Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Awal Mula Pujian Yang Tulus Muncul Kepada Tuhan Ternyata Ini [Mazmur 147:7]

Kompasiana pernah menulis artikel tentang manfaat bernyanyi bagi mental, yaitu mampu membuat Anda menghilangkan rasa malu, dan meningkatkan rasa percaya diri. Bernyanyi juga mampu membantu Anda menghilangkan rasa cemas/khawatir, bahkan lupa sejenak dengan persoalan hidup. 

Karena bernyanyi merupakan salah satu proses menyatakan isi hati dan pikiran secara jujur, untuk mewakili diri sendiri, orang lain yang mendengar, atau orang yang menciptakan syair nyayian. 

Oleh sebab itu bernyanyi dianggap mampu menenangkan batin, meningikatkan kecerdasan, serta membantu mengontrol dan mengolah emosi. 

a. Latar belakang

Mazmur 147 yang ditulis oleh raja Daud ini juga merupakan ungkapan isi hati dan pikiran penulis. Mazmur ini ditulis pada saat bangsa Israel membangun tembok Yesusalem, di mana berkumpul orang-orang yang dulunya dalam pelariaan pada masa pemerintahan raja Saul. 

Kita dapat membayangkan perasaan mereka yang dulu ketika dalam pelarian. Tapi sekarang dapat berkumpul kembali, untuk membuat satu karya yang berguna demi kerajaan. Oleh sebab itu, mereka memuji Tuhan dengan penuh sukacita. 

Memuji Tuhan seperti yang dilakukan umat Israel adalah respons yang pantas ditiru. Sebagai ungkapan rasa syukur atas kasih karunia Tuhan. Lebih spesifik bagi Daud karena telah menerima keselamatan dari Tuhan selama pelarian. 

b. Awal mula pujian yang tulus muncul

Pada praktiknya, sering muncul respons yang tidak wajar. Yaitu keluhan atau bahkan protes kepada Tuhan atas apa yang tengah dihadapi. Sehingga tidak sempat mengungkapkan rasa syukur melalui sebuah kidung nyanyian. 

Keluhan atau protes ini biasanya muncul karena cara pandang kita terhadap kehidupan keliru. Bahkan boleh disebut sebagai anak Tuhan, kita tidak mengerti sama sekali apa rencana Tuhan dalam diri kita.

Di satu sisi, mungkin kita mengakui bahwa Allah itu baik dan Mahakuasa. Akan tetapi, saat menghadapi kenyataan hidup yang tidak menyenangkan, kita meragukan kebaikan Allah dan ragu akan kemampuan Allah memberi yang terbaik bagi diri kita. 

Kesalahan cara pandang yang lain adalah kita terlalu berharap pada orang lain, yang kita anggap lebih kaya dan lebih pandai daripada diri kita. Sisi lain, kita lupa untuk berharap kepada Tuhan. 

Padahal kebahagiaan sejati hanya bisa dirasakan oleh orang yang berharap kepada Allah (Mazmur 146:5). Dan, pujian yang tulus akan otomatis muncul, bila rasa syukur bertumbuh (Mazmur 147:7). Oleh sebab itu, Allah tidak suka bila kita berharap bukan kepada Dia.

c. Cara menciptakan damai sejahtera melalui nyanyian 

Sekarang mari melakukan refleksi dari ayat renungan ini. Apakah kita merasa bersyukur atas keadaan kita sekarang, atau sebaliknya?. Apakah kita merasa tidak puas terhadap kehidupan yang sedang kita jalani?.

Bila kita tidak puas, mungkin saudara masih belum menyadari bahwa sesungguhnya Allah telah berkali-kali menolong anda  melewati bahaya. Dan, Allah telah berkali-kali memenuhi kebutuhan anda saat kita menghadapi jalan buntu. 

Lalu, bila saudara belum bisa melihat kebaikan Allah. Mungkin anda belum membuka mata lebar-lebar, untuk bisa melihat karya Allah dalam hidup anda yang sering tidak anda sadari.  

Pesan renungan ini, supaya kita bersandar hanya pada Allah. Dam, semakin sering membiasan diri menyanyikan nyanyian syukur kepada Tuhan. Ketika hal itu kita lakukan, maka kita akan damai sejahtera. Ketika perasaan sudah damai sejahtera, maka sukacita surgawi senantiasa bersama kita.

- Lampiran nas renungan

Mazmur 147 ayat 7: “Bernyanyilah bagi Tuhan dengan nyanyian syukur, bermazmurlah bagi Allah kita dengan kecapi!” Amin.

Posting Komentar untuk "Awal Mula Pujian Yang Tulus Muncul Kepada Tuhan Ternyata Ini [Mazmur 147:7] "