Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pentingnya Melakukan Transfer Aura Positif Untuk Sesama Setiap Saat [Filipi 4:8]

Memiliki aura atau pikiran positif sangat baik. Karena dapat menolong kita untuk menjaga diri, sekaligus mencegah tindakan yang kita lakukan kepada orang lain. 

Oleh sebab itu, mengisi pikiran dengan hal-hal yang positif sangat penting. Karena hal itu akan berdampak baik dalam kehidupan kita. Sebab berdasarkan hal-hal yang kita pikirkan, maka kita dapat menentukan sikap, perkataan dan tindakan. 

Singkatnya, bila dalam pikiran semua kita isi dengan hal-hal yang positif, tentu hal-hal yang positif pula lah yang akan terjadi bagi kita. Pun, bagi rang lain yang ada sekitar kita.

a. Cara unik mentransfer pikiran positif

Rasul Paulus saat itu memang berada dalam penjara di Roma. Namun, ia mencoba mentransfer aura positif bagi jemaat yang ada di Filipi. Yaitu dengan cara membangun jiwa semangat, dan sukacita dalam hidup mereka. 

Ia menasihati agar pikiran setiap orang percaya di isi dengan hal-hal yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar, bajik (baik) dan semua yang patut dipuji. 

Untuk memiliki pikiran yang selalu positif, tidak ada jalan lain kecuali harus taat kepada firman Tuhan. Kelanjutannya, ketika telah memiliki hal-hal positif semestinya ditindaklanjuti dengan memikirkan hal-hal yang benar. Artinya, segala sesuatu yang dapat dilakukan dengan baik dari sudut pandang Tuhan. 

Inilah uniknya rasul Paulus ketika melakukan transfer pikiran positif. Ia berkata, “Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,” (2 Kor. 10:5b). 

Menaklukkan pikiran kepada Kristus berarti kita mengisi pikiran kita dengan firman Tuhan setiap hari. Dengan firman Tuhan kita dituntun untuk selalu berpikiran positif. 

Itu berarti pikiran yang benar dan positif adalah modal bagi Tuhan untuk menyatakan kasih dan kuasaNya dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” (Flp. 2:5).

b. Cara menanggalkan pikiran negatif

Lawan kata berpikir positif adalah berpikir negatif. Berpikir negatif misalnya khawatir, takut, cemas, putus asa, dan sebagainya. Apakah hal-hal ini ada dalam diri kita?. Kalau masih ada, tanggalkan!.

Jangan biarkan Iblis menjajah dan menghancurkan hidup kita, dengan menebar hal-hal negatif di dalam pikiran kita. Maka kita harus melawannya. 

Sebab, jikalau pikiran negatif masih ada berarti kita tidak dapat menerima transfer aura positif dari orang lain. Demikian halnya kepada orang lain ketika kita ingin melakukan transfer aura positif, dipastikan tidak bakal berhasil dengan baik.  

Solusinya, bawa semua beban permasalahan kepada Tuhan. Kuncinya pada pikiran kita sendiri, bukan pada tangan orang lain. Sebab ada tertulis, “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.” (Ams. 23:7a). 

Oleh sebab itu, marilah belajar untuk mensyukuri segala berkat Tuhan yang ada pada kita. Yang akan membebaskan kita dari berbagai macam beban kehidupan, dan yang menjadi sumber kekhawatiran dan ketakutan kita. 

Dengan berpikiran positif berarti kita sedang mengaktifkan iman kita bekerja, sampai pada saat yang tepat pasti akan terjadi dan menjadi kenyataan. Karena itu, teruslah berlatih berpikir positif, agar hidup kita beroleh damai sejahtera serta berkat bagi sesama. 

- Lampiran ayat renungan

Filipi 4 ayat 8: “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” 

Amin.

Posting Komentar untuk "Pentingnya Melakukan Transfer Aura Positif Untuk Sesama Setiap Saat [Filipi 4:8]"