Sang Gembala Sejati Dalam Kitab Perjanjian Lama SosokNya Ini [Yehezkiel 34:12]
Jauh sebelum kelahiran Yesus Kristus yang disebut sebagai Gembala Sejati, dalam kitab Perjanjian Baru (PB). Sebenarnya analogi peran gembala dan domba juga sudah ditemui pada zaman nabi Yehezkiel (kitab Perjanjian Lama /PL).
Oleh sebab itu nas renungan hari ini walau hanya satu ayat, sebenarnya mengandung makna yang sangat luas. Lintas generasi, geografi dan batas waktu yang sangat panjang.
A. Gembala dan Domba dalam konteks PL dan PB
Berikut selengkapnya kutipan nas renungan hari ini. Yakni diambil dari Yehezkiel 34 ayat 12; "Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanan dombanya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan hari kegelapan."
Perhatikan kata "Aku akan" diulang 2x kali dalam ayat Tersebut. Kata Aku disini bukan nabi Yehezkiel. Tetapi Tuhan Allah. Yehezkiel hanya perantara Firman. Bukan pelalu. Pelaku dalam nas ini adalah Allah.
Kata kunci berikutnya adalah gembala dan domba. Dalam hal ini Tuhan Allah dianalogikan sebagai gembala, sedangkan domba yang dimaksud disini adalah bangsa Israel yang tercerai berai. Tercerai berai karena apa?. Karena mengalami masa pembuangan Babel.
Sampai disini kesimpulan pertama yang dapat kita peroleh bahwa istilah gembala dan domba sudah ditemui sejak dalam PL. Bukan hanya dalam PB. Bedanya dalam PL, domba yang dimaksud adalah secara khusus bangsa Israel. Sedangkan dalam PB adalah seluruh umat percaya (Kristen).
Sisi lain dari pada itu, dalam hal pemeran utama (Gembala) pada dasarnya tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Kecuali pada entitas kehadiran/keberadaan Tuhan Allah ditengah-tengah umatNYa.
Dalam PL Gembala adalah Allah Bapa. Sementara dalam PB adalah Anak (Kristus Yesus) yang diutus secara langsung turun berinteraksi secara langsung, dan dalam dalam wujud fisik sebagai manusia.
B. Latar belakang
Bangsa Israel yang adalah bangsa pilihan Allah. Tapi mereka telah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan firman Allah. Padahal Allah suka umatNya bersikap demikian. Itulah sebabnya Allah memanggil Yehezkiel. Yaitu untuk diutus ke tengah-tengah umat Israel, yang disebut Allah sebagai bangsa yang telah memberontak.
Tujuan pengutusan tersebut adalah untuk menegur, dan mengingatkan mereka atas segala pelanggaran mereka lakukan. Bertolak belakang dengan status istimewa yang disematkan Allah kepada mereka.
Para pemimpin (Raja dan pejabat-pejabatnya) di Israel kala itu telah diberi kepercayaan oleh Tuhan, untuk memimpin umat dalam segala aspek kehidupan mereka. Antara lain mulai dari sistem pemerintahan, peribadatan hingga pada aspek-aspek yang lebih detail. Misalanya dalam hal hubungan sosial antar sesama orang Israel.
Jadi, awalnya merekalah yang menggembalakan umat Tuhan setiap hari. Agar tidak tersesat dan tidak dimangsa oleh kekuatan lain (musuh).
Sebagai gembala yang dipercaya Tuhan untuk melindungi, memimpin dan mengajar ternyata melakukan tugas tidak seperti yang diharapkan oleh Tuhan. Oleh sebab itu mereka disebut sebagai pemberontak. Alias melawan kehendak Tuhan.
Atas hal tersebut maka Tuhan marah, lalu menghukum mereka. Namun, apakah itu berarti bahwa keberadaan umat tidak lagi menjadi perhatian Tuhan?. Apakah umat yang seharusnya dibawa ke padang rumput hijau, akhirnya dibiarkan terlantar begitu saja?. Jawabnya Tidak!.
C. Gembala Sejati sayang pada domba-dombaNya
Firman Tuhan hari ini menegaskan kepada kita bahwa Tuhan tetap sayang kepada umatNya. Hal itu dibuktikan atas kesediaan Tuhan sendiri yang datang menggembalakan umatNya, membimbing mereka yang tersesat, mengumpulkan mereka yang telah tercerai berai. Agar kembali menjadi satu kawanan.
Hari ini kita diingatkan kembali, Tuhan Yesus adalah Gembala yang baik bagi kita. Sehingga Ia tidak mau kita terlantar dan menderita. Apalagi sampai jatuh ke tangan musuh (dosa).
Melainkan menginginkan agar kita agar selalu terlindungi, serta mendapatkan kebahagiaan, sukacita dan damai sejahtera. Pertanyaan, apakah kita siap menjadi domba kesayangan Tuhan?.
Atau jangan-jangan kita sendiri yang hengkang dari kawanan yang telah dipersatukan oleh Tuhan?. Jikalau demikian berarti kita tidak ubahnya seperti pemimpin-pemimpin Isreal masa itu, yang harus mendapat hukuman dari Tuhan. Semoga tidak. Amin.

Posting Komentar untuk "Sang Gembala Sejati Dalam Kitab Perjanjian Lama SosokNya Ini [Yehezkiel 34:12]"