Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Jemaat Suam-suam Kuku dan Pesan Rohani Yang Diperoleh Begini [Wahyu 3:20]

Melalui rasul Yohanes, Tuhan Yesus menasehati jemaat Laodikia untuk menyelamatkan mereka dari kondisi “suam-suam kuku”. Suam-suam kuku disini maksudnya kondisi tidak dingin atau tidak panas. Yaitu seseorang yang merasa puas dengan dirinya sendiri, sehingga tidak menyadari kondisi rohaninya yang sesungguhnya. 

A. Latar belakang jemaat Laodikia 

Jemaat di Laodikia merasa kaya dan tidak kekurangan apa-apa lagi, padahal sebenarnya secara rohani mereka malang, miskin, buta dan telanjang. Mereka percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi tidak mengandalkan Tuhan Yesus, dan tidak menjadikan Dia sebagai Tuhan di dalam hidup mereka.

Kondisi tersebut terlihat dalam kalimat "jikalau ada yang mendengar suaraKu". Menjadi pertanyaan, apakah ada?. Jawabnya tidak!. Tidak satu orang pun yang menyambut dan membukakan pintu (hati) untuk Yesus. Sehingga Yesus berlalu begitu saja dari antara mereka.

Kata satu orang pun diperoleh dari kalimat "...mendapatkannya; ..bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.” Jadi penegasan akan orang diharapkan terjadi 3x dalam ayat renungan hari ini. Yaitu dari kata akhiran "nya".  Lalu, kata ganti orang ketiga "dia" dan "ia".

Dari sini kita peroleh kesimpulan betapa kecewanya Yesus hadir di Jemaat Laodikia. Alih-alih mengaku sebagai orang percaya, tapi ketika Yesus telah didepan rumah dan mengetok pintu, tapi tidak digubris. Sungguh sangat miris!.

B. Jemaat yang terus terang dan terang terus 

Melalui nas hari ini Tuhan menyatakan tidak suka pada orang-orang Kristen yang tidak sepenuh hati. Karena hal yang demikian tergolong orang yang suam-suam kuku. 

Bagi Tuhan lebih baik jika seseorang terus terang berkata “tidak”, tapi memang itu yang sebenarnya lahir dari lubuk hatinya yang paling dalam. Dibanding berkata “ya”, namun tidak sungguh-sungguh mengasihi Tuhan Yesus dengan segenap hati. 

Oleh sebab itu, Yesus Kristus melalui rasul Yohanes, menasehati jemaat di Laodikia dan setiap orang percaya masa kini, agar mereka bertobat dan kembali pada Tuhan. Agar cahaya terang Yesus terus bersinar dalam dirinya, begitu pula bagi orang-orang yang datang/berada bersama dia.

Sesungguhnya setiap orang dapat mengalami secara cuma-cuma kekayaan rohani dan kepuasan sejati. Yakni pada saat ia menyadari kemiskinannya, lalu mempersilahkan Tuhan Yesus tinggal dalam hatinya. 

Dengan demikian berarti ia telah menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan. Sebab bagaimanapun kepuasan sejati hanya dapat kita peroleh dalam persekutuan dengan Tuhan. Bukan dari harta benda, kekayaan atau jabatan yang kita miliki. 

C. Pesan rohani atas jemaat yang suam-suam kuku

Sama seperti pesan renungan sebelumnya, bahwa kekuasaan dan kehormatan yang kita miliki saat ini datangnya adalah dari Tuhan. Maka jangan heran kalau satu ketika, tanpa kita sadari kekuasaan dan kehormatan tersebut bisa lenyap tiba-tiba.

Nah, demikian pula dengan harta benda atau apapun yang kita miliki saat ini adalah semua pemberian Tuhan. Lalu mengapa sampai hati mengabaikan kehadiran Tuhan dalam hidup kita?. Bukankah hal itu termasuk perbuatan curang?. Bukankah hal itu melanggengkan idealisme kita sebagai orang yang suam-suam kuku?.

Singkatnya, Firman hari ini menasehati kita agar tidak membuat persekutuan (jahat/curang) di luar Tuhan. Tetapi bukalah pintu untuk Tuhan Yesus yang berdiri dan mengetuk pintu hati. Agar Tuhan Yesus menjadi “tuan rumah” dalam hati kita. 

Selanjutnya, mari menyerahkan diri sepenuhnya kepadaNya. Dengan mempersilahkan Tuhan Yesus menduduki takhta di hati kita, berarti telah mempersilahkan kita pula untuk duduk bersama-sama dengan Dia di takhtaNya. 

- Kutipan nas renungan

Wahyu 3 ayat 20; “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.” Amin. 

Posting Komentar untuk "Contoh Jemaat Suam-suam Kuku dan Pesan Rohani Yang Diperoleh Begini [Wahyu 3:20]"