Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sosok Pemilik Dan Pemberi Keselamatan Pada Manusia [Kisah 4:12]

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), keselamatan adalah suatu keadaan aman, dalam kondisi yang aman secara fisik, sosial, spiritual, finansial, politis, emosional, pekerjaan, psikologis, ataupun pendidikan dan terhindar dari ancaman terhadap faktor-faktor tersebut. 

Keselamatan menjadi perhatian khusus dari kitab Kisah Para Rasul. Berawal dari seorang lumpuh dalam Kisah Para Rasul 3-4, yang diselamatkan melalui kesembuhan. Sedangkan nabi Zakharia berbicara tentang keselamatan sehubungan dengan pembebasan dari musuh bangsa Israel (Luk. 1 :71). 

Pun, terdapat dalam Kisah Para Rasul 27:31 menyebut kelepasan dari badai laut sebagai keselamatan. Kemudian, keselamatan juga diartikan sebagai terlepas dari pengadilan Tuhan (Kisah 2:21, 40). 

Selanjutnya, keselamatan juga memiliki makna  “agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan” (Kis. 3:19). Sesuai dengan ayat harian ini maka keselamatan  tersebut, hanya dapat terjadi dalam Kristus Yesus.

a. Buktinya Yesus sumber keselamatan 

Tuhan Yesus  sendiri  mengatakan: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh. 14:6).  

Yesus  adalah jalan kepada Allah karena Dia adalah kebenaran Allah dan hidup Allah.  Yesus adalah hidup. Yohanes mengatakan, “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia (Yoh 1:4). 

Dia memiliki hidup dalam diriNya sendiri. Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. (Yoh 5:26). 

Tuhan Yesus Kristus memiliki hidup dalam diriNya sendiri. Dia tidaklah bergantung kepada hal-hal yang di luar diriNya. Tanpa kita Dia tetap hidup. Tanpa alam semesta, Dia tetap hidup. Inilah artinya bahwa Kristus adalah hidup.

Dengan demikian kita mendapat penguatan melalui ayat harian ini, bahwa iman percaya kita di dalam Yesus Kristus adalah sebuah keuntungan dan kebahagiaan yang eksklusif.

b. Tanggungjawab penerima keselamatan

Keuntungan dan kebahagiaan yang kita terima dari Sang Pemberi keselamatan, harus kita jaga dan syukuri. Yaitu dengan senantiasa meneladani hidup, dan kebenaran yang telah diberikan oleh Tuhan Yesus. 

Keselamatan itu telah diberikan kepada kita secara cuma-cuma, dan menjadi pendorong bagi kita untuk bersaksi. Dengan memberitakan sukacita yang kita alami, karena keselamatan yang diberikan oleh Kristus. 

Kita yakin dan percaya, serta tidak perlu lagi mencari yang di dunia ini. Karena yang terbaik dan yang bisa menjamin keselamatan, sampai kepada kekekalan sudah diberikan kepada kita yaitu Yesus. 

Yang perlu kita kerjakan adalah memberikan bukti, bahwa yang terbaik dari Tuhan telah kita miliki. Sehingga kita pun akan memberikan yang terbaik kepada sesama, kepada dunia ciptaan Tuhan dan kepada semua mahluk. 

Ketika, pemberian Tuhan yang terbaik telah kita terima dari Allah di dalam Yesus Kristus. Maka kita sebagai anak-anak Allah, harus terus menerus akan memberitakan keselamatan tersebut. Selama Tuhan memberi waktu dan kesempatan kepada kita. Amin.


Lampiran nas renungan

Kisah Para Rasul 4 ayat 12: "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan". Amin

Posting Komentar untuk "Sosok Pemilik Dan Pemberi Keselamatan Pada Manusia [Kisah 4:12]"