Konsekuensi Menjadi Pengikut Kristus Yesus Dan Upah Yang Diperoleh [Matius 19:29]
Pasti ada konsekuensi untuk setiap pilihan yang kita ambil. Misal, ketika kita memilih hidup sehat, maka konsekuensinya kita harus disiplin beristirahat, mengonsumsi makanan dan minuman, serta berolahraga secara teratur.
a. Syarat dan upah menjadi pengikut Kristus
Jika kita memilih untuk bersahabat, maka konsekuensinya adalah memberikan waktu dan perhatian kita bagi sahabat kita. Jika kita memilih untuk bekerja, maka konsekuensinya adalah bertanggungjawab atas apa yang kita kerjakan.
Karena semua pilihan punya konsekuensi. Demikian pula halnya ketika memilih untuk mengikut Yesus. Konsekuensinya dituliskan dalam ayat hari ini. Yaitu meninggalkan:
- Rumah; tempat tinggal (kampung halaman),
- Saudara laki-laki dan/atau saudara perempuan,
- Bapa dan/atau ibu, dan
- Anak-anak dan/atau ladang.
Pembaca Gembala Umat yang dikasihi Tuhan, tentu tidak mudah melakukan 4 syarat diatas. Bagaimana mungkin kita meninggalkan segalanya demi mengikut Yesus?. Apa setimpal dengan upah yang akan diterima?.
Jawaban untuk pertanyaan pertama, sangat mungkin. Bukti konkritnya kita peroleh dari murid-murid Yesus. Sedangkan mengenai upah yang akan kita terima, disebutkan juga dalam ayat hari ini. Yaitu menerima kembali seratus kali lipat, dan bahkan akan memperoleh hidup yang kekal.
Berdasarkan hitungan matematis perhatikan korfisien perkalian, dikatakan 100x. Berarti, 100x nilai rumah yang Saudara tinggalkan akan diperoleh. 100x saudara laki-laki dan perempuan akan Saudara temui kelak. 100x banyaknya orang tua yang memberi Anda nasihat dan bimbingan. Dan, 100x banyaknya harta benda yang akan Tuhan berikan kepada Saudara. Luar biasa bukan?.
Bukan hanya itu, pada kalimat terakhir dikatakan pula. Saudara akan memperoleh tiket khusus untuk masuk dalam kerajaan sorga. Hidup kekal, damai tanpa ada ratap tagis dan air mata. Sebagaimana ditemui selama hidup di dunia.
b. Pengikut Kristus harus siap melakukan kehendak Allah Bapa
Sebenarnya, Tuhan Yesus bukan tidak memiliki dasar untuk setiap yang Ia katakan. Kita tahu bahwa Tuhan Yesus juga memiliki rumah, orang tua, dan saudara-saudara.
Tetapi di saat waktunya tiba bagi Yesus untuk melakukan pelayananNya, maka Ia betul-betul fokus. Dan meninggalkan semua yang ada padaNya, yang bersifat duniawi.
Sejenak kita kilas balik mengenai kisah Yesus yang tertlis di Injil Matius 12:46-50. Saat itu Yesus sedang berbicara dengan orang banyak. Lalu, ibuNya dan saudara-saudaraNya berdiri di luar, dan berusaha untuk menemui Dia.
Maka datanglah seseorang kepadaNya mengatakan, “Lihatlah, ibuMu dan saudara-saudaraMu ada di luar dan berusaha menemui Engkau.” (Matius 12:47).
Tetapi apa jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita tersebut kepadaNya?. Ia mengatakan, “Siapa ibuKu? Dan siapa saudara-saudaraKu?”.
Lalu, Ia menunjuk kepada murid-muridNya sambil berkata, “Ini ibuKu dan saudara-saudaraKu!. Sebab siapa pun yang melakukan kehendak BapaKu di sorga, dialah saudaraKu laki-laki, dialah saudaraKu perempuan, dialah ibuKu.” (Matius 12:49-50).
Dengan pernyataan tersebut, Yesus mau mengatakan bahwa perhatian kepada Bapa di sorga harus mendapatkan tempat yang paling utama. Jadi, bukan hanya sekedar mengejar status sebagai pengikut.
Makanya, Ia mengatakan, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33).
Artinya, jika kita masih belum menjadikan Tuhan dalam pusat perhatian, pikiran, dan perasaan kita. Maka dipastikan kita akan sulit memenuhi syarat-syarat yang diminta, untuk bisa mengikutNya.
- Lampiran ayat renungan
Matius 19 ayat 29: “Dan setiap orang yang karena namaKu meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.” Amin.

Posting Komentar untuk "Konsekuensi Menjadi Pengikut Kristus Yesus Dan Upah Yang Diperoleh [Matius 19:29]"