Cara Yang Tepat Menyaksikan Iman Kepada Orang Lain [Mazmur 96:3]
Bacaan hari ini diambil dari kitab Mazmur 96 ayat 3; “Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa.”
Kita mulai dengan kajian tekstual. Perhatikan kata "kemuliaanNya" dan "perbuatan-perbuatanNya". Adalah 2 kata yang saling berkaitan dan saling menguatkan.
Kemuliaan Tuhan ditujukan secara umum untuk diberitakan, yaitu kepada bangsa-bangsa. Sementara perbuatan-perbuatan Tuhan ditujukan secara khusus, yakni kepada suku-suku yang terdapat pada bangsa-bangsa.
Artinya ada kesinambungan pemberitaan yang harus dilakukan. Yaitu bukan saja pada lingkup yang luas dan secara garis besar, akan tetapi juga pada lingkup yang spesifik dan secara detail.
a. Ragam alasan agar tidak bersaksi
Ada banyak orang Kristen yang merasa bahwa bersaksi tentang imannya kepada orang lain adalah merupakan suatu pekerjaan yang sulit. Dan, ada saja yang mempertanyakan mengapa hal tersebut harus dilakukan.
Bagi yang menggap bersaksi adalah hal sulit, mereka umumnya beralasan belum menguasai sepenuhnya metode bersaksi, dan belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang hal-hal yang berkaitan dengan keimanannya.
Selain itu ada juga yang merasa kurang berani menyaksikan imannya, terlebih di tengah-tengah orang yang belum mengenal Kristus. Atau, minder karena merasa bahwa pengikut Kristus merupakan kelompok minoritas di tengah-tengah golongan mayoritas. Maka dianggap perlu menjaga status atau jabatan untuk menjaga perasaan orang yang tidak seiman dengannya.
b. Cara mudah menyaksikan iman kepada orang lain
Sesungguhnya ada banyak kesempatan bagi kita untuk bersaksi tentang iman. Dan menunjukkan kepada orang lain bagaimana kebaikan dan kasih Kristus yang sesungguhnya.
Sebenarnya untuk memberitakan Kristus kepada orang lain bukanlah suatu pekerjaan yang sulit. Melainkan sebaliknya, sangat sederhana dan mudah.
Misalnya menunjukkan perilaku yang baik kepada orang lain ketika kita berinteraksi dengan mereka. Bersikap mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri. Seperti yang sudah diteladankan oleh Kristus.
Contoh lain adalah mengucapkan kata “God Bless You” kepada semua orang yang berjumpa dengan kita. 3 kata ini sangat sederhana namun kita tahu apa hasil dari kata-kata tersebut. Adalah mengingatkan pendengar pada Tuhan. Dan menyadari betapa besarnya kebaikan Tuhan pada manusia.
Kemudian, misalnya menunjukkan senyuman kepada orang yang berjumpa dengan kita. Hal ini akan menyadarkan mereka tentang keindahan hidup seorang Kristen.
Itulah beberapa contoh sederhana bagaimana kita menceritakan kemuliaan Tuhan kepada semua orang, dan perbuatan-pernbuatan-Nya yang ajaib. Seperti dinyatakan oleh nas bacaan ini.
c. Hal-hal yang perlu dihindari saat menyaksikan iman
Kita tidak perlu bersaksi kepada orang lain dengan cara berkhotbah. Lengkap dengan penjelasannya seperti dalam ibadah di gereja. Tapi cukup menunjukkan cara hidup melalui sikap yang baik di tengah-tengah kehidupan sehari-hari.
Hal yang demikian sesungguhnya adalah mimbar yang hidup. Yang dapat memberkati orang lain dan takjub akan sikap yang terpancar dari diri kita selaku pengikut Kristus.
Jadi, sekali lagi memberitakan kemuliaan dan kebaikan Tuhan kepada semua orang, dengan menunjukkan sikap dan perilaku serta perkataan yang baik adalah cara yang sangat luar biasa. Untuk membagikan dan menyaksikan keimanan kita. Hal itu sangat sederhana namun sarat makna.
d. Dampak positif bersaksi dengan cara praktik
Kita dapat membayangkan bagaimana kehidupan masa kini akan berlangsung, jika kita semua melakukan dan mempraktikkan hal-hal yang sederhana seperti dijelaskan diatas secara kontiniu.
Bagaimana jika kita di tengah-tengah kesibukan yang padat, dan jadwal yang berjubel rela sedikit mendahulukan orang lain. Bagaimana jika kita mau menolong orang yang sudah tua membawakan barang belanjaannya ke dalam kendaraannya. Atau, membelikan minuman bagi orang yang sedang mengantri di belakang kita?.
Bagaimana dengan saudara?. Apakah sudah siap memulai pekerjaan yang baik di dalam nama Tuhan Yesus?. Atau, apakah masih menyimpan alasan untuk menunda?.
Sekarang adalah waktu yang tepat untuk memberitahukan bagaimana baiknya Tuhan kepada orang lain. Cukup dengan perbuatan. Tidak perlu kata-kata.
Mulailah bersaksi dengan menunjukkan sikap baik, senyum, selalu menolong dan seterusnya. Itulah cara yang tepat untuk bersaksi; menyebarkan kasih Allah kepada semua orang yang kita jumpai sehari-hari. Amin.

Posting Komentar untuk "Cara Yang Tepat Menyaksikan Iman Kepada Orang Lain [Mazmur 96:3]"