Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Solusi Terbaik Disaat Lapar Dan Haus Rohani [Yohannes 6:35]

Semua pasti setuju rasa lapar dan haus pasti pernah dirasakan oleh setiap orang dalam perjalanan hidupnya.

Pertanyaannya adalah, apa yang diinginkan ketika lapar?. Maka jawabannya adalah “makanan.” Dan, apa yang diinginkan bila dalam keadaan haus?. Maka jawabannya adalah “minuman”. 

Makanan dan minuman secara duniawi memang dapat menjadi jalan keluar, pada orang yang mengalami rasa lapar dan haus. Namun fokus renungan hari ini bukan tentang hal-hal duniawi.

a. Paradigma yang salah tentang haus dan lapar

Fokus pembicaraan Tuhan Yesus seperti yang dituliskan dalam nas hari ini. Melalui perkataan, “Akulah roti hidup” sebenarnya hendak menekankan bahwa ada 2 jenis makanan di dunia ini, yakni: 

  1. Makanan jasmani, yang berfungsi mengenyangkan tubuh jasmani dan, 
  2. Makanan rohani yang berfungsi mengenyangkan tubuh rohani. 

Lalu sisi lain perkataan Yesus ini, juga hendak mengidentifikasi diri-Nya sebagai “Roti Hidup” yang datang untuk memberikan kekenyangan yang kekal. 

Mengapa Yesus perlu mengindentifikasi diri-Nya di hadapan orang banyak?. Nas ini merupakan bagian dari pengajaran Yesus kepada orang banyak, yang sedang menuju Kapernaum. 

Yesus mengindentifikasi diri-Nya, karena Ia melihat bahwa orang-orang yang mengikuti Dia hanya berfokus pada berkat jasmani, atau berharap akan mukjizat-Nya. 

Oleh sebab itu, Ia ingin mengubah paradigma mereka yang salah. Dengan cara memberitahu agar mengajar sesuatu yang kekal, bukan hanya apa yang terlihat di mata saja. Atau yang hanya membuat "puas" dalam waktu singkat.

b. Sumber pemenuhan rasa lapar dan dahaga

Realita kehidupan masa kini menunjukkan bahwa manusia seringkali tidak pernah merasa puas. Hal itu disebabkan karena salah mencari sumber pemenuhan dari rasa lapar dan dahaga. Yaitu hanya mengandalkan apa yang terdapat dalam dunia saja. 

Seperti disebutkan dalam perikop ini, Tuhan Yesus telah menuding kedangkalan hidup orang banyak yang orientasinya hanya perut. Maka, Dia mengajak mereka untuk menunjukkan hidup yang berorientasi pada hal-hal yang esensial, yaitu hal-hal yang dikehendaki Allah. 

Namun, lagi-lagi jawaban mereka adalah menunjukkan orientasi pada hal-hal lahiriah. Mereka mencari Dia bukan karena gerak hati (rohani), melainkan untuk kepuasan daging semata (jasmani). 

Dengan kata lain, mencari Yesus karena ada maksud terselubung, maksud yang didorong oleh hal kedagingan, rasa lapar, dan dahaga yang harus dipuaskan dan dengan sifat yang sementara. 

c. Cara memperoleh Roti Hidup sejati

Lalu, bagaimana dengan umat Tuhan sekarang?. Akankah kita datang kepada Tuhan karena didorong oleh maksud terselubung?. Atau benar-benar didasari oleh karena ketulusan hati?.

Jika karena maksud tertentu, apa bedanya kita dengan orang-orang banyak yang ada dalam perikop ini?. Yang selalu mengejar hal-hal duniawi. Dan, yang lebih memprioritaskan kelaparan jasmani, daripada kelaparan rohani. 

Pesan yang bisa kita ambil melalui nas ini ialah seperti besarnya hasrat kita mencari makanan dan minuman, ketika kita merasa lapar dan haus. Jawaban secara rohaniah, adalah mencari Yesus.

Yesus Kristus adalah solusi terbaik saat kita lapar dan haus dalam konteks kerohanian. Sebab hanya Dialah yang kita butuhkan selama menjalani hari-hari kita. 

Oleh sebab itu, Dia harus diundang masuk ke dalam hidup kita, untuk menghidupkan dan menopang kehidupan yang kita jalani. Dialah kebenaran dan Dialah jalan menuju kehidupan kekal. 

- Lampiran nas renungan

Yohannes 6 ayat 35: “Kata Yesus kepada mereka: ”Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.”

Amin.

Posting Komentar untuk "Solusi Terbaik Disaat Lapar Dan Haus Rohani [Yohannes 6:35]"