Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 Hal Yang Disukai Tuhan Terkait Pertobatan Orang Berdosa [Lukas 15:7]

Ada kesamaan dari tiga perumpamaan yang dikatakan Tuhan Yesus dalam Lukas pasal 15. Yaitu perumpamaan tentang: 

  1. Domba yang hilang, 
  2. Dirham yang hilang, dan 
  3. Anak yang hilang, 

Ketiga perumpamaan tersebut selalu diakhiri dengan sukacita yang besar, setelah “yang hilang” itu ditemukan. Adalah sebagai gambaran sukacita di surga ketika seseorang bertobat. 

Pertanyaan, bagaimana Tuhan bisa bersukacita ketika seorang manusia bertobat?. Dia kan Allah yang bisa melakukan apa saja yang Ia kehendaki?. Misalnya, langsung mengubah manusia jadi baik dan penurut. 

Kalau kita bandingkan seperti di pabrik. Kalau ada barang produksi yang cacat, pasti langsung dibuang. Diganti dengan barang yang baru. 

1. Pertobatan dilakukan dengan serius

Allah mau mencari lebih banyak sosok seperti Paulus. Paulus tadinya sangat membenci nama-Nya, dan selalu memberontak kepada-Nya. Tetapi pada akhirnya bertobat dan menjadi rasul. 

Jadi, Allah lebih senang melihat sebuah pertobatan yang dilakukan secara serius, dibanding orang yang telah benar. Lalu, merasa sama sekali tidak memerlukan pertobatan lagi. 

Oleh sebab itu ayat hari menyatakan bahwa, “lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan” (Luk. 15:7).  

Jadi, agar Tuhan bersukacita tidak perlu sampai 99 orang, tapi cukup menemukan 1 orang yang bertobat. Jauh sekali bukan perbandingannya?.  

2. Pertobatan jangan pura-pura

Perkataan “kejutan” yang disampaikan Yesus dalam ayat hari ini, membuat rang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bungkam. Karena Yesus melihat kehidupan mereka memang selalu berpura-pura, penuh kemunafikan terutama dalam hal kehidupan beragama. 

Mereka tidak sadar Tuhan Yesus datang ke dunia demi mencari orang-orang berdosa. Agar diselamatkan. Dengan alasan apa?. Oleh karena kasih Allah yang sedemikian besar (Yohanes 3:16). 

Jadi, ibarat seekor domba yang hilang. Namun ditemukan kembali oleh sang gembala. Demikianlah orang berdosa di mata Tuhan sangat bernilai untuk diselamatkan. 

Di Israel waktu itu, ketika ada seekor domba terpisah dari kawanannya. Maka sang gembala akan mencari domba tersebut sampai ketemu. Dan, ketika domba itu terluka dan tidak dapat berjalan, Maka sang gembala akan memikul domba tersebut. 

Demikian juga dengan orang berdosa, yang terhilang dari Allah, yang tidak dapat menemukan jalan untuk bertobat dan berdamai dengan Allah. Akhirnya Yesus datang mencari. 

Pertanyaan, adakah upaya yang dilakukan oleh Tuhan Yesus pura-pura?. Kalau tidak, pantaskah orang yang berdosa melakukan pertobatan dengan cara pura-pura?.

3. Pertobatan tidak dilakukan instan

Ketika Allah saja sebagai “Pribadi yang disakiti” oleh orang-orang berdosa. Tetapi masih tetap bersukacita, karena ada orang bertobat dan berbalik kepadaNya. Mengapa sesama orang dosa malah mencela pertobatan orang lain?. 

Apakah kita layak menolak orang yang sudah bertobat dan bersedia mengikut Tuhan. Karena masa lalunya pernah pezinah, preman, menipu?.

Jika kita benar-benar mau surga bersukacita, maka kita harus menjangkau orang-orang yang dianggap rendah oleh masyarakat. Sekalipun dalam hati mungkin berkata, "susah!". 

Tetapi di saat kita bersedia menyangkal diri dan bersedia dipakai Tuhan, maka itu akan menjadi berita baik dan sukacita besar di surga. Toh, pertobatan itu tidak ada yang instan bukan?. 

Hendaknya sukacita dan keinginan Tuhan untuk menjangkau orang-orang berdosa, juga menjadi keinginan dan sukacita kita yang paling besar. Amin.


- Lampiran nas renungan

Lukas 15 ayat 7: “Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”

Posting Komentar untuk "3 Hal Yang Disukai Tuhan Terkait Pertobatan Orang Berdosa [Lukas 15:7]"