Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ragam Bentuk Penolakan Terhadap Kristus Yesus Sejak Dulu Sampai Sekarang Ini [Yohanes 7:18]

Awal kedatangan Tuhan Yesus ke dunia menajdi Juruselamat mendapatkan banyak perlawanan dan penolakan dari para musuh-Nya. Untuk itu, Ia terus berusaha mempertahankan diri dan pengajaran-Nya dari serangan para penyesat tersebut. Ia juga sekaligus memberikan suatu peringatan besar, khususnya kepada para pemimpin, guru, pengajar dan sejenisnya atas kejahatan atas mereka lakukan.

Saat ini juga perlawan itu tidak berhenti. Secara sporadis adalah dari orang-orang yang tidak mengakui Yesus sebagai Juruselamat. Hal itu dapat kita lihat dari konten-konten anti Kristen yang banyak beredar di media sosial. Misalnya Facebook, Youtube, Tiktok dan lain-lain.

Ironinya, internal umat Kristen juga tidak sedikit yang melakukan hal yang sama. Penolakan tidak dilakukan secara terang-terangkan melalui kata-kata, melainkan melalui perbuataan yang tidak mencerminkan citra Kristus sebagaimana diharapkan dari seorang Kristen sejati.  

Oleh sebab itu melalu melalui nas hari ini, Tuhan Yesus menginginkan kita untuk memikirkan kembali perkataan-perkataan yang pernah kita ucapkan. Baik kepada keluarga atau kerabat, sahabat atau relasi, maupun kepada orang lain yang tidak kita kenal.

Pula tidak hanya kata-kata yang terucap secara verbal, namun juga termasuk tulisan dan/atau komentar-komentar yang kita sampaikan melalui media-media sosial.  

a. Dampak dan peringatan bagi orang yang asal bicara 

Raja Salomo dalam kitab Amsal berkata, “Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi” (Ams. 10:19). 

Maka hari-hari kita yang dipenuhi banyak percakapan, oleh karena untutan profesi atau aktivitas. Tanpa kita sadari bisa saja menimbulkan banyak pelanggaran pada norma-norma dan budanya. Atau mengakibatkan sakit hati orang lain, karena menyinggung perasaannya. 

Kembali tentang perkembangan teknologi digital saat ini, Kita seakan-akan sudah terbiasa dengan kebohongan atau tipu daya yang ditayangkan di media sosial. Akhirnya mengganggap hal itu bukan lagi sebuah kejahatan yang harus dicegah/ditindak. Melainkan mengganggap sudah menjadi suatu hal yang wajar dalam dinamika hidup modern.  

Secara spesifik kaitannya dengan ayat hari ini, kini banyak orang yang terang-terangan berbicara untuk membesarkan diri sendiri, mengatakan hal-hal yang bertujuan untuk menjadikan dirinya kelihatan baik, padahal ingin mengangkat harkat dan derajatnya sendiri. 

Melalui perkataan sehari-hari pun, kita sendiri seringkali tidak menyadari bahwa kita sesungguhnya menyombongkan diri atas apa yang kita capai, lakukan, atau kerjakan. Padahal berselimutkan motif untuk mengangkat diri sendiri, agar orang lain terkesan kepada kita. Oleh sebab itu kita diingatkan, agar lebih berhati-hati saat hendak mengucapkan kata. 

b. Ragam bentuk penolakan secara pribadi kepada Kristus Yesus

Khusus bagi orang-orang yang berprofesi sebagai pembicara, pemimpin di gereja, di masyarakat dan politikus. Peringatan ini juga sangat relevan. Untuk senantiasa membuat citra Kristus Yesus sebagai titik tolak dasar pembicaraan.  

Selaku pejabat publik misalnya, seharusnya mengutamakan kepentingan rakyat lebih dahulu dalam bentuk aksi nyata, bukan hanya sebatas kata-kata. Dengan demikian maka rakyat yang dipimpin jadi damai dan sejahtera. 

Demikian pula sebagai pemimpin di gereja, seharusnya kemuliaan Tuhan lah yang selalu ditinggikan, melalui program-program yang dijalankan. Bukan diri sendiri atau kelompok yang sependapat dengannya, karena menganggap punya pengaruh yang besar dalam gereja tersebut. Dengan demikian maka iman jemaat kepada Kristus semakin bertumbuh. 

Lingkup yang lebih kecil selaku jemaat, tujuan kita adalah untuk memuliakan Tuhan melalui apa yang kita kerjakan dan katakan. Oleh sebab itu kita harus banyak belajar dari perkataan-perkataan Tuhan Yesus, untuk menghindari kesalahan dan kemuliaan diri sendiri. 

Karena ketika kita mencari kemuliaan diri, di sanalah kita terjebak dengan kata-kata yang penuh kepalsuan, dan sandiwara untuk menutupi kejahatan kita agar harga diri tidak jatuh dan dipermalukan. 

Tetapi ketika kita mencari kemuliaan Tuhan, tidak menjadi masalah penilaian orang terhadap kita. Apakah ada tendensi untuk menjatuhkan, atau benar-benar memuji. Dalam hal ini karena motivasi kita sudah benar, maka yang rentan melakukan penolakan pada Kristus Yesus adalah mereka yang suka mencibir. 

c. Penolakan Kristus Yesus sama halnya dengan sebuah pesan tidak sampai

Sama seperti seorang pemilik pesan yang harus lebih besar, dan lebih mulia daripada pembawa pesan. Demikian juga Tuhan kita sudah selayaknya harus lebih besar dari kita. Pertanyaan sebagai pembawa pesan, apakah pesan tersebut telah kita sampaikan pada alamat yang ditujukan oleh Sang Pemilik?.

Ketika kita mengaku hidup di dalam Tuhan Yesus, maka kita harus tetap dapat berjalan di dalam jalan kebenaran-Nya (1 Yoh. 2:5-6). Melakukan apa yang diperintahkan dan menjauhkan apa yang tidak dikehendaki.

Atas dasar itu pula, ketika kita mengaku hidup dalam kebenaran, berarti kita harus senantiasa mencari kemuliaan Tuhan dengan membawa orang-orang semakin dekat kepada Tuhan, bukan kepada kita. 

Terakhir, sudahkah perkataan, pengajaran, rencana, dan perbuatan kita bertujuan untuk membangun kerajaan Tuhan, atau jangan-jangan semata-mata untuk diri kita sendiri!. 

Nas hari ini mengingatkan kita semua untuk mengintrospeksi diri. Agar senantiasa memiliki komitmen penuh kepada Tuhan yang telah memanggil dan mengutus kita. Kita harus memastikan bahwa kita tidak mengizinkan bibit kejahatan sekecil apapun meracuni hati kita. 

Oleh sebab itu, mari membulatkan tekad untuk selalu memuliakan Allah dalam hidup kita. Jangan melakukan penolakan pada Kristus Yesus, sejalipun masih dalam niat (pikiran) maupun dalam bentuk kata-kata, apalagi sampai pada bentuk tindakan nyata. 

- Kutipan nas renungan

Yohanes 7 ayat 18; “Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya.” Amin.

Posting Komentar untuk " Ragam Bentuk Penolakan Terhadap Kristus Yesus Sejak Dulu Sampai Sekarang Ini [Yohanes 7:18]"