Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 Perintah Dasar Allah Saat Menciptakan Manusia Ternyata Ini [Kejadian 1:28]

relasi antar manusia dan dengan sang pencipta harus baik

Secara umum proses penciptaan yang dilakukan oleh Tuhan Allah sejak dari awal hingga hari terakhir memiliki tujuan masing-masing. Akan tetapi berlaku khusus pada penciptaan manusia. Karena Allah mempunyai rancangan yang spesifik terhadap manusia. Hal itu dapat kita lihat melalui nas hari ini. 

a. Perlakukan khusus Allah pada manusia dan tanggungjawab

Allah menciptakan manusia segambar dan serupa denganNya  adalah langkah awal bagi Allah untuk menyatakan tujuan menciptaan manusia sebagai mahluk yang istimewa. 

Langkah kedua setelah penciptaan adalah memberkati. Dengan maksud untuk menyempurnakan proses sehingga melalui ciptaan-Nya maka misi Allah di atas dunia ini bisa diwujudnyatakan. 

Allah berfirman kepada manusia saat itu, menggambarkan bahwa ada perintah dan kuasa yang diberikan. Akan tetapi sekaligus harus dilakukan dan dipertanggungjawabkan. Yakni agar “Beranak cucu dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” 

Beranak cucu dan bertambah banyak, memiliki dua makna, yaitu: 

  1. Bertambah banyak dari segi jumlah (reproduksi kuantitas),
  2. Beranak cucu dalam kaitannya mewujudkan Imago Dei di dunia ini (reproduksi kualitas). 

Jadi poin pertama dari perintah Allah tidak hanya berbicara tentang kuantitas, tetapi juga tentang kualitas. Supaya manusia pertama mampu membentuk gambar dan rupa Allah dalam kehidupan yang berkesinambungan, dari satu generasi ke generasi berikutnya. 

Lalu perintah kedua adalah, “penuhi, taklukkanlah bumi.” Kata “taklukkan” disini merujuk pada perintah yang diberikan kepada pihak/kelompok yang diharapkan dapat mengaturkan dan menjaga serta memelihara bumi yang telah diciptakan itu. 

Dengan kata lain, manusia diberi kuasa untuk memelihara bumi dengan ekosistem, sehingga setiap makhluk yang tinggal di atas bumi ini merasakan kenyamanan dan kedamaian. 

Lalu perintah ketiga adalah “berkuasa”. Makna berkuasa dalam hal ini tidak diartikan sebagai tindakan sewenang-wenang, melainkan lebih ke arah menyatakan sikap yang padil dan bijaksana dalam hal menata kelola ciptaan Tuhan. Dengan demikian nyata keistimewaan manusia dengan ciptaan yang lainnya. 

b. Perintah Tuhan Allah bagi umat Kristen saat ini 

Sesungguhnya 3 perintah Tuhan Allah tidak hanya ditujukan kepada manusia yang pertama, akan tetapi berlaku juga kepada kita saat ini. Kita adalah generasi 

yang menjadi subjek/pelaku dari perintah itu. Jadi tak bisa kita sangkal, ketika kita mengaku percaya pada KRistus Yesus berarti amanat itu sekarang ada pada kita. 

Dalam hal itu, berarti Allah juga memberkati kita. Agar mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab tersebut dengan sempurna. Sebagaimana dikehendaki oleh Allah sejak dahulu dari Adam dan Hawa.

Singkatnya karakter Allah dalam kehidupan kita, bahkan di kehidupan anak cucu kita, serta tanggung jawab untuk memelihara alam agar terjaga dengan baik adalah misi Allah yang wajib terpenuhi. 

Oleh sebab itu, sebagai mahluk yang mulia dan istimewa, juga telah diberkati semestinya kita patuh pada firman Allah. Dengan demikian semakin nyata bahwa kita mampu menjalankan misi Allah dalam keseharian kita. 

Lampiran ayat renungan

Kejadian 1:28; “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: ”Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”Amin

Posting Komentar untuk "3 Perintah Dasar Allah Saat Menciptakan Manusia Ternyata Ini [Kejadian 1:28]"