Cara Menyiapkan Diri Untuk Melakukan Pemberitaan Firman Tuhan [Mazmur 124:1-8]
Surat Paulus kepda Timotius yang kedua ini ditulis, dan dikrimkan ketika Paulus sedang dalam penjara untuk yang kedua kalinya pula di Roma. Yaitu sektar tahun 65 M.
Sepertinya Paulus menyadari, bahwa tidak ada lagi baginya peluang untuk dapat keluar dari penjara. Sehingga dari sanalah dia menuliskan surat-surat penggembalaannya.
Terkhusus kepada Timotius, sangat terasa hubungan yang sangat dekat dan mesra diantara mereka berdua. Paulus menunjukkan dirinya sebagai bapa bagi Timotius yang masih sangat muda. Sementara dari sisi Timotius, sekalipun masih muda sudah harus bertanggungjawab dalam tugas pemberitaan Injil.
a. Timotius teladan yang terbaik dalam pemberitaakan Firman
Tatkala Timotius diutus oleh Paulus untuk menggembalakan jemaat-jemaat yang sebelumnya telah berdiri atas pelayanannya. Tentu Timotius masih butuh pengetahuan ekstra agar penggembalaan tersebut dapat berjalan dengan baik.
Maka atas dasar itu juga, menjadi salah satu tujuan Paulus menuliskan surat ini kepadanya. Supaya ia menguatkan dan meneguhkan hatiya, agar bisa tetap setia dalam tugas pemberitaan Firman Tuhan.
Selain itu dalam hal pemberitaan Injil, Paulus menasihatkan Timotius untuk tetap giat, baik dalam waktu yang baik maupun tidak baik. Sebab hanya melalui Firman nyatalah kesalahan, dan kesalahan itu kemudian memberi nasihat dengan sabar. Dan, dengan pengajaran tepat.
Demikianlah tugas itu disampaikan, atas dasar tugas-tugas yang berasal dari Kristus Yesus. Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang adalah hakim atas orang yang hidup dan mati, dan penyataan-Nya demi Kerajaan-Nya.
Artinya dasar dan tujuan pemberitaan Firman itu adalah Kristus. Dan, upah dari segala yang baik itu juga sumbernya dari Kristus. Juga, pujian dan kemuliaan hanya bagi Kristus. Bukan kepada perseorangan atau kelompok, yang dalam hal ini adalah bukan kepada si-pemberita Injil.
b. Rintangan pada saat pemberitaan Injil dan antisipasinya
Berikutnya Paulus mengatakan, bahwa aka nada waktunya orang-orang akan menolak Firman Tuhan. Mereka adalah kelompok yang akan memilih kehendak untuk kepuasannya sendiri.
Ini memang sudah terjadi sejak dahulu kalak, dan juga hingga saat ini. Mungkin inilah yang menjadi sifat kedagingan manusia yang berdosa. Sulit sekali menerima teguran atau peringatan, walaupun teguran itu benar. Sebaliknya sangat senang bila orang memuji, walaupun pujian itu tidaklah jujur.
Oleh sebab itu di ingatkan untuk menguasai diri dalam segala hal, dan sabar menderita. Sembari tetap melakukan pekerjaan pemberitaan Injil, demi tercapainya tugas pelayanan. Sebagaimana yang diharapkan oleh Kristus Yesus.
Sifat seperti ini menunjukkan bahwa tugas itu bukanlah tugas ringan, atau tugas yang biasa-biasa saja. Melainkan tugas yang berat, penuh tantangan, dan ada resiko yang membutuhkan pengorbanan.
c. Pemberitaan Firman yang berkesinambungan
Saudara yang dikasihi Tuhan, tugas pemberitaan Firman Tuhan bukan hanya ditujukan kepada Timotius saja. Namun juga kepada kita semua yang telah dipanggil keluar dari kegelapan, dan telah menjadi anak-anak terang.
Pemberitaan Firman bukan hanya sebatas berbicara di atas mimbar, namun juga harus melalui perjumpaan sehari-hari. Supaya dapat menunjukkan kasih dan damai Kristus secara nyata.
Trakhir, mejadi para pemberita Injil kuncinya adalah kita harus bersedia mempersembahkan diri dengan sungguh-sungguh pada Tuhan. Maksudnya, rela berkorban dalam hal waktu, materia dan pikiran demi kelulian Kerajaan-Nya.

Posting Komentar untuk "Cara Menyiapkan Diri Untuk Melakukan Pemberitaan Firman Tuhan [Mazmur 124:1-8]"