Titik Awal Kebebasan Orang Percaya Sejak Semula Terntaya Disini [Roma 8:15]
Bulan Agustus adalah bulan di mana setiap elemen masyarakat di Indonesia selalu memperingati hari kemerdekaan. Oleh sebab itu, banyak hal yang dilakukan dalam rangka memeriahkan momen tersebut. Mulai dari tingkat desa, sampai tingkat pusat. Semuanya melakukan persiapan jauh-jauh hari, dengan satu tujuan yaitu untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan tersebut.
Karena momen ini sangat sakral, dimana mengingatkan kita pada sebuah titik tolak kebebasan berbangsa dan bernegara. Ditandai dengan berakhirnya penjajahan, berarti pula tidak ada lagi penindasan dan tidak ada lagi tekanan bagi bangsa Indonesia dari bangsa lain.
Maka, tidak mengherankan jikalau setiap perayaan kemerdekaan selalu semarak. Seluruh lapisan warga negara gembira ria. Bahkan jauh-jaih hari seluruh jalanan, gedung-gedung dan rumah-rumah warga telah dipasang umbul-umbul dan bendara Merah Putih.
A. Titik tolak berakhirnya perbudakan orang percaya
Nas hari ini juga membicaakan hal yang berhubungan dengan kemerdekaan. Tepatnya orang percaya (Kristen) yang telah menerima pembebasan dari Allah melalui Yesus Kristus.
Umat percaya di Roma diingatkan kembali akan keberadaan mereka yang bukan lagi komunitas orang yang terjajah, terkekang, atau budak yang dirampas kebebasannya oleh penjajah. Tetapi, mereka adalah kumpulan orang yang percaya yang sudah merdeka.
Pertanyaan, apa sebenarnya yang mengekang dan menjerat umat percaya selama ini?. Jawabnya dosa. Dosa terjadi oleh karena tipu daya Iblis, dan tanpa disadari akan merenggut kebebasan orang percaya.
Dampak selanjutnya akibat daripada dosa, adalah memutus hubungan orang percaya dengan Tuhan Yesus. Dan pada akhirnya akan menolak, bahkan meyangkal Yesus sebagai Kristus. Oleh sebab itu, untuk mempertahankan status "kemerdekaan" dalam Kristus Yesus, orang percaya harus menjauhkan diri dari dosa.
B. Proses kebebasan dan perubahan status
Proses perubahan keadaan bagi orang percaya sesungguhnya dimulai sejak mengenal, dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat dunia. Jadi, jikalau awalnya mereka terbelenggu dalam kuasa maut dan terjajah oleh dosa, serta dirajai oleh Iblis. Maka Allah melalui anak-Nya, mengubah situasi tersebut menjadi sebuah kekebasan yang abadi.
Tidak hanya itu, Allah juga menyajikan hidup yang baru bagi mereka. Sehingga tidak ada lagi penindasan, tidak ada lagi perbudakan, tidak ada lagi keterikatan. Karena saat Allah memberikan Anak-Nya kepada dunia, maka pada saat itu juga manusia memperoleh keselamatan.
Lalu, selain keselamatan yang diterima oleh manusia, apa yang selanjutnya akan terjadi pada manusia itu?. Dalam hal ini rasul Paulus mengatakan bahwa Allah memberi mereka Roh yang terbebas dari ketakutan, dan Roh yang melayakkan mereka menyandang status baru. Yakni sebagai anak Allah, serta memanggil Abba, Bapa.
Relasi yang terbangun setelah menerima kebebasan, adalah relasi antara anak dan bapak. Dengan demikian ketika umat percaya memanggil-Nya dengan kata Abba, itu artinya hubungan yang erat telah terjalin. Lebih jauh dari itu, setiap orang percaya akan memperoleh hak sebagai anak yang diberikan oleh bapaknya.
Pertanyaan, hal apa yang akan diterima oleh umat percaya dari Bapak?. Jawabannya adalah keselamatan dan hidup yang kekal. Anugerah ini hanya bisa dimiliki setiap orang yang telah bebas belenggu dosa. Yang telah tidak terikat lagi dengan hal-hal yang membuat dirinya terpuruk dan semakin jauh dari Bapa.
C. Wujud nyata kasih Allah sepanjang masa
Pembaca sekalian, kemerdekaan yang diberikan Allah kepada umatNya di Roma juga sudah sampai, dan kita terima hari ini. Dengan demikian juga kita telah bebas dari maut, hukuman, dan perbudakan.
Wujud nyata dari kasih-Nya kepada dunia, Tuhan Yesus mengutus misionaris-misionaris ke seluruh penjuru dunia untuk memperkenalkan Injil. Dan memerdekakan setiap orang yang pecaya, dan manjadi Kristen melalui babtisan kudus.
Oleh sebab itu hingga saat ini, kita juga dapat memanggilnya Abba, Bapa. Adalah sebuah panggilan yang sangat intim, sekaligus anugerah Tuhan yang tak ternilai harganya, yang diterima oleh orang percaya sejak awal hingga kini, dan sampai masa yang akan datang (kedatangan Yesus kedua kali).
Inilah momen kemerdekaan yang sesungguhnya, karena kita menjadi ahli waris dari Allah dan memperoleh keselamatan dari-Nya. Untuk hal yang demikian, sepatutnyalah kita menyemarakkan itu dengan sukacita penuh.
Perayaan kemerdekaan yang memperlihatkan buah melalui sikap dan karakter kita, sebagai umat yang telah dimerdekakan dengan menjadikan kemerdekaan itu melalui tindakan yang selalu setia, hormat, dan taat pada-Nya, yang menjadi Abba yang memerdekan kita.
- Kutipan nas renungan
Roma 8 ayat 15; “Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: ”ya Abba, ya Bapa!”. Amin.

Posting Komentar untuk "Titik Awal Kebebasan Orang Percaya Sejak Semula Terntaya Disini [Roma 8:15]"