Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alasan Tambah Usia Belum Tentu Semakin Dewasa Dalam Iman [Lukas 2:49]

Yusuf dan Maria sangat gelisah dan khawatir, ketika mereka menyadari bahwa Yesus tidak lagi bersama mereka, saat perjalanan pulang dari Bait Allah di Yerusalem. Lalu, mereka kembali ke Yerusalem untuk mencari Yesus. Dan, mereka akhirnya menemukan Dia di Bait Allah, maka Maria berkata kepada Yesus, "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami?, bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau."  

Kemudian Yesus menjawab dengan cara yang sangat mengejutkan, "Mengapa kamu mencari Aku?, Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?",

Suatu jawaban yang nampaknya kurang sopan dari seorang anak kepada ibu yang melahirkannya. Namun, apakah Yesus memang seorang anak yang membangkang, dan tidak hormat serta patuh terhadap orangtuanya?. Tentu tidak!. 

Yesus adalah Tuhan yang penuh kasih. Memiliki karakter yang baik dan bijaksana. Dan menjadi teladan sejati bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

a. Ungkapan awal identitas resmi Yesus

Lukas memiliki alasan penting ketika menuliskan kisah masa kecil Yesus ke dalam pemberitaannya. Yaitu kisah tentang Yesus pertama sekali menghadiri Paskah di Yerusalem.  Pertumbuhan-Nya menjadi semakin dewasa, memberikan kesadaran bagi-Nya tentang jatidiri yang sebenarnya. 

Maka, dengan mengatakan, "Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?". Secara tidak langsung Ia ingin memberitahu kepada orang banyak tentang siapa Dia sebenarnya.

Hal ini diperkuat oleh momen kelahiranNya, dimana para malaikat sorgawi telah memproklamirkan bahwa Dia adalah Anak Allah (ayat 11). Untuk itu, saat Dia semakin bertumbuh dewasa, maka Dia menyatakan identitas resmi-Nya sebagai Anak Allah. 

Dia di utus untuk suatu misi khusus. Yaitu mengerjakan kehendak Allah Bapa. Jadi pernyataan, "Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?". Bisa diartikan sama dengan, "Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus mengerjakan pekerjaan  Bapa-Ku?".

b. Makna pertumbuhan dalam konteks Kekristenan

Pertumbuhan tidak dibatasi hanya kepada anak-anak, atau kelompok usia tertentu. Sebab kita semua berada dalam proses pertumbuhan, hingga saatnya tiba ajal menjemput. Oleh sebab itu, tidak mudah untuk melaluinya. 

Sesungguhnya konteks Kekristenan, bertumbuh berarti kita semakin dekat kepada Tuhan, dan datang kepada-Nya atau ke rumah-Nya. Untuk melakukan setiap perintah-perintahNya, dan menjauhi segala laranganNya.

Namun demikian, ada kalanya bertumbuh berarti meninggalkan masa lalu, menuju masa depan yang lebih baik. Untuk itu, bertumbuh sebaiknya selalu disertai dengan perubahan internal. 

Maksudnya perubahan disini adalah untuk menguji dan mengutamakan nilai, keimanan dan relasi dengan Tuhan. Supaya hidup kita menjadi lebih berarti dan bermakna. 

c. Pengertian dewasa dalam iman

Semakin dewasa berarti mengembangkan identitas tidak hanya secara lahiriah seperti pertalian keluarga, pekerjaan, dan latar belakang. Namun jauh lebih daripada sekedar hal-hal duniawi, yaitu menyadari kalau kita adalah Anak Allah. 

Penting diketahui, Yesus pada saat itu berusia 12 tahun telah mengalami pertumbuhan. Sebab pada usia tersebutlah Ia dicari oleh kedua orang tuaNya, ternyata berada di rumah Bapa. Rumah Bapa disini maksunya adalah Sinagoge.

Usia dan pertumbuhan bukanlah hal yang serupa. Pertambahan usia pasti kita alami semua, namun belum tentu bisa dianggap telah dewasa secara rohani dan jasmani. Sedangkan yang dimaksud pertumbuhan disini adalah gabungan antara bertambahnya pengetahuan rohani dan kedewasaan pemikiran.

Jadi, apakah kita telah bertumbuh?. Bentuk perubahan apa yang terjadi hari ini dibanding dengan tahun lalu?. Kemajuan apa yang anda peroleh dalam hal iman, antara 3 tahun lalu sampai dengan 10 tahun yang lalu?. 

Pesan nas hari ini, supaya kita merenungkana apa yang menjadi perioritas kita. Bertambah usia saja, atau bertumbuh supaya makin dewasa dalam iman dan kepercayaan kepada Tuhan?.

Untuk itu, marilah kita meneladani Yesus yang senantiasa dekat dengan Allah Bapa. Supaya kita dapat semakin bertumbuh dalam misi dan kehendak-Nya. 

- Lampiran nas renungan

Lukas 2 ayat 49: "Jawab-Nya kepada mereka: ”Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?". Amin.

Posting Komentar untuk "Alasan Tambah Usia Belum Tentu Semakin Dewasa Dalam Iman [Lukas 2:49] "