Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teladan Seorang Perempuan Tangguh Mencari Kesembuhan Saat Sakit Pendarahan [Markus 5:28]

 

Bapa, Ibu, Saudara/i pembaca Gembala Umat yang terkasih dalam nama Kristus Yesus. Pernahkah anda sebentar merenungkan dalam hidup ini, mengenai yang menjadi harta paling berharga yang Tuhan titipkan bagi kita?. Jawabnya apa?. Singkat. Yaitu kesehatan. 

Pernahkah kita berpikir bagaimana perasaan orang-orang yang pada saat ini tengah berjuang untuk melawan rasa sakit?. Atau, jangan-jangan diantara saudara ada yang sakit, dan berjuang untuk pulih kembali?. 

a. Dilematika persoalan hidup orang percaya

Penting kita tanamkan dalam hati bahwa tetap berpengharapan dan bersyukur pada Tuhan. Adalah satu tindakan yang baik, dan diharapkan dari orang-orang Kristen. 

Betul ada cobaan bagi tiap-tiap manusia, dan porsinya pasti berbeda-beda. Mengenai hal ini harus kita camkan pula dalam hati, bahwa cobaan atau permasalahan hadir sebagai media pengerat hubungan dengan Tuhan. 

Awalnya mungkin sangat sulit untuk menjadikan masalah sebagai media pengerat hubungan dengan Tuhan. Karena masalah hadir cenderung secara tidak karuan. Alias diluar prediksi. Akhirnya membuat kita semakin dari Tuhan. Dan tidak mengakibatkan peningkatan iman percaya kepada Tuhan. 

Kadang kita juga merasa tidak ada habis-habisnya kita dibenturkan, dengan berbagai macam persoalan yang datang sekaligus. Sementara pada saat yang sama merasa Tuhan terlalu sibuk, sehingga tidak mendengar jeritan pertolongan yang kita sampaikan. Akibat, seolah tiada jalan keluar bagi kita dari masalah yang terjadi. Lalu, meyerah dan putus asa.

b. Kisah seorang perempuan tangguh yang ingin pulih

Dalam hidup ini, kita tidak selalu bisa mengambil kendali terhadap apa yang terjadi. Terutama dalam hal kesulitan-kesulitan, misalnya sakit penyakit. Tetapi, kita selalu bisa mengendalikan cara untuk merespons, atau bertindak mencari solusi atas segala hal yang kita alami.

Melalui bacaan ini, kita melihat seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan. Ia kehabisan harta benda untuk berobat kepada tabib. Tapi, semuanya tidak berhasil. Sebaliknya, keadaan si Perempuan justru semakin memburuk. 

Atas keadaan tersebut, apakah dia meyerah dan putus asa?. Tidak!. Dia seorang perempuan tangguh, bukan perempuan manja dan malas. Semangatnya untuk sembuh semakin berapi-api. Pertanda dalam benaknya tetap ada pengharapan, sekalipun belum diketahui kapan dan dengan metode apa. 

Sampai suatu waktu, ia mendengar kabar tentang Yesus. Perempuan itu semakin bersemangat untuk mendekati Yesus, walau di tengah kerumunan orang banyak. Ia berusaha menembus segala tantangan beserta resikonya, mengingat ia menderita penyakit yang kala itu dianggap najis. 

Tindakannya ini sebenarnya melanggar aturan (Hukum Taurat), yang bisa membuatnya kehilangan nyawa. Tetapi dengan segala daya dan upaya ia meraih Yesus. Pikirnya, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” 

Benar saja, ketika menjamah jubah Yesus pendarahannya berhenti. Dan, ia sembuh. Atas tindakan tersebut, Yesus berkata bahwa imannya telah menyelamatkan, dan memproklamasikan kesembuhannya. Luar biasa!. Puji Tuhan.

c. Proses penyembuhan harus didasari oleh iman percaya

Dunia mengajarkan untuk percaya, jika dapat melihat dan merasakan. Sedangkan, cara Tuhan berbeda. Tuhan mengajarkan, kita akan melihat ketika kita percaya. Perbedaannya adalah terletak pada definisi iman.

Percaya terlebih dahulu di dalam hati sebelum melihat bukti dengan mata jasmani, membutuhkan respons aktif dari kita untuk mengalami perubahan, dan kuasa Tuhan bekerja. 

Pemikiran tidak peduli seberapa mustahilnya situasi, seberapa buruk dan hancurnya keadaan, seberapa banyak kegagalan di sana-sini, seberapa habis upaya yang telah dikerahkan walalu tiada yang berhasil. Tuhan ingin kita bergerak ke arah-Nya, melangkah dan bertindak. 

Karena itu Bapak, Ibu, Saudara/i yang terkasih, apapun masalah yang anda alami saat ini tetaplah yakin dan percaya pada kuasa Tuhan. Pada waktuNya akan berakhir indah. Seperti kisah seorang peremuan tangguh diatas.

Ia akan berikan pemulihan, kesembuhan total, serta kekuatan penuh sebagai bekal untuk menaklukkan masalah yang akan datang. Sekaligus sebagai bukti bahwa sejatinya iman kitalah yang menyelamatkan kita. 

- Lampiran ayat renungan

Markus 5 ayat 28: “Sebab katanya: ”Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Amin.

Posting Komentar untuk "Teladan Seorang Perempuan Tangguh Mencari Kesembuhan Saat Sakit Pendarahan [Markus 5:28]"