Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menciptakan Keadamaian Sekalipun Suasana Dalam Kecemasan [1 Raja-raja 19:1-18]

Semua orang pasti suka suasana damai. Sebaliknya semua orang pasti benci dengan suasana cemas. Lalu pertanyaan, bisakah kita menciptakan kedamaian bertahan selamanya, agar tidak pernah mengalami kecemasan?. Pasti tidak bisa!.

Upaya yang dapat kita lakukan untuk 2 kondisi yang betolak belakang tersebut adalah mencari solusi supaya: 

  1. Bisa bertahan lebih lama tatkala kondisi damai, dan
  2. Bisa keluar sesegera mungkin tatkala kondisi cemas.

Demikian Prakata singkat dari Penulis terkait materi PA (Penelaan Alkitab) yang akan disampaikan kepada muda-mudi GKPS Semarang. Pada hari Sabtu, 23 Mei 2026.

Ibadah PA mengambil Tema: "Kedamaian Ditengah Kecemasan". Dan Sub Tema: "Allah Tak Pernah Membiarkan UmatNya Larut Dalam Kecemasan Melainkan Hadir Sebagai Sumber Kekuatan, Ketenangan Dan Pengharapan". Sedangkan dasar firman diambil dari 1 Raja-raja 19:1-18.

A. LATAR BELAKANG 

A.1. Historikal Konteks

Setelah kematian Raja Salomo sekitar abad ke-10 SM, Kerajaan Israel Kuno terbelah menjadi dua, yaitu:

  1. Kerajaan Israel yang berada di Utara. Terdiri dari 10 suku, dan menjadi asal muasal sebutan orang Samaria. 
  2. Kerjaan Yehuda berada di Selatan. Terdiri dari 2 suku, yakni suku Yehuda dan Benyamin. Ibu kota di Yerusalem, dan yang menjadi garis Mesianik (Kej 49:10).       

Israel awalnya adalah nama yang diberikan Tuhan kepada Yakub pasca peristiwa di Peniel (Kej 32:28). Dia pula lah yang menubuatkan garis Mesianik kepada Yehuda (salah satu anaknya). 

Tetapi kemudian nama Israel "dibajak" menjadi nama kerajaan bagian Utara, karena suku-suku yang bergabung dengan mereka lebih banyak. Sementara Yehuda berkuasa di kerajaan Selatan.

Dengan demikian sebutan Israel sebagai umat perjanjian (bangsa pilihan Allah) menurut kesatuan jumlah suku, dengan sendirinya telah berakhir sejak Salomo meninggal. 

Artinya sejak kerajaan tersebut terbagi menjadi 2, maka sebutan Israel hanya merujuk pada 10 suku yang berada di kerajaan Utara. Sedangkan untuk warga (2 suku) yang berada di Selatan disebut dengan bangsa Yehuda.  

A.2. Tokoh-tokoh/Oknum

A.2.1. Ahab, Izebel, Elia, Hazael, Yehu, Elisa & 7.000 orang Israel

Ahab adalah raja ke-7 Kerajaan Israel menggantikan ayahnya, Omri. Izebel adalah satu-satunya istri Ahab. Puteri Etbaal, raja orang Sidon. Penyembah dewa Baal.

Elia adalah nabi (suku Lewi) terbesar dalam PL. Ditinjau dari mujizat yang diperbuat, keteguhannya mempertahankan ibadah yang murni kepada TUHAN, satu-satunya nabi yang tidak mengalami kematian, dan satu-satunya nabi yang hadir pada Transfigurasi Yesus (Mat 17:1-8; Mark 9:2-8 & Luk 9:28-38).  

Pertanyaan terkait predikat tersebut, apakah ada hubungannya dengan nama yang dia sandang?. Jawabnya, perlu dilakukan kajian mendalam berdasarkan Teologi Identitas untuk mengetahui jawaban yang objektif. 

Namun pendekatan praktis tentang makna nama secara subjektif, selanjutnya akan dibahas dalam Biblika Gematria.

