = 5
Total = 10+5+6+5 = 26
Angka 26 dalam kepercayaan Yahudi dianggap mistis/suci, karena merupakan nilai mumerik dari nama Yang Maha Kuasa. Oleh sebab itu bagi mereka kata YHWH tidak boleh diucapkan sekalipun dalam hati. Lalu dalam kehidupan sehari-hari diganti dengan kata Adonai, atau HaShem.
Saat ini larangan tersebut juga diterapkan dalam penerjemahan Alkitab. Oleh LAI (Lembaga Alkitab Indonesi). Setiap kata “YHWH” dalam Alkitab bahasa Ibrani diganti menjadi “TUHAN”. Pertanyaan, apakah karena percaya pada hal-hal mistis sebagaimana orang Yahudi percayai?. Jawabnya, tidak!. Karena Titah ke-3 (Keluaran 20:7) berkata: “Jangan menyebut nama Tuhan Allamu dengan sembarangan/sia-sia”.
Kajian Biblical Numerologi 12
Salah satu teks Alkitab yang menyebut angka 12 adalah tertulis dalam kitab PB. Tepatnya Injil Matius 26:53, berbunyi: “Atau kau sangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada BapaKu, supaya Ia segera mengirim lebih dari 12 Pasukan Malaikat membantu aku?”
1 Pasukan pada zaman PB sama dengan 1 Legion. Yakni berjumlah 6.000 orang. Hal itu dapat kita baca dalam Injil Markus 5:1-20. Yakni Ketika Yesus menyembuhkan orang kerasukan roh jahat di Gerasa.
Jadi kalau kita konversi, 12 Pasukan Malaikat yang dimaksud disini adalah:
= 12 x 6.000
= 72.000 Malaikat
Pertanyaan, berapa kekuatan 1 Malaikat?. Jawabnya dapat ditemui dari kitab 2 Raja-raja 19:35. Metode inilah yang disebut hermeneutik itertekstual. Bunyi 2 Raja-raja 19:35 secara singkat; "Pada malam itu keluarlah Malaikat TUHAN, membunuh 185.000 orang pasukan Asyur (Niniwe)".
Berarti pada malam itu ketika Yesus hendak ditangkap. Jika 12 Pasukan Malaikat benar-benar datang membantu untuk menggagalkan penangkapan Yesus. Seluruh umat manusia akan lenyap, bagaimana tidak?. Mari kita hitung!.
= 1 Malikat mampu melenyapkan 185.000 orang
Jika 72.000 Malaikat, berarti:
= 72.000 x 185.000
= 13.320.000.000 orang.
Pertanyaan, apakah 2.000 tahun lalu jumlah manusia ada 13 miliar?. Tentu tidak. Karena sampai saat ini pun jumlah penduduk dunia belum sampai 9 miliar.
Makna angka 12 menurut kitab PB dab PL
Berdasarkan hermeneutik itertekstual angka 12 dalam kitab Perjanjian Baru adalah simbol:
- Jumlah murid Yesus (Mat 10; Mark 3; Luk 6 & Kisah 1:13)
- Umur Yesus mulai datang ke Bait Allah (Luk 2:41-52)
- Jumlah bakul sisa makan 5.000 orang (semua Injil)
- Jumlah gerbang Yerusalem Baru (Wahyu 21:12-13)
Sedangkan berdasarkan gematria angka 12 adalah terdiri dari angka 10 dan 2. Dalam aksara Ibrani:
- Angka 10 adalah huruf Y = Yod (י). Secara harfiah berarti tangan/lengan.
- Angka 2 adalah huruf b = Bet (ב). Secara harfiah rumah/tenda, keluarga
Karena orientasi hermeneutik kita lakukan menurut gematria. Atau cara pandang orang kepercayaan Yahudi. Maka acuan untuk memahami makna angka 12 kita batasi. Yaitu khusus berdasarkan kitab Perjanjian Lama saja. Menurut kitab Taurat angka 12 merujuk pada:
- Jumlah suku Israel (Kej 49:28)
- Jumlah batu permata di dada Imam (Kel 28:15-21)
- Jumlah mata air di Elim; tempat pemberhentian sebelum Gn.Sinai (Kel 15:27).
Jadi kesimpulan berdasarkan kajian itertekstual. Angka 12 adalah simbol kesempurnaan dan konsistensi Allah dari pada mulaNya sampai selama-lamanya. Sejak PL, PB, hingga kelak pada saat kedatanganNya yang ke-2x.
