Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terangnya Pelita Tuhan Menyinari Kehidupan Orang Percaya [2 Samuel 22:29]

Kutipan kitab 2 Samuel 22 ayat 29; "Karena Engkaulah pelitaku, ya TUHAN, dan TUHAN menyinari kegelapanku." Kata kunci dalam ayat ini adalah pelita dan menyinari. Sementara kata keterangan adalah gelap. Sedangkan pelaku utama Firman adalah Samuel, Raja Daud dan orang bangsa Israel.

Melalui ayat hari ini kita mendapat pelajaran dari perjalanan kehidupan Daud bersama kuasa Tuhan. Ada begitu banyak hal yang telah terjadi, dan yang dilaluinya. Baik dengan cara suka maupun duka. 

Nah, untuk menuangkan pengalaman tersebut, Daud mengutarakannya melalui sebuah syair lagu. Yaitu nas firman Tuhan yang kita baca saat ini, adalah bagian dari nyanyiannya tersebut. 

a. Aturan dasar dan janji Tuhan bagi orang percaya

Sebenarnya ada aturan dan janji Tuhan yang diberikan kepada Daud. Dalam pengalaman hidupnya adalah ibarat dua sisi koin yang tidak terpisahkan, antara sisi yang satu dengan yang lain. 

Maksud, Daud menceritakan bahwa segala perbuatannya ketika mengikuti aturan Tuhan, maka tidak akan pernah sia-sia. Dalam 2 Samuel 22:25 dikatakan bahwa, “Karena itu TUHAN membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, sesuai dengan kesucianku di depan mata-Nya." 

Sisi yang lain, bila perbuatan tidak mengikuti aturan Tuhan, maka akan mendapat konsekuensi. Dalam kalimat yang sederhana, akan selalu ada buah dari setiap perbuatan (ayat 25-28).

Sekarang, tergantung yang diperbuatnya itu benar atau salah. Bila benar, Tuhan berjanji akan memberi berkat yang berlimpah. Namun jika salah, akan mendapat hukuman yang berat. Itulah aturan dasar Tuhan yang berlaku dalam kehidupan orang percaya.

b. Cara Daud menghadapi berbagai tekanan hidup

Jika kita melihat bagaimana perjalanan kehidupan Daud lebih dalam, maka kita akan menemukan bahwa apa yang menjadi janji berkat Tuhan, tidaklah dengan begitu saja tersaji di hadapan Daud. Alias, harus melalui sebuah proses panjang.

Proses tersebut penuh dengan penderitaan serta pergumulan. Namun dari proses tersebut, Daud akhirnya dapat menyadari bagaimana peran serta Tuhan yang begitu besar atas hidupnya. 

Dengan jelas disaksikan Daud dalam 2 Samuel 22:29-30, dituliskan, “Karena Engkaulah pelitaku, ya TUHAN, dan TUHAN menyinari kegelapanku. Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dengan Allahku aku berani melompati tembok." 

Dari pernyataan tersebut terlihat jelas Daud harus menghadapi berbagai tekanan hidup, dan berusaha keluar dari penderitaannya. Namun, hal yang menarik dari kesaksiannya itu pula dikatakan, “Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dengan Allahku aku berani melompati tembok." (2 Samuel 22:30). 

Jadi, hidup di dalam aturan Tuhan bukan berarti kita serta merta lepas dari berbagai pergumulan hidup. Tetapi karena kita menjalaninya bersama Tuhan, maka semua pergumulan itu dapat kita lalui.

c. Kesempurnaan janji Tuhan bagi orang percaya

Dari kesaksian Daud ini, kita mendapat pengetahuan tentang karakter Tuhan sebagai Allah yang dengan teguh memegang janji-Nya. Apa yang menjadi janji-Nya pasti akan terpenuhi. Dalam ayat 31 di tekankan bahwa, “.... sabda TUHAN itu murni;" Apa yang Dia katakan pasti akan digenapi-Nya. 

Ibarat emas yang murni atau anggur yang murni, tanpa ada setetes pun kotoran atau campuran lainnya masuk. Sehingga apapun yang menjadi hak dari seorang yang hidup dalam aturan Tuhan, pasti akan diberikan tanpa ada sedikit pun yang kurang. 

Itulah sebabnya dikatakan bahwa jalan-Nya sempurna. Tuhan bukan memberikan kepada kita janji-janji yang kosong, atau hanya memberi "sedikit" dari begitu banyak persediaan janji-Nya. 

Melainkan, apa yang patut diterima seorang yang percaya kepada Tuhan, pasti akan diterimanya dengan sempurna dan pada waktuNya. Sebagaimana ditekankan dalam Efesus 3:20 dikatakan, “Bagi Dialah yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan...". 

Maka dari itu, bagaimana pun sikap dan tindakan yang akan kita lakukan dalam kehidupan ini, akan menuai buahnya masing-masing. Untuk menentukan porsi janji yang akan kita terima dari Tuhan.

D. Sinar terang Tuhan petunjuk jalan dalam kegelapan

Kita harus menyadari memang dalam hidup ini terkadang ada sisi gelap yang kita takutkan. Yang olehnya kita tidak sanggup melewati. Atau, yang membuat kita tidak tahu jalan kemana yang hendak dituju. 

Melalui nas hari ini kita diajak agar mengandalkan sinar terang Tuhan. Sebab hanya terang dari Tuhan saja senantiasa yang sanggup mengalahkan segala kegelapan. Dan "pelita" itu dapat kita peroleh melalui Firman yang tertulis dalam Alkitab.

Dengan demikian, karena kita mengandalkan Tuhan, maka tidak akan ada lagi kegelapan yang menjadi ketakutan, dan membuat kita khawatir. Selamat berjalan dan yakin akan terang dari Tuhan. Imanuel. Amin.

Posting Komentar untuk "Terangnya Pelita Tuhan Menyinari Kehidupan Orang Percaya [2 Samuel 22:29]"