Cara Membangun Relasi Yang Baik Dengan Tuhan Ternyata Begini [Lukas 8:21]
Peter Drucker seorang penulis, konsultan manajemen, dan “ekolog sosial.” pernah berkata bahwa, “Hal paling penting dalam komunikasi adalah mendengarkan apa yang tidak dikatakan”. Melalui pernyataan tersebut dapat kita artikan, bahwa mendengar menjadi salah satu aspek penting dalam relasi.
A. Cara mengawali dan syarat relasi
Banyak diantara kita yang sangat ingin menjalin relasi yang baik dengan Tuhan. Namun tak sedikit pula diantara kita yang diam tanpa upaya dan usaha, untuk mewujudkan relasi yang baik itu. Entah didasari oleh rasa tidak tahu bagimana caranya, atau memang karena enggan (masa bodoh).
Firman Tuhan hari ini mengajarkan tentang bagaimana caranya, agar kita bisa membangun relasi yang baik dengan Tuhan. Yaitu menjadi pendengar dan pelaku Firman Tuhan.
1. Mendengar dan memperhatikan
Saudara yang dikasihi Tuhan perlu kita ketahui, Yesus sangat mengenal orang-orang terdekatNya. Yaitu orang-orang yang menjalin relasi yang baik dengan-Nya dan dengan Bapa.
Saat Yesus populer karena pengajaran dan mujizat yang Ia lakukan. Banyak orang-orang datang berbondong-bondong menemui, dan mengatakan bahwa mereka adalah bagian dari keluarga Yesus.
Tapi saat itu, Yesus dengan tegas mengatakan, “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan Firman Allah dan melakukannya.”
Penggunaan kata “mendengarkan”, bisa kita bandingkan maknanya dalam bahasa Inggris. Ada 2 macam yang kerap dipakai, yaitu: Listen dan Hear.
Listen adalah kondisi mendengar dengan sengaja, dan penuh perhatian. Sedangkan, Hear adalah kondisi mendengar tanpa sengaja, dan sambil lalu, tanpa memberi perhatian.
Lalu mendengarkan yang dimaksud Tuhan Yesus dalam ayat ini adalah Listen. Sesuai dengan kondisi orang banyak yang mengikut-Nya pada saat itu. Mereka mendengarkan dengan penuh perhatian, dengan sengaja, bukan dengan sambil lalu.
2. Syarat menjadi pendengar yang baik
Kaitannya dengan "Listen" sebagai pendengar Firman Allah, memang sudah seharunya kita melibatkan hati dan pikiran, agar bisa fokus pada topik yang disampaikan. Sebagai bukti bahwa kita memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan.
Syarat berikutnya dalam nas ini Yesus mengatakan bahwa, "orang yang terdekat dengan-Nya (ibu atau saudara-saudaranya) adalah mereka yang mendengarkan firman-Nya".
Dengan pernyataan tersebut sebenarnya Yesus tidak bermaksud menghina, atau menyangkal ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya, dari sisi ikatan kekeluargaan/biologis.
Tetapi untuk menegaskan sebuah syarat, bahwa orang yang mendengarkan Firman adalah mereka yang siap/telah menjadi orang yang terdekat Yesus, yang melampaui sebuah ikatan kekeluargaan.
B. Tindak lanjut relasi yang baik
Setelah menjadi pendengar yang baik, sejatinya kita harus mampu sampai ke fase melakukan kehendak Tuhan. Karena kita adalah anggota keluarga dalam kerajaanNya. Maka apa yang diajarkan Yesus wajib kita lakukan dalam bentuk tindakan nyata.
Dengan kata lain, ketika kita mampu mengatakan bahwa kita adalah pengikut Yesus di tengah-tengah masyarakat. Karena telah membangun relasi yang baik denganNya. Maka kita juga harus mampu menunjukkan identitas kita. Bukan hanya sekedar tertulis dalam kartu kependudukan kita, tetapi yang paling terpenting adalah melalui sikap, karakter dan perilaku kita.
Sebab salah satu syarat menjadi bagian dari keluarga Kristus, adalah ketika seseorang yang senantiasa mendengar, serta melakukan Firman Tuhan dalam hidupnya sehari-hari. Dengan demikian ia layak disebut telah menemukan jatidiri seperti Kristus Yesus.
Lampiran nas renungan
Lukas 8 ayat 21; Tetapi Ia menjawab mereka: ”Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya”. Amin.

Posting Komentar untuk "Cara Membangun Relasi Yang Baik Dengan Tuhan Ternyata Begini [Lukas 8:21]"