Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Meninggalkan Kebiasaan Buruk Dan Mempertahankan Kebiasaan Baik [Imamat 18:4]

Agar dapat sebuah tindakan yang baik menjadi sebuah kebiasaan, maka kita perlu melakukannya secara berulang-ulang. Sebaliknya demikian pula, jika kebiasaan buruk dilakukan terus menerus akan menjadi kebiasaan pula. 

Demikian juga yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, tanpa kita sadari telah melakukan banya hal yang didasari oleh kebiasan. Dan cenderung mengesampingkan apakah kebiasaan tersebut baik atau buruk. 

Itu sebabnya, ada opini yang mengatakan tidak mudah mengubah suatu kebiasaan yang sudah dilakukan lama. Analoginya, kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan adalah bagaikan jalinan benang yang tipis, yang terjalin semakin hari semakin kuat. Sehingga suatu saat benang yang tipis itu, akhirnya telah menjadi sebuah tali tambang kuat.

a. [Latarbelakang] Kebiasaan bangsa Israel masa lalu

Kebiasaan orang Mesir saat umat Israel mereka perbudak adalah hidup dengan menyembah berhala. Hidup tanpa moral yang baik, serta tidak mengenal keadilan. Siapa yang kuat maka dia yang berkuasa. 

Parahnya, kebiasaan buruk seperti free sex sudah menjadi kebiasaan mereka kala itu. Singkatnya, tidak ada batasan ketika melakukan sesuatu. Asalkan hal tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka. Alias tidak merugikan orang lain.

Kebiasaan-kebiasaan orang Mesir tersebut lambat laun mempengaruhi kehidupan bangsa Israel. Oleh sebab itu, Allah memberi ketetapan-ketetapan baru yang disebut Hukum Taurat. 

Supaya ketika mereka meninggalkan tanah Mesir menuju tanah Kanaan, semua kebiasaan tersebut harus mereka tinggalkan. Sekaligus memberi petunjuk tentang hal-hal yang seharusnya mereka lakukan. Sebagai tanda kesetiaan kepada Allah bahwa mereka adalah bangsa pilihan. 

b. Perintah Tuhan tentang kebiasaan buruk 

Sebagai umat Allah, Israel dituntut untuk hidup kudus. Artinya, seluruh aspek kehidupan umat harus sesuai dengan firman Allah. Peraturan ini sangat penting sekali karena mereka akan masuk ke tanah Kanaan, penduduk aslinya juga memiliki kebiasaan-kebiasaan yang sangat berbeda, dan tidak kudus (ayat 3). 

Dalam ayat 4, Tuhan menekankan bahwa bangsa Israel tidak boleh meniru gaya hidup dahulu ketika mereka masih berada di Mesir. Dan, juga tidak boleh meniru gaya hidup bangsa-bangsa Kanaan, tempat di mana mereka akan tinggal selanjutnya. 

Jadi pada intinya, Tuhan tidak ingin bangsa Israel mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Melainkan mulai melakukan kebiasaan-kebiasaan baru yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

Satu-satunya keinginan Tuhan adalah agar bangsa Israel melakukan peraturan-peraturan yang Tuhan berikan, dan juga berpegang pada ketetapan-ketetapan yang Tuhan berikan. 

Dengan demikian maka lambat laun kebiasaan orang-orang Mesir sirna dari tengah-tengah umat Israel. Dan, di tempat yang baru (Kanaan) pun mereka tidak mudah terpengaruh dengan kebiasaan-kebiasaan disana.

c. Cara Tuhan melenyapkan kebiasaan buruk Israel

Ketika umat Israel dalam perjalanan panjang menuju tanah Kanaan, sesungguhnya disanalah Tuhan berkarya melakukan penghapusan kebiasaan buruk, dan mental budak umat Israel. 

Kala itu, perjalanan ke tanah Kanaan mereka tempuh sekitar 40 tahun. Yang seharusnya dapat ditempuh dalam kurang dari 4 bulan. Akan tetapai sekali lagi, karena Tuhan punya rencana melakukan penghapusan kebiasaan buruk dan mental budak. Maka umat Israel hilang 1 generasi.

Artinya, umat Israel yang masuk ke tanah Kanaan adalah mereka yang lahir selama perjalanan (padang gurun). Sementara para orang tua, yang lahir di Mesir seluruhnya meninggal di perjalanan.

d. Cara mempertahankan kebiasaan baik

Menjadi pelajaran penting bagi kita untuk membangun kebiasaan baik, dan sesuai kehendak Tuhan. Yaitu harus dimulai dan dibangun sejak dini. Karena, bila kita terlambat melakukannya, maka kebiasaan buruk akan sangat sulit dihilangkan. 

Hari ini, bila ada kebiasaan buruk yang sudah sekian lama kita lakukan, mari ambil keputusan untuk menyingkirkannya. Dan mulai menggantinya dengan kebiasaan yang baru, yang menyenangkan hati Tuhan. 

Mungkin kehidupan kita saat ini, di zaman yang semakin berkembang ini, banyak orang di sekitar kita memiliki gaya hidup dan kebiasaan yang tidak sesuai dengan yang dikatakan oleh Tuhan. 

Jika saat kita dihadapkan dalam kondisi seperti itu, bagaimana reaksi kita?. Mampukah kita tampil berbeda, dan tidak mengikuti kebiasaan orang lain yang jelas-jelas bertentangan dengan Firman Tuhan?. 

Ingat janji Tuhan, bahwa ketika kita memilih untuk berpegang pada ketetapan dan peraturan Tuhan, maka Tuhan akan memberikan kehidupan kepada kita (ayat 5). 

Kehidupan tersebut tidak hanya berarti kehidupan yang kita alami di dunia ini, tetapi juga kehidupan kekal di surga kelak. Sehingga melalui apapun yang kita lakukan nyatalah bahwa Dia adalah Allah. 

Lampiran ayat renungan

Imamat 18 ayat 4: “Kamu harus lakukan peraturan-Ku dan harus berpegang pada ketetapan-Ku dengan hidup menurut semuanya itu; Akulah Tuhan, Allahmu.” Amin. 

Posting Komentar untuk "Cara Meninggalkan Kebiasaan Buruk Dan Mempertahankan Kebiasaan Baik [Imamat 18:4]"