Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tema Pokok Pekerjaan Allah Sang Pencipta Kehidupan [Yehezkiel 18:21]

Tema utama pekerjaan Allah sejak penciptaan adalah kehidupan. Itulah sebabnya Ia menghembuskan nafas hidup ke dalam hidung manusia, sehingga manusia yang diciptakanNya menjadi makhluk yang hidup (bdk. Kej. 2:7). 

Hal tersebut tidak diperbuatNya kepada ciptaan yang lain. Tetapi hanya kepada manusia. Pun, setelah manusia yang diciptakanNya, jatuh ke dalam dosa melalui peristiwa di taman Eden. Ia tetap mengusahakan kehidupan yang baru lagi bagi ciptaanNya. 

a. Yesus Anak Allah yang hidup

Yesus, yang adalah Anak Allah, menjadi Penyelamat atau Penebus bagi manusia yang jatuh ke dalam dosa, sehingga setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (bdk. Yoh. 3:16). 

Kemudian, walau Yesus telah naik ke sorga, dan Roh Kudus turun ke atas para rasul. Sehingga kehidupan itu tetap menjadi tema pekerjaan Allah di dalam Roh Kudus. 

Mengenai hal itu rasul Paulus menuliskan dalam Roma 8:2, “Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.” 

Oleh karena itu, melalui Allah Tritunggal, kita bisa melihat bahwa tema pekerjaan, atau karya Allah dalam dunia ini adalah tetap tentang kehidupan. Hal ini pula yang disampaikan kepada kita melalui ayat hari ini, melalui Yehezkiel 18:21. Dampak dari hidup dalam kefasikan adalah kematian.

Oleh sebab itu Allah tidak ingin manusia mati sia-sia oleh karena dosa, melainkan hidup bahagia selama di dunia. Demikian pula kelak ketika masa penghakiman datang, seluruh umat manusia memperoleh kehidupan yang kekal di sorga.

b. Pengertian hidup dalam kefasikan

Apa itu fasik?. Fasik artinya tidak peduli terhadap perintah Tuhan, walau sebenarnya ia menaruh kepercayaannya kepada Tuhan. Namun dia tidak mau terlibat lebih dalam tentang apa yang dilarang, dan dikehendaki oleh Tuhan.

Hidup dalam kefasikan akan berakibat kematian. Oleh sebab itu, sebelum kematian itu terjadi kepadanya diberi waktu untuk bertobat. Jika ia bertobat, dengan cara meninggalkan kefasikannya. Serta kembali patuh kepada ketetapan Tuhan, maka ia pasti akan hidup. 

Maka, ada 2 hal yang mau disampaikan pada kita melalui ayat harian hari ini, yaitu: 

  1. Jika kita hidup dalam kefasikan, tinggalkanlah itu. Bertobatlah. 
  2. Jika kita tidak hidup dalam kefasikan. Maka ingatkanlah orang yang hidup dalam kefasikan, untuk meninggalkan kefasikannya (bertobat). 

c. Pentingnya pekerjaan Allah tetap berkesinambungan

Karena kita memberikan diri kita pada karya atau pekerjaan Tuhan, yaitu mengusahakan kehidupan. Begitu juga dalam pelayanan, kesaksian, dan persekutuan yang kita lakukan, usahakanlah agar terjaga kehidupan di dalamnya. 

Sebagai contoh, jika terdapat warga gereja melakukan pelanggaran, maka tugas kitalah untuk menuntunnya ke dalam pertobatan dan kehidupan, bukan justru menyudutkan dan menghakiminya. 

Penghakiman itu adalah milik Anak (Tuhan Yesus). Tapi sebelum penghakiman itu terjadi, Ia senantiasa memberikan kesempatan bagi kita. Untuk bertobat dan meninggalkan kefasikan kita. 

Yakinlah, Ia pasti menerima kita dengan segala kekurangan dan kelemahan kita. Ia tidak hanya menerima kita, melainkan memberikan kehidupan yang kekal. JanjiNya bagi kita semua melalui ayat hari ini. Mari kita hidupi. 

- Lampiran ayat renungan

Yehezkiel 18 ayat 21: “Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.” Amin.

Posting Komentar untuk "Tema Pokok Pekerjaan Allah Sang Pencipta Kehidupan [Yehezkiel 18:21]"