Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alasan Kuat Bahwa Iman Harus Disertai Perbuatan Nyata [Yakobus 2:17]

Berdasarkan Yakobus 2:17, maka Martin Luther pernah menyebut kitab Yokobus sebagai “surat sepele yang tepat.” Mengapa demikian?. Jangan berprasangka buruk iya.

Pendapat tersebut terlontar karena isi dan penjelasan ayat tersebut sudah sangat lengkap. Sehingga membuat kita mudah memahami makna, esensi, dan aplikasi iman sejati yang telah dianugerahkan oleh Allah bagi kita. 

Sisi lain berdasarkan ayat ini, Yakobus mengingatkan bahwa tanpa ungkapan kepedulian kepada sesama, iman itu mati dan tak berdaya. 

Jadi, orang yang memiliki pemahaman iman tanpa memperlihatkannya dalam tindakan dan perbuatan kasih yang nyata, sesungguhnya orang tersebut belum memahami dan menyelami, makna keselamatan yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus (Yakobus 2:14-17). 

Lebih jauh disebutkan bahwa; "percuma mengklaim iman pada fakta kebenaran tentang Allah atau tentang Kristus dan karya penyelamatan-Nya, sebab Iblis pun memiliki pemahaman iman yang sama bahkan ia gentar kepada Allah" (Yakobus 2:19)!.

Juga menyebutkan, "Tanpa ketaatan dan tindakan serasi dengan iman, sesungguhnya iman itu kosong atau mati adanya" (Yakobus 2: 17, 20).

a. Sifat dan esensi iman 

Kehidupan beriman yang dinamis akan tampak dari sikap seseorang terhadap sesamanya. Demikian pula sejatinya iman, akan terlihat pada sikap seseorang terhadap permasalahan lingkungan sosial. 

Statemen diatas mari kita uji dengan pertanyaan-pertanyaan berikut: 

  1. Pekakah ia pada kebutuhan sesama? 
  2. Pedulikah ia untuk ambil bagian dalam kehidupan bermasyarakat? 
  3. Ringan tangankah ia pada masalah sosial sehingga mau terlibat, setidaknya dengan menaikkan doa pribadinya?. 

Bila jawabannya IYA. Berarti orang tersebut telah memiliki iman yang murni dalam Kristus. Sehingga menghasilkan perbuatan nyata. Namun bila sebaliknya, berarti imannya mati. Jadi, tidak ada alasan untuk memisahkan antara iman dan perbuatan. 

Kita dapat pula memahami iman sebagai sumber daya imajinasi. Misalnya dalam penulisan sebuah buku yang kosong, kemudian dapat diisi dengan beragam kisah yang menyenangkan hati Tuhan. Kelak, Penulis akan tahu apakah buku itu telah bernilai sesuai dengan tujuan hidup pemiliknya, atau belum.

b. Hubungan iman dan perbuatan

Dalam praktek kehidupan sehari-hari, kita dapat memahami perbuatan sama seperti buah. Yang mana selalu ada pohon yang menghasilkannya. Demikian juga perbuatan, selalu ada iman di balik setiap tindakan yang dilakukan.

Apa yang kita kerjakan hari ini?. Apa yang membuat kita hari ini bergerak dan ingin selalu berjalan dalam sebuah tujuan yang pasti?. Selalu didasari oleh satu keyakinan di baliknya. 

Oleh sebab itu, kita dipersatukan oleh iman kepada Kristus, maka kita akan dibawa pada persekutuan yang begitu sempurna dengan Dia. Sehingga kita menjadi satu dengan Dia, dan kepentingan pun sesuai antara yang satu dengan yang lain. 

Ketika kita memiliki persekutuan dengan Kristus dalam kasih-Nya. Berarti apa yang Ia kasihi, kita kasihi juga. Bila Ia mengasihi semua orang, begitu juga kita sifatnya wajib. 

Jika Ia mengasihi para pendosa, maka kita pun demikian. Bila Ia mengasihi umat manusia yang binasa, dan rindu untuk melihat padang-padang gurun bumi berubah menjadi taman Tuhan. Begitu juga kita. 

Dalam hal persekutuan dengan Dia dalam keinginan-Nya. Bila Ia ingin memuliakan Allah, kita juga bekerja keras aga bisa memuliakan Allah. Bila Ia ingin orang-orang suci berada bersama Dia di tempat Dia berada, demikian kita pun ingin bersama Dia di sana. 

Terakhir, ketika Ia ingin agar nama Bapa dikasihi dan dipuja oleh segala ciptaan-Nya, maka kita akan  berdoa setiap hari, “Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di sorga.” (Matius 6:10)

c. Doa memohon kekuatan iman

Melalui ayat hari ini pertama sekali yang perlu kita lakukan adalah memohon penguatan iman kepada Tuhan. Sebagai berikut; "Tuhan, berikanlah aku iman, ya Tuhan berikan aku kasih-Mu dalam proses perjalanan Kekristenanku sehingga aku menjadi serupa dengan-Mu... 

...Terkadang aku berpikir, bagaimana mungkin Engkau dapat mengasihi aku pendosa besar ini, dengan kasih yang teramat dalam. Tetapi kebenaran-Nya demikian, maka dari itu ajari aku mengasihi sesama seperti kasih-Mu kepadaku...

 ...Iman yang benar selalu bertolak dari-Mu, karena rancangan-Mu dan kasih-Mu. Mampukan aku Tuhan, untuk seumur hidupku memuliakan-Mu dan dipuaskan oleh Kristus yang telah disalibkan itu...

...Sehingga sebagai murid-Mu aku memberitakan Engkau dan membawa orang-orang percaya lainnya bertumbuh bersama-sama semakin mengenal Engkau". 


Lampiran ayat renungan

Yakobus 2 ayat 17: "Demikian juga halnya dengan iman: Jika Iman tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati." Amin


Posting Komentar untuk "Alasan Kuat Bahwa Iman Harus Disertai Perbuatan Nyata [Yakobus 2:17]"