Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Peringatan Keras Bagi Orang Yang Berlaku Curang Dan Tidak Adil [Amsal 22:8]

Curang berarti tidak jujur, tidak lurus hati atau tidak adil. Dan dalam konteks Kekristenan berarti kecurangan, ketidakjujuran, atau ketidakadilan pasti dilakukan oleh orang-orang yang tidak takut akan Tuhan. 3 hal ini bisa terjadi di mana dan kapan saja, oleh siapa saja bahkan mungkin kita sendiri. 

Pengalaman kita sehari-hari menunjukkan bahwa ada orang-orang yang melakukan kecurangan dengan tujuan tertentu. Sebagai contoh, seorang pedagang bertindak curang dengan mengurangi bobot batu timbangan ketika menjual barang. Agar memperoleh keuntungan yang besar. 

Ada pula seorang siswa menyontek pada waktu menjawab soal-soal ujian, agar nilainya baik dan naik kelas. Pula, seorang saksi dalam sebuah persidangan menyampaikan kesaksian yang tidak benar, karena mendapat imbalan atau untuk menyelamatkan diri.

A. Pelaku curang dan sanksi yang akan diterima

Ayat hari ini mengingatkan kita bahwa siapa menabur kecurangan akan menuai bencana. Orang yang berbuat curang, tidak jujur, dan tidak adil niscaya akan memperoleh hukuman yang setimpal dengan tindakan kecurangannya. 

Disebutkan dengan jelas dalam ayat hari ini juga, bahwa orang yang berbuat curang akan menuai bencana. Pula kepada orang yang tidak jujur, disebut akan kehabisan dan kehilangan tongkat amarahnya. Artinya jika seseorang melakukan kejahatan kepada orang lain, maka ia kelak akan memperoleh dampak kejahatan yang ia perbuat. Yaitu sebuah hukuman dari Tuhan. 

Hal ini juga mengingatkan tentang kekuasaan yang dimiliki oleh orang fasik, lalu dengan kuasa yang ia miliki melakukan kecurangan. Selain kekuasaan itu suatu saat akan pudar, hilang, dan bahkan lenyap. Tongkat kekuasaannya pun akan hilang musnah atau binasa. Sehingga tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Hal itu karena Tuhan tidak berkenan terhadap orang-orang fasik yang tidak lurus jalan hidupnya. Lebih jelas hal itu dituliskan dalam Yeremia 48:17, “Ratapilah dia, hai semua yang ada di sekitarnya, hai semua yang mengenal namanya! Katakanlah: Sungguh, sudah patah tampuk kekuasaan, tongkat keagungan itu!”. 

Jadi, kalau Tuhan menghendaki seorang raja sekalipun tidak dapat mempertahankan tongkat kekuasaan dan mahkotanya. Pun tidak bakal mampu menolak atau menahan hukuman dari Tuhan.

B. Pemiliki kekuasan dan kehormatan yang sesungguhnya

Dari penjelasan di atas dapat kita pahami, bahwa di dunia ini tidak ada seorang raja (pemimpin/penguasa) yang dapat melestarikan, atau melanggengkan jabatan dan kekuasaannya. Apalagi sampai mewariskannya pada anak cucu. Jikalau berbuat curang, tidak luruh hati dan tidak adil.

Sesungguhnya tongkat kekuasaan maupun kehormatan yang dimiliki oleh semua raja di bumi adalah pemberian Tuhan. Maka dari itu, dalam waktu sekejap Ia bisa mengambilnya kembali. 

Sebagaimana kita yakini bahwa Firman Tuhan pasti terjadi. Janji Tuhan pasti digenapi. Penggenapan firman Tuhan pasti dilaksanakan tepat pada waktu-Nya. Maka setiap pekerjaan Tuhan yang maha dahsyat, pasti dilaksanakan dengan sangat sempurna. 

Penting diketahui pula, dalam pelaksanaan pekerjaan Tuhan tidak ada kecurangan. Namun sebaliknya penuh dengan keadilan dan kebenaran. Seperti tertulis dalam Ulangan 32:4 dikatakan, “Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil, Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia.” 

C. Sang Teladan yang maha adil

Tuhan Allah Bapa yang setia dan Maha Adil, pasti melakukan pekerjaan-Nya dengan penuh hikmat dan sempurna. Dengan kata lain, ketika Ia melakukan pekerjaan-Nya pasti tidak ada maksud jahat bagi umat-Nya. Melainkan rancangan yang indah dan damai sejahtera.

Oleh karena itu, berbahagialah kita jika tetap setia pada firman Tuhan. Tidak menabur kecurangan, tapi menjauhkan diri dari sifat buruk sebagaimana yang diperbuat oleh orang-orang fasik.  

Berbahagialah kita yang menghidari perilaku bohong dan tidak adil, tapi senantiasa menabur benih kebajikan dengan penuh hikmat, akal budi, dan pengetahuan yang dikenan oleh Tuhan. 

Pada waktunya, Tuhan pasti menyediakan musim tuai, yaitu musim panen dari buah-buah iman, keadilan, dan kebenaran. Tuhan niscaya memberkati kita dan semua orang yang percaya dan lurus hati dan jalan perbuatannya. 

- Kutipan nas renungan

Amsal 22 ayat 8; “Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis binasa.” Amin.

Posting Komentar untuk "Peringatan Keras Bagi Orang Yang Berlaku Curang Dan Tidak Adil [Amsal 22:8]"