Pentingnya Kesatuan Dalam Persekutuan Jemaat [Efesus 4:2]
Hidup dalam kebersamaan di jemaat diungkapkan dengan istilah persekutuan. Yaitu kegiatan dan perilaku yang menekankan kesatuan anggota dalam melakukan tugas panggilan sebagai umat Allah.
Jadi, unsur yang sangat penting dalam persekutuan itu adalah kesatuan. dan, kesatuan di dalam jemaat dapat terbentuk dengan baik atas dasar kasih Tuhan. Dengan demikian sesama warga jemaat akan melihat kebaikan dan kemurahan Tuhan, dalam hubungannya dengan sesama anggota jemaat.
a. Sumber pemersatu jemaat mula-mula
Jemaat Kristen mula-mula di kota Efesus terdiri dari beberapa kelompok masyarakat, dengan latar belakang yang berbeda. Kelompok terbesar adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani.
Akibat dari latar belakang yang berbeda tersebut, sering terjadi perbedaan pendapat diantara mereka. Hingga pada perselisihan yang semakin serius, misalnya mengenai sunat.
Jemaat yang berlatarbelakang Yahudi mengatakan sunat wajib, dengan alasan mengikuti Hukum Taurat. Sedangkan jemaat yang berlatarbelakang Yunani mengatakan tidak. Karena menurut mereka Taurat hanya diperuntukkan bagi orang-orang Yahudi.
Dalam hal ini saya pribadi tidak mengajak pembaca Gembala terlibat pada perbedaan pendapat kedua kelompok jemaat tersebut. Tapi fokus pada hadirat Sang Pemersatu jemaat. Siapa?. Roh Kudus.
Sesungguhnya perbedaan internal jemaat hanya dapat diselesaikan oleh Roh, dalam ikatan damai sejahtera yang berasal dari Kristus Yesus. Hal ini berarti, bahwa setiap warga jemaat harus melihat ada Tuhan, melalui RohNya yang bekerja menjaga jemaat agar tetap bersatu.
Dengan demikian diantara jemaat tidak ada yang mengandalkan ke-aku-annya dalam menjalani hidup di jemaat. Melainkan mengandalkan Roh Tuhan yang bekerja untuk merawat kebersamaan umatNya.
b. Kesatuan jemaat dimulai dari diri sendiri
Nas hari ini tidak secara spesifik mengatakan tugas yang harus dilaksanakan oleh sebuah kelompok jemaat. Akan tetapi dari pemakaian kata: rendah hati, lemah lembut, sabar, saling membatu hal tersebut terlihat jelas.
Artinya, ketika Tuhan menginginkan agar jemaat hidup dalam kesatuan, saat menjalankan panggilan sebagai saksi Kristus, menemui beberapa kendala. Jangan langsung emosi, menyerah, atau berpangku tangan.
Pula, agar jemaat bisa bertumbuh dalam kesatuan, maka secara pribadi harus melakukan yang berguna. Dengan kata lain tidak perlu menunggu orang lain berbuat lebih dahulu. Tapi jadilah sebagai teladan dan pelopor.
Menjadi teladan dan pelopor iman adalah dengan cara menanamkan sikap rendah hati, lemah lembut, sabar dan kesediaan menolong orang lain denan kasih.
Dengan demikian kita akan dijauhkan dari rasa sombong, egois, serta sikap merendahkan orang lain. Sekaligus akan menciptakan kesatuan jemaat yang kokoh.
Jadi, kehadiran kita secara pribadi dalam kehidupan persekutuan di jemaat sangat dibutuhkan. Karena kita akan berkontribusi dengan apa yang kita miliki untuk perkembangan jemaat.
Akan tetapi, agar nilai-nilai Kekristenan yang kita praktikkan benar-benar menjadi kemuliaan bagi Tuhan, serta membuat kualitas hidup kita semakin baik, maka kita tidak boleh pasif. Melainkan harus aktif. Amin.
- Lampiran nas renungan
Efesus 4 ayat 2: "Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu."

Posting Komentar untuk "Pentingnya Kesatuan Dalam Persekutuan Jemaat [Efesus 4:2]"