Makna Status Anak Yang Disematkan Bagi Orang-orang Percaya [Galatia 4:7]
Status sebagai anak dalam sebuah keluarga tentu sangat berharga. Karena sebagai anak kita memiliki orang tua, atau saudara yang siap sedia akan memberi perhatian bagi kita. Di mana perhatian itu bisa dipraktikkan dalam berbagai momen dan bentuk.
Sebagaimana kita ketahui, seorang anak pasti tidak mampu melakukan suatu pekerjaan secara sempurna, jika tidak ada yang menolong. Dan, seorang anak tidak akan memiliki apapun kalau tidak diberikan kepadanya.
Juga, seorang anak bisa memiliki cita-cita yang tinggi masa depan. Namun tetap saja untuk mewujudkannya, ia harus bergantung kepada orang lain yang ada di sekitarnya. Mulai dari orang tua, saudara, kerabat, sahabat dan seterusnya.
a. Tanggungjawab sebagai anak-anak Allah sejati
Dalam kehidupan sehari-hari sebagai orang percaya, kita sering mengaku sebagai adalah anak-anak Allah. Namun status sebagai anak dalam kehidupan orang percaya ternyata tidak terwujud sama seperti yang diharapkan oleh Allah. Apakah hal itu layak?.
Jika Allah adalah suci. Maka anak juga seharusnya suci. Sehingga layak disebut sebagai anak Allah. Namun pada kenyataannya, dosa telah merusak semua tatanan kehidupan orang percaya. Sehingga terkesan hanya formalitas belaka. Alias tanpa melakukan pertanggungjawaban pada status mulia yang disandang.
Namun walau demikian, Allah tidak langsung menghukum. Melalui Hukum Taurat Ia menuntut perubahan besar, dengan cara membimbing umat hidup dalam kebenaran. Apakah hal itu berhasil?. Tidak.
Alkitab menceritakan bahwa manusia tetap jatuh dalam dosa. Sampai akhirnya Tuhan Yesus Sang Anak Tunggal datang untuk menebus kita dari dosa dan hukuman itu.
b. Anak Allah mendapat warisan yang kekal
Firman Tuhan hari ini memperjelas kepada kita bahwa kita adalah anak, bukan lagi hamba yang tidak bisa melakukan apa-apa, atau yang tergantung kepada seseorang.
Sebagai anak kita tentu akan selalu bergantung kepada Bapa, dan Bapa tahu apa yang kita butuhkan. Sebagai anak kita tentu melakukan yang terbaik seperti yang Bapa inginkan, yaitu kebenaran, keadilan, dan kebaikan.
Di samping itu Firman hari ini juga menegaskan, kita adalah ahli waris Allah. Yang akan menerima kehidupan yang sangat baik dan kehidupan yang kekal. Itulah status anak Allah yang sesungguhnya.
Sebagai anak Allah dan sebagai tubuh Kristus, tentu kita diminta untuk menunjukkan jati diri kita dalam setiap langkah kehidupan kita, baik itu di keluarga, di gereja dan di lingkungan sosial masyarakat.
Kita yang adalah ahli waris Kerajaan Allah harus menunjukkannya dengan cara yang tepat, sehingga itu menjadi kesaksian yang hidup bagi orang di sekitar kita. Itu adalah salah satu cara kita mengucap syukur akan kebaikan Tuhan Yesus yang sudah menebus kita.
c. Lampiran nas renungan
Galatia 4 ayat 7
"Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah." Amin.

Posting Komentar untuk "Makna Status Anak Yang Disematkan Bagi Orang-orang Percaya [Galatia 4:7]"