Ibadah Sejati Dan Persembahan Kudus Kristen [Roma 12:1-8]
Salah satu bagian terpenting surat Paulus kepada jemaat di Roma, adalah mengenai bagaimana respon orang percaya terhadap keselamatan yang telah diperolehnya dari Tuhan, melalui anugerah di dalam Yesus Kristus.
Umumnya kepercayaan orang awam mengajarkan bahwa keselamatan adalah usaha untuk menaati segala yang ditetapkan oleh Tuhan. Sementara Kristen mengajarkan tidak demikian. Keselamatan adalah anugerah, yang disambut dengan iman kepada Yesus Kristus.
A. Buah keselamatan orang percaya
Paulus mengajarkan beberapa hal sebagai jalan hidup orang Kristen sejati. Untuk memperlihatkan buah dari keselamatan yang diterima sebagai orang percaya.
1. Melaksanakan ibadah yang sejati
Artinya mersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah. Bukan harta benda, atau hal-hal lain yang ada pada diri kita.
Mempersembahkan tubuh berarti mempersembahkan segala yang ada yang diberikan Tuhanb kepada kita. Mulai dari hal yang sederhana hingga hal yang besar dipersembahkan kepada Tuhan.
Berikutnya sebagai persembahan yang hidup. Maksudnya adalah persembahan yang berbuah. Bukan persembahan untuk dibakar, namun persembahan yang berdampak baik. Yang hidup dan yang memberi hidup.
Kudus dan berkenan kepada Allah berarti sifatnya adalah rohani, bukan duniawi. Tapi, didasari oleh kekudusan dan perkenaan Tuhan.
2. Jangan menjadi serupa dengan dunia ini
Dunia dalam hal ini segala aspek kehidupan telah dikuasai oleh dosa. Maka dari itu, tidak ada yang baik dan yang berkenaan bagi Allah dari dunia ini.
Sebab semuanya telah menjadi najis di hadapan Allah. Untuk itu dipesankan agar hidup orang percaya jangan lagi hidup menurut dunia, namun hidup menurut kehendak Allah.
3. Tidak perlu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari yang patut dipikirkan
Dengan kata lain, jangan sampai dikuasai nafsu. Tetapi, mencukupkan apa yang Tuhan berikan. Sehingga mampu mengusai diri menurut iman. Sebab apa yang ada pada kita adalah karunia Tuhan.
Kita hidup di dunia ini dengan segala keterbatasannya adalah menurut tugas dan panggilan yang Tuhan berikan kepada kita. Untuk itu, yang harus kita sadari adalah apa sesungguhnya rencana Tuhan dalam hidup kita.
Ketika kita telah memahami rencana Tuhan, maka hiduplah menurut rencana tersebut. Tidak perlu melihat, apalagi iri dengan yang lain. Sebab orang lain di sekitar kita juga dituntut pada hal yang sama, yaitu hidup menurut panggilan Tuhan kepadanya.
Sama seperti tubuh kita adalah satu, namun memiliki banyak anggota dengan tugas masng-masing. Demikianlah kita di dalam Kristus, hidup menurut tugas masing-masing. Namun semuanya adalah untuk kemuliaan Tuhan.
B. Contoh-contoh ibadah Kristen yang sejati
Talenta yang ada pada kita seperti bernubuat (memberitakan Firman Tuhan), melayani, mengajar, menasihati dan sebagainya. Hendaklah dilakukan dengan iman dan sungguh-sungguh.
Bila Tuhan mengaruniakan kepada kita sesuatu yang dapat menolong orang lain, maka lakukanlah dengan hati yang ikhlas. Jika dikaruniakan satu pekerjaan, maka lakukan dengan rajin dan tekun.
Demikian juga, bila diberikan hati untuk menunjukkan kemurahan dengan cara menolong orang lain, maka lakukanlah hal itu dengan sukacita. Itulah ibadah contoh-contoh ibadah yang sejati, yang harus kita terapkan.
Sama seperti pemimpin kita di negara ini (presiden dan wakil presiden Indonesia). Direktur perusahaan tempat kita bekerja, atau rektor dimana kita tengah melaksanakan kuliah. Mereka semua pasti memahami bahwa setiap apa yang dikerjakan adalah ibadah kepada Tuhan.
Oleh sebab itu, kita pantas memberi dukungan doa kepada mereka. Supaya apa yang mereka kerjakan sungguh-sungguh sesuai kehendak Tuhan. Amin

Posting Komentar untuk "Ibadah Sejati Dan Persembahan Kudus Kristen [Roma 12:1-8] "