Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alasan Mengapa Perempuan Tidak Boleh Manja Dan Lemah [Ulangan 28:56]

Dalam kitab Ulangan 28, dituliskan tentang penyampaian berkat dan kutuk, dari Tuhan kepada bangsaNya, melalui Musa. Selengkapnya terbagi menjadi 3 bagian, yaitu:

Bagian pertama, yaitu ayat 1-14, dituliskan mengenai berbagai jenis berkat yang dapat diterima bangsa itu dari Allah. Asalkan bangsa itu mendengarkan suara Tuhan, dan melakukan perintahNya dengan setia. 

Bagian kedua, yaitu ayat 15-46, dituliskan tentang berbagai jenis kutuk yang dapat datang dan mencapai bangsa itu. Jika mereka tidak mendengarkan suara Tuhan, dan tidak melakukan perintah serta ketetapanNya. 

Lalu bagian ketiga, yaitu ayat 47-68, dituliskan kembali tentang kesulitan dan kepahitan yang akan didapati bangsa itu. Karena menolak menjadi hamba Tuhan, dan tidak setia melakukan segala perkataan hukum Taurat.

a. Sikap manja menurut perspektif Kristen

Akibat ketetapan tersebut, salah satu pihak yang menerima kesulitan dan kepahitan adalah perempuan yang lemah dan manja. Kesulitan dan kepahitan itu dialaminya oleh karena kemanjaannya yang membuatnya tidak mau menjejakkan telapak kakinya ke tanah. 

Apa maksud “tidak mau menjejakkan telapak kaki ke tanah?” Maksudnya adalah malas. Jadi sikap manja sama dengan malas. Bahaya bukan?. Bahaya apa?.

Dari seorang yang manja, kita tidak akan mendapatkan apa-apa yang menjadikan hidup kita diberkati oleh Tuhan. Justru sebaliknya, bisa menimbulkan kerugian, bahkan keributan. Karena tidak ada keseuaian antara sikap dan perbuatan.  

Kerugian siapa?. Tentu pada setiap orang yang terlibat dengan seorang perempuan manja. Lalu pertanyaan kedua, keributan dengan siapa?. Dalam ayat ini disebut suami dan anak-anaknya. 

Suami dan anak-anak disini adalah perwakilan orang-orang yang berinteraksi secara langsung, intim, dan intens dengannya. Seperti orang tua, kerabat bahkan rekan kerja.

b. Orang manja dan malas tidak mampu melayani Tuhan maksimal

Pembaca Gembala Umat yang dikasihi Tuhan, poin apa yang dapat kita petik dari bacaan ini?. Ataau, jangan-jangan anda tergolong salah satu perempuan yang masih memiliki sifat manja dan lemah?. 

Pesan ayat hati ini, tinggalkan sifat manja dan lemah. Orang manja adalah orang yang selalu ingin dilayani, tanpa mau melayani. Bagaimana mungkin itu bisa terjadi bagi seorang pengikut Kristus?. Kita adalah pelayan Tuhan. 

Sebagai pelayan Tuhan kita dituntut memiliki inisiatif tinggi dan rajin. Supaya perlayanan kepada Tuhan, serta kepada sesama dapat terealisasi dengan sempurna.

Jikalau hal itu tidak mampu anda penuhi, bersiaplah untuk merasa kesal. bahkan benci terhadap orang lain. Karena mreka telah berlari jauh melakukan pelayanan, sementara anda ketinggalan akibat kemanjaan dan kemalasan. 

Kaitannya dengan sifat lemah. Orang lemah adalah orang yang selalu membutuhkan pertolongan dari orang lain, tanpa pernah bisa melakukan hal yang sama kepada orang lain. Bangaimana hal itu dibenarkan kaitannya dengan Kasih Tuhan?. Bukankah kita harus melakukan lebih dulu.

Lalu, bila kita hanya berharap tanpa melakukan lebih dulu, bukankah hal itu juga menimbulkan rasa kesal/benci?. Oleh sebab itu, stop ingin selalu diperhatikan dan dilayani. 

Jauhkanlah sifat manja dan malas sekarang juga. Karena sifat demikian tidak berkenan dihadapan Tuhan. Serta tidak mendapat kebahagiaan, dan berkat yang berlimpah dari Tuhan.

- Lampiran ayat

Ulangan 28 ayat 56: “Perempuan yang lemah dan manja di antaramu, yang tidak pernah mencoba menjejakkan telapak kakinya ke tanah karena sifatnya yang manja dan lemah itu, akan kesal terhadap suaminya sendiri atau terhadap anaknya laki-laki atau anaknya perempuan,” Amin.

Posting Komentar untuk " Alasan Mengapa Perempuan Tidak Boleh Manja Dan Lemah [Ulangan 28:56]"