Nama Elia berasal dari bahasa Ibrani אֵלִיָּהוּ (Eliyahu atau Eliyah), yang berarti "Yahweh/YHWH adalah Allah". 

Awal perseteruannya dengan Izebel adalah karena ia melarang bangsa Israel menyembah berhala. Puncaknya, peristiwa di Gunung Karmel. Elia seorang diri menghadapi 450 orang nabi Baal, untuk membuktikan Allah yang benar (1 Raja-raja 18:20-46).

A.2.2. Malaikat & TUHAN (sesi PA/Tanya Jawab)

Dalam nas ini Malaikat & TUHAN hadir secara bergantian. Adalah ungkapan sikap pengertian, dan perhatian yang sangat besar atas permasalahan yang tengah dihadapi oleh Elia. 

Bentuk perhatian yang konkrit dengan tujuan agar kekuatan dan semangat Elia segera pulih, maka TUHAN:

1. Mengizinkan Elia tidur nyenyak . Berapa kali dan dimana saja?.

Jawab : 3x. Dibawah pohon Arar 2x. Dan di dalam gua 1x.

2. Menyiapkan makanan dan minuman . Berapa kali, sejak kapan dan melalui siapa?.

Jawab : Tidak terhitung berapa kali. Sejak 3,5 tahun sebelum peristiwa di Gunung Karmel. Melalui perantaraan seekor burung Gagak dan seorang Janda (1 Raja-raja 17:4+6; 13-16), Serta melalui Malaikat (Ayat 6-7). 

3. Menyatakan kekuasaan dan kehadiranNya melalui alegori. Berapa macam alegori yang diperlihatkan TUHAN kepada Elia, dan apa maknanya?

Jawab : 2 macam. 1]. Angin kencang, Gempa dan Api; melambangkan kekerasan/kehancuran. 2]. Angin sepoi-sepoi; melambangkan kelemahlembutan, kedamaian dan pemulihan.

4. Tidak sekedar menanyakan keadaan, TUAHN sekaligus sebagai mood booster dan guide. Dalam nas ini ada 3 mood booster/guidance yang diberikan TUHAN kepada Elia, sebutkan?.

Jawab : Ada 3, yaitu tertulis pada: 

  • Ayat 7c; "Perjalananmu masih jauh", artinya tugas sebagai nabi belum berakhir. 
  • Ayat 11a; "Keluarlah dan berdiri di atas gunung itu di hadapan TUHAN!", artinya jangan terus sembunyi, tapi bangkit dan selesaikan semuanya bersama TUHAN.    
  • Ayat 15a; "Pergilah, kembalilah ke jalanmu". Artinya waktunya melanjutkan tugas sebagai nabi sudah tiba. AKU (TUHAN) telah menyertai engkau sejak awal, demikian pula sampai akhir AKU akan melakukan hal yang sama.  

5. Membentuk team work baru. Siapakah mereka, serta apa tujuan jangka pendek dan jangka panjang pembentukan team tersebut?

Jawab : Hazael, Yehu, dan Elisa. 

Tujuan jangka pendek adalah untuk membantu pekerjaan Elia mempertahankan 7.000 orang Israel yang percaya. Sedangkan, tujuan jangka panjang adalah regenerasi nabi, raja, sekutu, dan warga yang berkenan kepada TUHAN. 

Perhatian khusus pada prtanyaan nomor 5. Pesan akademik apa yang dapat kita petik?. Jawab, tentang manajerial SDM

Semua Alkitab tidak terlepas dari unsur manajerial SDM. Setidaknya SDM yang dimaksud adalah penulisnya sendiri. Seperti yang terdapat dalam kitab Mazmur, Amsal, Kidung Agung, Pengkhotbah dan Ratapan. Pelaku sekaligus pesonil yang terlibat hanya 1 orang, yaitu sang penulis.   

B. BIBLICAL NUMEROLOGY & GEMATRIA

99% Kitab PL ditulis dalam bahasa Ibrani. Sisanya ditulis dalam bahasa Aram/Aramaik. Sementara itu setiap huruf Ibrani memiliki makna bilangan tertentu. Sehingga tidak menutup kemungkinan setiap kata yang tertulis dalam kitab PL mengandung code/script angka tertentu untuk dipecahkan.

