Makna Takut Akan Tuhan Dan Cara Melaksanakannya Dalam Hidup Sehari-hari [Amsal 16:6]
Yang dimaksud dengan kejahatan dalam ayat ini adalah pikiran, keinginan serta perbuatan yang sifatnya melawan Tuhan dan bertentangan dengan Firman Tuhan. Sehingga disebut dosa. Dan berdampak buruk bagi diri sendiri maupun untuk orang lain.
Kecenderungan yang ada dalam kehidupan dunia saat ini, harus kita sadari bahwa dunia dan segala keinginannya selalu berupaya untuk menyeret, dan menggoda kita untuk hidup dan kompromi dengan kejahatan.
Sebenarnya Tuhan telah memberi kekuatan dan daya tangkal kepada kita. Supaya tidak jatuh dalam dosa atau terjerumus dalam kejahatan. Dengan catatan seperti yang disebut dalam ayat hari ini, yaitu takut akan Tuhan.
a. Pengertian takut akan Tuhan
Takut akan Tuhan adalah salah satu motto kitab Amsal. Bertujuan untuk mengarahkan setiap orang kepada kehidupan yang lebih bermanfaat, berdampak dan berkenan kepada Tuhan.
Takut akan Tuhan merupakan kesadaran akan pentingnya kekudusan, keadilan dan kebenaran-Nya. Sebagai pasangan terhadap kasih dan pengampunanNya. Yaitu mengenal Dia dan memahami sepenuhnya siapakah Dia (bdk. Ams. 2:5).
Takut akan Tuhan berarti memandang Dia dengan kekaguman dan penghormatan kudus/suci, serta menghormati-Nya sebagai Allah. Karena kemuliaan, kekudusan, keagungan, dan kuasa-Nya yang besar dari selama-lamanya sampai selama-lamanya (Flp. 2:12).
Takut akan Tuhan adalah wujud ketakutan yang sehat. Artinya, manusia menghormati Dia, patuh dalam penghakiman-Nya atas dosa-dosa, berpegang pada Dia, mengenali Dia sebagai Tuhan yang Absolut dan memuliakan-Nya.
Takut akan Tuhan akan membawa manusia lebih dekat kepada Tuhan, bukan justru menjauh. Oleh sebab itu, 0rang-orang Kristen yang percaya pada Tuhan memilki rasa takut yang berbeda, dengan rasa takut yang dimiliki oleh orang di luar Tuhan.
Rasa takut yang dimiliki oleh orang percaya lebih mengarah kepada “penghormatan” akan Dia. Bukan takut karena adanya suatu “hukuman” yang menanti akan diterimanya.
b. Landasan pemikiran takut akan Tuhan yang benar
Banyak orang Kristen mempunyai persepsi yang salah tentang arti takut akan Tuhan. Kebanyakan orang Kristen mendefinisikan takut akan Tuhan atas dasar ketaatan melakukan perintah Tuhan. Dan taat melakukan perintah Tuhan karena takut pada hukuman.
Padahal takut akan Tuhan yang benar harus lahir karena hubungan antara Pencipta dan cipataan. Jadi, bukan karena rasa takut akan hukuman. Seharusnya, takut akan Tuhan juga bukan karena takut Tuhan marah bila kita tidak taat, melainkan kita takut karena Tuhan mengasihi kita.
Selain takut akan Tuhan, dalam ayat harian ini juga disebutkan akan pentingnya kasih dan kesetiaan yang dapat mengampuni kesalahan. Semua orang pernah melakukan kesalahan. Bahkan murid Yesus pun pernah melakukan di dalam hidupnya.
Oleh sebab itu, semua manusia tidak pernah lepas dari kesalahan. Sekalipun ia seorang yang baik, kaya, pejabat dan berpendidikan tinggi. Atau sebaliknya orang jahat, miskin, kuli dan tidak berpendidikan.
Akan tetapi, jangan jadikan itu sebagai alasan atau pembenaran diri untuk hidup selalu di dalam kesalahan. Serta bukannya belajar, malah semakin menumpuk kesalahan demi kesalahan. Akhirnya penyesalan muncul sementara tidak punya waktu lagi untuk memperbaikinya.
Apa yang bisa menyelesaikan kesalahan?. Jawabnya, hanya kasih dan kesetiaan pada Tuhan. Dengan cara ini kita semakin berhati-hati bertindak. Sehingga tidak melakukan kesalahan dan mengalami penyesalan.
c. Implementasi takut akan Tuhan
Takut akan Tuhan adalah fokus utama dari kitab Amsal ini. Karena orang yang takut akan Tuhan akan menjauhi dan membenci kejahatan dan kesalahan. Takut akan Tuhan harus menjadi sikap hidup yang mendasari semua perbuatan kita, karena Dialah yang memelihara kita.
Hanya dengan kasih dan kesetiaan Tuhan kita mendapat pengampunan dari Allah. Dosa yang berkuasa di dalam diri kita telah dihapuskan, dengan kematian Yesus di kayu salib karena kasih-Nya.
Karena itu, hiduplah di dalam takut akan Tuhan. Dari rasa takut itulah kita akan menjauhi kejahatan. Milikilah kasih dan kesetiaan Allah itu agar kita beroleh kehidupan yang kekal. Dan, jadilah umat tebusan yang sungguh-sungguh hidup di dalam takut akan Tuhan.
- Lampiran ayat renungan
Amsal 16 ayat 6: “Dengan kasih dan kesetiaan, kesalahan diampuni, karena takut akan Tuhan orang menjauhi kejahatan.”
Amin.

Posting Komentar untuk "Makna Takut Akan Tuhan Dan Cara Melaksanakannya Dalam Hidup Sehari-hari [Amsal 16:6]"