Puisi Natal Berantai Untuk 3 Orang Berjudul “Bayi Mungil Yesus”
Puisi berantai kalau dibawakan oleh orang yang tepat pasti sangat enak didengar. Tepat dalam hal ini berarti oleh orang yang benar-benar memiliki talenta untuk membawakan sebuah puisi. Misalnya dapat menjiwai kata per kata yang terdapat dalam puisi. Lalu disampaikan dengan nada yang relevan dengan makna kata tersebut. Sehingga tidak terkesan datar layaknya sedang membaca sebuah teks.
Kali ini Geembala Umat memodifikasi sebuah puisi Natal yang sebelumnya telah diposting pada sebuah situs. Agar bisa dibawakan oleh 3 orang anak sekaligus. Atau sering disebut puisi berantai. Dengan harapan ketika dijadikan sebagai pusisi berantai maka makna Natal semakin terasa bukan hanya bagi mereka yang membawakan puisi tersebut, tetapi termasuk kepada para pendengar (peserta yang hadir pada Natal).
Nama peserta dan teks puisi berantai
Misal nama-nama peserta puisi berantai adalah:
- Ira,
- Dina,
- Riris.
Maka penampilan dilakukan secara bergantian sesuai nomor peserta, dengan membawakan teks-teks puisi berikut:
(1)
Malam itu, bintang bersinar nan indah
Tidak seperti terang biasa...
Tapi pertanda Sang Juru Selamat lahir
Untukku, untukmu, untuk kita semua.
(2)
Malam itu, kala malaikat sorga bergirang
Tidak seperti sorak-sorai biasa...
Tapi pertanda orang Majus menyambut Sang Raja Damai
Untukku, untukmu, untuk kita semua.
(3)
Malam itu, pun para gembala bernyanyi merdu
Tidak seperti kidung pujian biasa...
Tapi untuk memuliakan Allah atas bayi yang dijanjikan
Untukku, untukmu, dan untuk kita semua.
(1)
Bayi mungil itu... Yesus
Lahir kudus dan sederhana,
Tapi anugerah terbesar bagi umat manusia
Agar selamat dari dosa yang melekat,
dan iblis yang mengikat.
(2)
Bayi mungil itu... Yesus
Sumber sukacita dan damai sejahtera abadi
Memanggil orang-orang agar percaya dan menerimaNya
Hidup dalam terang, menaikkan lagu-lagu pujian, serta mengucap syukur.
(3)
Bayi mungil itu... Yesus
Anak Tunggal Allah dari tempat yang maha tinggi
Penggenapan nubuat dalam kitab-kitab para Nabi
KedatanganNya nyata di bumi, di hatiku, di hatimu, di hati kita semua.
(1)
Bagaimana aku pantasnya berperilaku, dan bertindak iya Kristus Yesus
Agar terang bintang itu selalu menerangi langkahku?
(2)
Bagaimana aku pantasnya memilih kado Natal spesial untukMu Yesus
Agar damai sejahtera yang Kau bawa bersemayam dalam sanubariku?
(3)
Bagaimana aku pantasnya melantunkan kidung pujian indah untukMu Yesus
Agar HUT-Mu hari ini menjadi kemuliaan bagi Allah Bapa di sorga?
(1+2+3)
Berlapis kemeja baru,
Bersama papa, mama dan semua orang yang mengasihi aku
Aku menyambutMu bayi mungil
(1)
NamaMu indah
(2)
NamaMu kegiranganku
(3)
NamaMu dalam hatiku
(1+2+3)
Immanuel
Teknik pementasan puisi
Notasi (1+2+3) artinya puisi disampaikan secara bersama-sama oleh 3 orang peserta tersebut. Kemudian ketika tampil secara bergantian, maka orang yang membawakan puisi harus maju 2 langkah ke depan. Sehingga leluasa untuk mengekspresikan gerakan dan vocal. Demikian selanjutnya ketika telah selesai, ia kembali ketempat semula agar peserta yang lain bisa maju kedepan dengan 2 langkah pula.
Nah manakala pembacaan puisi dilakukan serentak, maka posisi peserta harus sejajajar. Atau, bisa juga dengan pola cekung. Artinya orang yang ditengah mundur 1 langkah, akan tetapi orang yang sebelah kanan dan kiri harus sejajar. Semoga bermanfaat, Tuhan Memberkati.
Sumber:
https://www.bola.com

Posting Komentar untuk "Puisi Natal Berantai Untuk 3 Orang Berjudul “Bayi Mungil Yesus”"