Perkembangan selanjutnya abad 3 M, Gematria (Sistem Numerik Ibrani Kuno) muncul mewujudkan sebuah rumusan kepercayaan Kristen mula-mula, dan rumusan tersebut menjadi doktrin primer Kekristenan hingga saat ini, yaitu Tritunggal. 

Hal ini membuktikan bahwa code/script angka dibalik huruf-huruf Ibrani yang tertulis dalam kitab PL memang ada. Mengingat entitas Allah Tritunggal sudah dinyatakan sejak dalam kitab Kejadian. Tetapi bisa terdeteksi/terpecahkan sekitar 18 abad kemudian.

B.1. Biblical Numerology 

Adalah study pencarian makna teologis (Eksegese) yang dilakukan berdasarkan angka-angka yang tertulis secara langsung, maupun yang sifatnya hanya tersirat dalam teks Alkitab PL dan PB. 

B.1.a. Angka-angka yang tertulis secara langsung (sesi PA/Tanya Jawab)

  • Angka 40. Terdapat pada ayat 8b; 40 hari 40 malam

Angka 40 secara simbolis melambangkan masa persiapan, pemurnian, pencobaan, dan transformasi sebelum memasuki fase baru.

Pertanyaan:

Apa saja peristiwa dalam Alkitab yang dijelasakan dengan angka 40, dan apa makna dibalik peristiwa tersebut?.

Jawaban: 

  1. Hujan turun selama 40 hari dan 40 malam pada zaman Nuh untuk membersihkan bumi dari kejahatan
  2. Bangsa Israel mengembara selama 40 tahun di padang gurun sebagai ujian dan proses pembentukan iman
  3. Musa berada di Gunung Sinai selama 40 hari untuk berpuasa dan menerima loh batu Sepuluh Perintah Allah
  4. Tenggang waktu yang diberikan kepada kota Niniwe 40 hari akan ditunggangbalikkan atau dihancurkan oleh Allah (Yun 3:4)
  5. Yesus berpuasa dan dicobai Iblis selama 40 hari di padang gurun sebelum memulai pelayanan-Nya di muka bumi
  6. Yesus menampakkan diri di bumi selama 40 hari untuk membimbing dan mempersiapkan para murid sebelum kenaikan-Nya ke surga.

  • Angka 7.000 

Selain melambangkan sisa umat TUHAN yang setia (ayat 18), angka ini juga melambangkan:

  1. Umat pilihan Allah yang tetap teguh pada iman dan tidak berkompromi dengan dunia (Roma 11:4).
  2. Angka harfiah yang menunjukkan kelimpahan berkat dan kekayaan besar dari Tuhan (Ayub 1:3).

Dalam nas ini 7.000 orang tersebut bisa bertahan/selamat dari kekejaman Izebel tentu karena pertolongan TUHAN. Sama dengan metode penyelamatan yang dilakukan kepada Elia saat berhadapan dengan nabi-nabi Ball.

Dari sekian ratus ribu warga kerajaan Israel, merekalah yang terpilih. Teladan umat yang memiliki iman yang kuat, sabar dan tenang dalam menghadapi segala pergumulan, serta yang meletakkan pengharapan hanya kepada TUHAN. 

B.1.b. Angka-angka yang tersirat

  • Angka 2 

Diperoleh dari ayat 5 & 7. Malaikat 2x hadir. Biblical numerologi 2 melambangkan 3 hal, yaitu:

1. Kesaksian dan Penegasan menurut hukum Taurat. 

Suatu perkara atau kebenaran baru dianggap sah jika ada keterangan dari dua orang saksi (Ul 19:15). 

Dalam nas ini keterangan tidak diperoleh dari 2 orang manusia, tapi dari Malaikat. Malaikat tersebut 2x datang menemui Elia. Bukankah kesaksian malaikat lebih terpercaya dibanding kesaksian manusia?.