Sementara berdasarkan kajian gematria. Angka 12 adalah menggambarkan sistem pemerintahan Allah yang berdaulat, kokoh, tertib, melindungi dan menyegarkan/kasih.
Refleksi Kehidupan Orang Kristen Saat ini
Berdasarkan makna yang diperoleh dari angka 12 setidaknya kita menemukan 5 poin penting untuk direnungkan, yaitu:
1. Kita sadalah umat Israel secara Rohani, tapi "kiblat" yang kita dirikan masih sering pada hal-hal yang bersifat jasmani/duniawi.
Seharusnya, adalah kepada Yesus Kristus yang telah rela mengorbankan identitasNya sebagai Putra Terbaik suku Yehuda. Agar tidak hanya 12 suku Israel yang mendapat keselamatan, tetapi seluruh suku bangsa-bangsa yang di bumi. Termasuk suku Batak.
Disini saya sengaja memakai perspektif secara jasmani, bukan sebagai Anak Allah untuk mendeskripsikan kehadiran Yesus kedunia. Dengan maksud untuk membuka cakrawala iman kita, betapa Yesus telah secara totalitas melakukan misi penyelamatan. Ia mengesampingkan identitas, mengesampingkan harga diri, bahkan mengesampingkan kemampuanNya untuk memanggil Malaikat.
2. Kita sering lupa diri karena sibuk dengan urusan diri sendiri, atau hal-hal lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan Tritugas gerejawi.
Sementara sisi lain, Tuhan Yesus memerintahkan agar semua orang yang mengaku “murid” menjadi saksiNya. Pertanyaan apakah hal itu terlaksana?. Jawabnya tidak!. Karena apa?. Karena metode kesaksian yang diterapkan paralel kontras dengan Kisah Para Rasul 1:8b.
Kita lebih sering sibuk dengan urusan di ujung dunia sementara yang ada dipelupuk mata kita biarkan seakan-akan sedang baik-baik saja. Yesus memerintahkan kesaksian dimulai dari Yerusalem, ke Yudea, ke Samraia kemudian ke ujung dunia. Pertanyaan, siapa Yerusalem kita sekarang?. Jawabnya angka 2 dalam gematria Yahudi. Yakni rumah tangga, keluarga, kerabat dekat.
3. Kita sering terlalu bangga karena telah menjadi Kristen sejak lahir. Lebih dulu tiba di Rumah Tuhan dibanding Yesus yang menunggu umur 12 tahun.
Tapi tak sadar pulang tetap dengan iman yang kosong. Karena Firman Tuhan hanya dijadikan sebagai rambu-rambu, bukan ketetapan untuk dipelajari dan dilaksanakan.
Beda dengan sistem pendidikan orang Yahudi yang dilakukan sampai sekarang. Seorang laki-laki Yahudi kalau umur 12 tahun sudah menyelesaikan pendidikan tingkat III (Bet Mitsvot). Artinya sudah dianggap lulus kitab Kejadian sampai Ulangan, dan hafal 613 Hukum Taurat. Kita di Indonesia?, umur 12 tahun SD saja belum lulus...!. Bagaimana tidak disebut IQ 78?.
4. Kita suka memamerkan keberadaan kepada yang lemah.
Sementara Yesus sendiri yang bisa melakukan segala jenis mujizat melarang untuk membuang sisa makanan sekalipun hanya 12 bakul. Seharusnya, adalah membantu mereka yang berkekurangan. Jika tidak bisa dengan bentuk materi atau barang, setidaknya tidak membuat mereka sakit hati atau merasa direndahkan.
12 bakul roti yang tersisa dan 12 mata air di Elim adalah gambaran bahwa Yesus tidak hanya sekedar mencukupi kebutuhan. Melainkan memberi secara berlimpah (lebih dari cukup). Pertanyaan, kemana kita salurkan berkat yang berlimpah tersebut?.
5. Terakhir, dalam penglihatan Rasul Yohannes ada 12 pintu gerbang yang telah dipersiapkan untuk masuk ke Yerusalem Baru.
Bisakah kita pastikan bahwa salah satu diantaranya adalah pintu yang akan kita lalui?. Jikalau tidak, berarti 12 Pasukan Malaikat Tuhan kelak dipastikan tidak akan berpihak pada kita. Melainkan sebagai “algojo” yang siap melenyapkan layakanya pasukan Asyur masa itu.
Tuhan Memberkati.


Posting Komentar untuk "Biblical Numerologi 12 Dan Refleksi Kehidupan Kristen Masa Kini"