Perbandingan Antara Rencana Jahat Dan Perkataan Ramah [Amsal 15:26]
Kitab Amsal terkenal banyak menulis nasihat-nasihat kepada umat Tuhan. Intinya bertujuan agar umat menjadi orang-orang yang takut kepada Tuhan.
Beragam bentuk tulisan yang terdapat dalam Amsal yang menggambarkan bahwa seseorang telah hidup dalam takut akan Tuhan. Diantaranya adalah menghormati orang tua, mencari dan memperhatikan hikmat, berpegang pada didikan, menjauhkan bibir dari kefasikan dan kekejian dan lain-lain.
Bahkan, di ayat harian kita hari ini pun juga dinasihatkan pentingnya menjauhkan diri dari kejahatan dan orang jahat. Sebagai tanda hidup takut kepada Tuhan.
a. Rencana jahat berasal dari iblis
Tuhan membenci kejahatan. Oleh sebab itu, umat Tuhan yang tidak mau berhadapan dengan kemarahan Tuhan, harus menjauhkan dirinya dari segala bentuk kejahatan.
Selain dibenci, kejahatan juga kekejian bagi Tuhan. Sebab berusaha menghancurkan semua karya Tuhan, yaitu tatanan kehidupan yang baik dan cinta kasih.
Mengapa Tuhan menggap kejahatan adalah kekejian?. Kararena kejahatan adalah wujud dari rencana jahat yang dipikirkan oleh iblis.
Lalu, bagaimana mengatasi agar terhindar dari kejahatan?. Penulis kitab Amsal mengatakan agar kita mengucapkan kata-kata yang ramah. Sebab perkataan yang ramah itu sifatnya suci.
Ramah juga berarti sopan. Ramah itu baik hati, dan menarik budi bahasanya. Oleh sebab itu, keramahan selalu mendatangkan keuntungan. Dan meminimalisir kerusakan hubungan terhadap seseorang atau sesuatu.
b. Perkataan ramah berasal dari Tuhan
Apa keuntungan yang kita dapat, jika kita tetap mempertahankan hal-hal yang jahat dalam diri kita?. Bukankah itu bagaikan sampah yang kita bawa kemana-mana?. Sehingga membuat suasana menjadi tidak nyaman?.
Kita bisa hidup tidak jahat. Tanpa rencana jahat, dan tanpa melakukan kejahatan. Tetapi menjadi ramah. Caranya adalah dengan mengendalikan pikiran, dan perasaan kita. Yakinlah mampu melakukannya.
Keramahan bagaikan bunga segar yang menyebarkan wangi yang bisa dihirup siapa saja. Oleh sebab itu, kita harus bisa menaklukkan kejahatan, dengan cara tetap terus menebar keramahan kepada siapa saja.
Hal tersebut penting, karena kita pun pasti merasa senang jika orang lain memperlakukan kita dengan ramah. Misalnya, ketika kita hendak membeli sesuatu di toko atau di pusat perbelanjaan. Jika kita mendapatkan sambutan yang ramah dari penjual. Maka kita akan sangat senang.
Bisa jadi, kita tidak akan mau membeli barang yang dijualnya, atau jangan-jangan kita tidak akan datang kembali ke tokonya. Semua itu hanya karena kita diperlakukan tidak ramah.
c. Teladan yang paling ramah
Tuhan Yesus menjadi panutan bagi kita dalam menjauhi kejahatan, dan membuat lebih banyak keramahan. Sebab Ia pernah tidak menolak siapa pun yang datang kepadaNya, bahkan orang-orang yang dianggap berdosa pada saat itu.
Apa buah dari keramahan yang ditebar Yesus?. Orang-orang menjadi sadar akan dosanya, lalu bertobat, dan mengikuti Tuhan Yesus. Jadi, jika kita hidup ramah dan menjauhi kejahatan. Sesungguhnya kita sedang berada di jalan Tuhan.
Oleh sebab itu, berusahalah untuk ramah, karena dampaknya begitu berarti bagi diri kita maupun orang lain di sekitar kita.
- Lampiran nas renungan
Amsal 15 ayat 26: “Rancangan orang jahat adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi perkataan yang ramah itu suci.” Amin.

Posting Komentar untuk "Perbandingan Antara Rencana Jahat Dan Perkataan Ramah [Amsal 15:26]"