2. Pemisahan dan Perbedaan. 

Maksudnya dualisme atau kontras yang memisahkan keadaan. Misalnya antara terang dan gelap, yang baik dan yang jahat, serta kehidupan dan kematian. 

Dalam nas ini ketika malaikat datang, pertama ia hanya menyuruh bangunan dan makan. Tetapi kedatangannya yang kedua kali, ia berkata: "Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu." 

Artinya ada pemisahan tujuan kedatangan malaikat yang pertama dan kedua. Yang pertama adalah untuk memenuhi kebutuhan jasmani saja, tapi yang kedua kali ia datang untuk menyatakan misi selanjutnya yang harus diselesaikan.    

3. Persatuan dua unsur yang berbeda menjadi satu. 

Contoh tentang pernikahan (Kej 2:23-24);  kesatuan antara Kristus dan jemaat-Nya (1 Kor 12).

Contoh dalam nas ini adalah:

  1. Roti dan air = sumber energi (kebutuhan jasmani)
  2. Malaikat dan TUHAN = sumber kebutuhan rohani; Kekuatan, Kedamaian & Pengharapan

  • Angka 4 

Diperoleh dari ayat 9; 11; 13 & 15. TUHAN 4x berfirman kepada Elia. Melambangkan kesempurnaan ciptaan, alam semesta, dan kehadiran Allah di seluruh dunia. Tuhan menciptakan matahari, bulan, dan bintang-bintang pada hari keempat.

Dalam nas ini kesempurnaan (kejujuran dan keseriusan) dalam menjalankan tugas sebagai nabi, Elia diuji melalui 2 pertanyaan yang sama dan 2 perintah untuk dilaksanakan. 

Elia menjawab kedua pertanyaan dengan jawaban yang sama pula. Yang berarti dia jujur kepada TUHAN. Lalu tidak memberi sanggahan apapun terhadap apa yang diperintahkan, yang berarti dia serius untuk menjalankan misi selanjutnya.

  • Angka 12 (sesi PA/Tanya Jawab)

Diperoleh dari ayat 4a; 1 hari = 12 jam. Dan, dari ayat 9a; 1 malam = 12 jam.

Angka 12 adalah simbol kesempurnaan, sistem pemerintahan dan konsistensi Allah dari pada mulaNya sampai selama-lamanya. 

Pertanyaan:

Angka 12 dalam Alkitab setidaknya muncul 8x sebutkan?.

Jawaban:  

  1. Jumlah batu permata di dada Imam (Kel 28:15-21)
  2. Jumlah suku Israel (Kej 49:28; 1 Raja-raja 18:31)
  3. Jumlah mata air di Elim; tempat pemberhentian sebelum Gn.Sinai (Kel 15:27).
  4. Jumlah murid Yesus (Mat 10; Mark 3; Luk 6 & Kisah 1:13)
  5. Jumlah pasukan malaikat siap datang pada malam hari penangkapan Yesus (Mat 26:53) 
  6. Umur Yesus mulai datang ke Bait Allah (Luk 2:41-52)
  7. Jumlah bakul sisa makan 5.000 orang (semua Injil)
  8. Jumlah gerbang Yerusalem Baru (Wah 21:12-13)

B.2. Biblical Gematria

Adalah study pencarian makna teologis (Eksegese) yang dilakukan berdasarkan perjumlahan bilangan/angka huruf-huruf Ibrani kuno yang terdapat pada teks Alkitab PL.

TUHAN dalam kitab PL TB1 & TB2 adalah terjemahan dari kata "YHWH". Dalam aksara Ibrani kuno YHWH terdiri dari angka:

י = Yodh = 10

ה = He = 5

ו = Waw = 6

ה = He = 5

= 10 + 5 + 6 + 5 = 26

Numerologi Ibrani kuno 26 melambangkan Kehadiran, Otoritas & Kesempurnaan Yang Maha Kuasa. Agama Yahudi menganggap angka 26 adalah mistis/suci, sehingga bagi mereka YHWH tidak boleh diucapkan sekalipun dalam hati. Lalu dalam kehidupan sehari-hari diganti dengan kata Adonai, atau HaShem.

