Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Antara Rasa Sayangya Tuhan Dan Kejahatan Manusia Yang Berulang [Yehezkiel 20:17]

Ada lirik lagu lama yang dinyanyikan oleh Yuni Shara yang memuat pertanyaan memilukan, “mengapa tiada maaf darimu?”. Lewat lagu tersebut digambarkan seseorang yang melakukan kesalahan kepada kekasihnya, tapi tidak dimaafkan. 

Kita bisa membayangkan betapa menyakitkan, bila telah minta maaf tapi tidak dimaafkan. Pasti ada beban berat, karena rasa bersalah selalu menghantui. Sementara, sisi lain hubungan kita dengannya tidak bisa pulih seperti semula. 

Parahnya lagi, jika orang tersebut sampai melakukan balasan. Tentu hubungan relasi sudah retak, komunikasi putus, dan tidak ada lagi damai. Singkat kata, memerlukan proses yang panjang untuk memulihkan. 

a. [Latar belakang] Ragam kejahatan bangsa Israel

Melalui ayat hari ini kita mendapat pelajaran iman, tentang hubungan antara umat Israel dengan Tuhan sangat intim. Dimana dalam perjalanan kehidupan mereka, anugerah dan pengampunan Tuhan selalu hadir. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Yehezkiel pasal 20, tentang rangkaian nubuatan baru.

Saat itu, sekelompok tua-tua Israel datang menemui Yehezkiel. Dengan tujuan untuk meminta petunjuk Allah. Namun, kepada mereka justru diperlihatkan kejahatan nenek moyang mereka, yang menyebabkan mereka dihukum Allah. 

Kejahatan bangsa Israel dipaparkan Allah dalam tiga tahapan sejarah, yakni: 

  1. Saat mereka di Mesir (Yehezkiel 20:5-9), 
  2. Saat mereka keluar dari Mesir dan berada di padang gurun (Yehezkiel 20:10-26), dan 
  3. Sesudah mereka menempati tanah Kanaan (Yehezkiel 20:27-32). 

Ketiga tahapan sejarah itu mengandung pola yang sama, yakni:

  • Kebaikan Allah yang memilih dan menyelamatkan Israel,
  • Dosa Israel berupa penyembahan berhala dan kehidupan yang bejat, hukuman Allah, 
  • Pernyataan kesetiaan Allah yang akan memulihkan bangsa Israel karena mereka adalah umat pilihan-Nya. 

Berdasarkan pola di atas Allah menyampaikan kepada para tua-tua, bahwa Yerusalem akan segera mengalami hukuman yang sama dengan nenek moyang mereka. Karena ketidaksetiaan mereka tidak mau bertobat dari penyembahan berhala (Yehezkiel 20:33-38). 

Namun walau demikian, Allah tidak selamanya membuang mereka. Allah akan memulihkan sekelompok sisa bangsa Israel, untuk menjadikannya umat yang setia kepada Allah dan melayani-Nya (Yehezkiel 20:39-44)

b. Kedaulatan Allah atas hidup manusia yang sementara

Pembaca Gembala Umat yang dikasihi Tuhan, dari pemaparan di atas kita dapat melihat adan perbedaan yang kontras, antara kedaulatan Allah yang kekal dalam mengendalikan sejarah manusia, dengan kehidupan manusia di atas bumi yang sementara. 

Ketika Tuhan membimbing mereka keluar dari Mesir, dan menuntun mereka menuju tanah yang subur dan makmur.  Tuhan memberi hukum taurat, dan meminta mereka untuk melaksanakannya. Namun mereka tidak mendengarkan dan melakukan ketetapan Tuhan. 

Sedemikian besar kesalahan orang Israel, tetapi Tuhan tetap menyayangi mereka. Seperti ditegaskan dalam ayat hari ini, Tuhan tidak tega membinasakan dan menghabisi mereka.

c. [Refleksi] Jangan mengulang dosa yang sama!

Karena waktu yang kita miliki di dunia ini sangat terbatas, maka kita diminta untuk tetap setia kepada Tuhan. Dengan cara tidak mengulangi dosa yang sama. Seperti yang dilakukan oleh orang Israel dahulu.

Sebagai bukti dari pengenalan kita akan kasih dan pengampunan Tuhan, kita juga dituntut memiliki jiwa dan semangat untuk mengampuni orang lain yang bersalah kepada kita. Untuk mewujudkan relasi yang baik tetap terjaga.

Untuk itu, kita harus hidup mengandalkan Tuhan dalam segala hal. Dan, terus berusaha setia pada kehendak-Nya dan menjauhi segala apa yang dilarang-Nya. 

Walau kadang ada perintah yang sulit kita taati, tapi tetaplah berupaya melaksanakannya. Karena Tuhan juga memberi hikmat dan kuasa dari Roh Kudus untuk menolong kita. Amin

- Lampiran nas renungan

Yehezkiel 20 ayat 17: "Tetapi Aku merasa sayang melihat mereka, sehingga Aku tidak membinasakannya dan tidak menghabisinya di padang gurun".

Posting Komentar untuk "Antara Rasa Sayangya Tuhan Dan Kejahatan Manusia Yang Berulang [Yehezkiel 20:17]"