(sesi PA/Tanya Jawab)

Kaitannya dengan nas ini poin utama eksegese adalah Kehadiran, Otoritas & Kesempurnaan. Pertanyaaan:

1. Bagaimana pola kehadiran TUHAN dan apa dampaknya bagi Elia?.

Jawaban : Kehadiran TUHAN tidak hanya sepintas, tapi berjenjang dan berulang. Sehingga benar-benar membawa perubahan yang besar pada mental, fisik dan rohani Elia.

2. Pola otoritas atau sistem pemerintahan yang diperlihatkan TUHAN bagaimana kepada Elia?.

Jawaban : TUHAN tidak hanya meminta pertanggungjawaban. Melainkan memberi solusi, rencana berkelanjutan secara detail, dan menyeluruh (sampai tuntas). 

3. Wujud kesempurnaan apa yang diperlihatkan TUHAN kepada Elia? 

Jawaban : Antara rancangan, personil yang dipersiapkan dan perhatian yang diberikan TUHAN tidak ada yang kontradiksi. Semua sempurna dan Amin. 

Berdasarkan jawaban 3 pertanyaan diatas, pelarian Elia pantas dipertanyakan apakah benar-benar karena takut kepada Izebel (ayat 3). Atau, memang karenaingin bertemu dengan TUHAN.

C. KONTRADIKSI 

Pendekatan: Hermentik Intratekstual 

Hermentik intratekstual artinya metode penafsiran konteks yang dilakukan berdasarkan teks yang saling terkait dalam satu kitab, baik sebelum atau sesudah teks tersebut.

(sesi PA/Tanya Jawab)

Dalam nas ini setidaknya ada 6 peristiwa atau pernyataan yang kontradiksi. Sebutkan apa korelasi/implementasinya dalam kehidupan muda-mudi Kristen masa kini?. Secara khusus dalam menciptakan kedamaian ditengah kecemasan. 

1. Suami lapor pada Istri (ayat 1). 

Kontrakdiksi dengan Kej 2:18 & 20b, dan Ef 5:22. 

Implementasi bagi muda-mudi; jangan cari pasangan yang bukan se-iman. 

2. Izebel masih PD dengan allah yang dia sembah (ayat 2).

Padahal sebelumnya 450 orang "bawahanya" sudah jadi korban, akibat ketidakmampuan allahnya melawan Allah Elia. Pertanyaan, apakah kekuatan Izebel melebihi allah yang dia sembah?

Implementasi; Akui kekalahan/kesalahan secara gentel. Jangan mencari alibi untuk membenarkan diri, karena hal itu akan membuatmu semakin jauh dari kedamaian. 

3. Elia takut pada 1 orang perempuan, sedangkan kepada 450 orang laki-laki tidak?

Ketakutan Elia sebenarnya kepada TUHAN. Yaitu terkait dengan pertanggungjawaban tugas sebagai nabi. Ia khawatir apakah telah sesuai dengan kehendakNya atau belum. Oleh sebab itu sekalipun taruhannya adalah nyawa, maka ia harus pertanggungjawaban tugas yang telah dipercayakan kepadanya.

Implementasi; Melaksanakan tugas pelayanan secara bertanggungjawab adalah salah satu cara menciptakan suasana tenang dan damai. 

4. Nenek moyang Elia yang dia jadikan barometer nabi yang lebih baik (ayat  4)

Tidak ada!. PL memperkenalkan Elia hanya orang Tisbe, Gilead. Bahkan nama ayahnya tidak pernah disebutkan dalam Alkitab.

Jadi pernyataan tersebut adalah wujud kerendahan hati Elia. Manakala ia sudah melakukan sebuah kesalahan yang besar, maka ia mohon ampun kepada TUHAN.

Implementasi; Tidak semua kesuksesan sesuai dengan kehendak TUHAN serta mampu menciptakan kedaiaman. Oleh sebab itu pastikan dahulu sebelum melakukan perayaan atas kesuksesan tersebut.  

5. Reaksi Elia terhadap Malaikat dan TUHAN. 

Berbeda!. Terhadap Malaikat, ia sangat cuek. Sedangkan terhadap TUHAN, ia jadi curhat.

Dari reaksi tersebut terjawab sudah, bahwa pelarian Elia benar-benar karena ingin bertemu dengan TUHAN. mencurahkan segala isi hati dan kekhawatirannya.

Implementasi; Jangan curhat kepada sembarang orang. Tapi harus kepada orang yang tepat. Kalau tidak, hidupmu pasti akan makin kacau.

6. "ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi meninggalkan TUHAN" (ayat 13b).

Artinya Elia malu sendiri dengan reaksi balik yang perlihatkan TUHAN. Kalau sebelumnya ia sangat khawatir hingga menyebut nyawa berulang kali. Maka dengan menunjukkan perhatian melalui alegori-alegori tersebut ia sadar bahwa TUHAN sudah memberi kuasa penuh kepadanya (1 Raja-raja 18:46a).

Implementasi; Jangan pernah ragu terhadap kasih setia TUHAN. Sebab TUHAN tak pernah membiarkan umatNya larut dalam kecemasan.  Melainkan selalu hadir memberi support, ketenangan dan pengharapan baru.

D. TIPOLOGI 

Pendekatan: Hermentik Intertekstual 

Hermentik intertekstual artinya metode penafsiran konteks yang dilakukan tidak hanya berdasarkan teks yang berkaitan dalam satu kitab, melainkan lintas teks antar kitab. Atau terkenal dengan istilah lingkaran kitab dalam Alkitab.

 D.1. Tipologi Paralel

Adalah temuan persamaan tempat/latar belakang peristiwa dari beberapa teks Alkitab, tetapi masing-masing memiliki makna yang menyerupai. 

Berikut beberapa tipologi paralel yang ditemukan dari nas, kemudian dirangkum dalam bentuk pertanyaan. Selain menjawab pertanyaan tersebut, sebutkan pesan rohani yang kita peroleh dari masing-masing peristiwa kaitannya dengan Tema/Sub Tema?.

(sesi PA/Tanya Jawab)

1. Siapa nabi yang pernah melarikan diri tugas? 

Jawaban : Yunus

Pesan rohaninya; Mangkir dari tugas karena rasa takut berarti tidak berintegritas dan tidak bertanggungjawab. Jadi harus "Tetap Murni Ditengah Arus".  

2. Siapa raja yang pernah bersembuyi dalam gua?

Jawab : Daud

Pesan rohaninya; Orang besar sekalipun tetap akan mengalami pergumulan hidup. Jika ia mencari pertolongan kepada TUHAN maka semakin cepat/tepat persoalan tersebut teratasi, dan kecil kemungkinan berulang.

Sebalinya jika ia tetap dalam persembuyian, alias mengandalkan kekuatan diri sendiri maka semakin lama persolan tersebut dapat teratasi, serta kemungkinan besar akan terjadi berulang-ulang. 

3. Siapa rasul yang pernah ingin ke Damaskus (Damsyik) tapi gagal?

Jawab : Paulus

Pesan rohaninya; Kegagalan bukan berarti karena TUHAN tidak berkenan, melainkan karena TUHAN telah menyiapkan rancangan yang lebih baik untuk kita laksanakan.

Jaminan mengenai hal itu tertulis dalam Yes 55:8;  "Sebab rancanganKu bukan rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu". 

D.2. Tipologi Kontras 

Adalah peristiwa yang bertolak belakang dari nas Alkitab yang berbeda, tapi memiliki makna dan latar belakang yang mirip. 

(sesi PA/Tanya Jawab)

  • Peristiwa #1

Elia pergi menyelamatkan diri masih dalam wilayah yang tegolong aman, yakni sebatas wilayah Isreal dan Yehuda. 

Pertanyaan, siapa tokoh sentral Alkitab yang "menyelamatkan diri" tapi pergi ke wilayah yang tidak aman?. Dan, apa makna yang dapat kita peroleh dari peristiwa tersebut dikaitkan dengan Tema/Sub Tema?.

Jawab : Yesus.

Setelah Yohannes Pembabtis meninggal, Yesus segera menyingkir ke Galilea, Tirus dan Sidon. Sidon adalah asal muasal Izebel. Wilayah orang penyembah berhala, dan jauh dari kerajaan Israel maupun Yehuda. 

Artinya sesekali tidak ada salahnya menghindar dari potensi bahaya demi kelangsungan misi. Sekalipun sampai ketempat yang dianggap rawan, asalkan totalitas berserah kepada TUHAN. Sebab hanya DIA lah sumber kekuatan, kedamaian serta pengharapan sejati.

  • Peristiwa #2

Dalam nas ini TUHAN tidak menyatakan kekuasaan dan kehadiranNya melalui gempa. Akan tetapi dalam kitab PB TUHAN pernah menjadikan gempa sebagai media untuk menyatakan diri. Pada saat apakah itu?. Dan, apa makna yang dapat kita peroleh dari peristiwa tersebut kaitannya dengan Tema/Sub Tema?.

Jawab : Kematian Yesus Kristus.   

Ketika Yesus menghembuskan napas terakhir-Nya, bumi berguncang hebat dan bukit-bukit batu terbelah. Tabir bait suci terbelah, dan kuburan orang-orang kudus terbuka.

Artinya manifestasi kuasa Allah dapat dirasakan dan disaksikan secara langsung oleh segenap mahluk, benda, bahkan seluruh semesta alam. 

Maka dari itu, jikalau hanya oleh karena kecemasan yang muncul akibat persoalan hidup sehingga kita bersembunyi dari TUHAN, dimanakah letak ucapan syukur kita atas pengorbanan Yesus Kristus?. 


E.KESIMPULAN

1. Cemas Tapi Cerdas

Kecemasan Elia ada 2, yaitu:

  1. Standar pelayanan seperti Nabi Musa tidak tercapai
  2. Regenerasi nabi berikutnya belum ada.

Jadi menyelamatkan nyawa pada ayat 3 jangan diartikan untuk kepentingan personal. Tetapi untuk seluruh bangsa Israel dan Yehuda. Bahkan untuk nubuat-nubuat mesianik berikutnya.

Bayangkan jikalau Izebel benar-benar membunuh Elia, siapa yang mengurapi nabi selanjutnya?. Kalau nabi sudah tidak ada, siapa yang berkomunikasi dengan TUHAN?. Lalu kalau komunikasi sudah tidak ada, bukankah nubuat tentang Mesias juga berhenti?.

Singkatnya, upaya melarikan diri yang dilakukan oleh Elia sudah tepat. Dengan demikian ia bisa memulihkan tenaga, menjernihkan pikiran, dan bertemu dengan TUHAN dalam suasana tenang.

2. Damai = Visioner + Berani

Martin Luther sebelum menghadap Kaisar Roma pernah berkata pada rekannya; "Kamu bisa mengharapkan apa saja dari saya, tapi tidak untuk mencegah saya pergi ke Roma!".

Artinya Martin Luther sadar bahwa peperangan sesungguhnya adalah menghadapi "penguasa-penguasa" yang ada di Roma, maka untuk mempertahankan ajarannya ia harus kesana. Kalau tidak, Gereja Protestan saat ini tidak ada.

Apakah tindakan Martin Luther kontradiksi dengan Elia?. Tidak. Elia tidak mau menemui Izebel karena ia menganggap peperangan sudah selesai. Sedangkan Martin Luther mau menemui Kaisar Roma karena peperangan belum mulai.

Dari 2 tokoh lintas zaman ini, Namaposo GKPS dapat mengambil pelajaran bahwa:

  • Kedamaian bisa saja tercipta dari situasi yang baik-baik saja, 
  • Harus memiliki visi jangka panjang dan berani memperjuangkannya sampai berhasil. 

Posting Komentar untuk "Cara Menciptakan Keadamaian Sekalipun Suasana Dalam Kecemasan [1 Raja-raja 19:1-18]"