Cara Tuhan Allah Menegakkan Keadilan Dan KebenaranNya Sejak Dahulu [Yesaya 61:11]
Kita dapat belajar dari Alkitab bahwa kehidupan ini tidak bisa terlepas dari kebaikan dan kemurahan Allah. Sebab kita tidak akan mampu mengangkat diri dari keterpurukan, dan dari hukuman akibat dosa yang kita perbuat tanpa peran Allah.
Pembuktian akan hal itu dapat kita ketathui melalui kesaksian Alkitab. Yaitu ketika Allah mengangkat bangsa Israel jadi umat pilihan. Lalu, karena kasih setiaNya juga bangsa itu selalu diselamatkan dari keterpurukan.
a. Tuhan Allah menegakkan keadilan tanpa pandang bulu
Dalam kitab Yesaya yang kita membaca, Allah tetap berlaku adil dan benar kepada siapa saja. Bukan hanya kepada bangsa Israel yang adalah bangsa pilihanNya, tetapi juga kepada bangsa-bangsa. Artinya tidak ada pilih kasih, atau membeda-bedakan.
Itu sebabnya ketika bangsa itu tidak menunjukkan ketidaksetiaan, maka Allah menghukum mereka dengan membiarkan bangsa Babel mengalahkan dan menawan mereka. Pembuangan Babel adalah salah satu cara Allah menunjukkan keadilanNya.
Tetapi meskipun Allah menghukum bangsa itu dengan cara pembuangan ke Babel, Allah tetap menunjukkan kasihNya dengan melindungi mereka dari tindakan yang tidak benar yang dilakukan oleh bangsa Babel.
Allah tidak langsung membawa mereka kembali ke Yudea, tetapi tetap berada di Babel. Sambil tetap melindungi dan memberkati mereka. Inilah cara Allah menyatakan diriNya kepada bangsa itu sampai akhirnya mereka kembali dibawa pulang ke Yerusalem.
b. Keadilan Tuhan didasari oleh Kebaikan dan kemurahan
Dalam hal ini saya mengajak saudara melakukan analisa tekstual ayat. Ayat renungan hari ini menuebut:
- Kalimat ke-3: "Tuhan Allah akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian"
- Kalimat ke-2: "seperti kebun menumbuhkan benih".
- Kalimat pertama: "seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan".
Ketiga kalimat diatas kalau kita sederhanakan menjadi: "Tuhan Allah menumbuhkan kebenaran, dan puji-pujian seperti benih yang tumbuh di kebun, dan tumbuh-tumbuhan yang dipancarkan bumi"
Artinya:
- Agar semua kebenaran dan puji-pujian yang dinaikkan kepada Tuhan Allah melalui proses yang murni/alami. Bukan instan, duplikat atau plagiat, dan bukan pula oleh karena ada maksud tertentu.
- Proses pertumbuhan iman dapat terlaksana dengan baik bukan karena kemampuan manusia mengelola dana dan waktu. Tapi, oleh karena Kebaikan dan kemurahanNYa semata.
Jadi, kalau saat itu bangsa Israel jatuh pada pilihan umat kesayangan Tuhan. Bukan berarti orang Israel bebas melakukan apa saja yang mereka kehendaki.
Dalam hal ini perlu kita ingat makna yang tersembunyi dalam ayat ini. Bahwa sekalipun sebuah biji tanaman dinyatakan unggul/terbaik, jikalau kebun tidak disiapkan untuk pertumbuhannya dengan baik, maka biji tersebut tidak bakal sampai berbuah.
Demikian pula kita yang telah diselamatkan dari belenggu dosa, melalui kematian, kebangkitan dan kenaikan Yesus Kristus ke sorga. Tanpa kebaikan dan kemurahan Tuhan Allah kita tidak berarti apa-apa.
Bahkan tanpa kehadiran Roh Kudus ke dunia ini maka kita tidak disebut sebagai sahabat, atau anak-anak Allah. Dan tidak bakal masuk dalam kerajaan sorga, tempat dimana Tuhan Yesus telah menunggu.
Terakhir, mari tumbuhkan iman percaya kita sebagai bukti bahwa kita telah mendapat kebaikan dan kemurahan Tuhan Allah. Lalu, jadikanlah momen itu sebagai sarana dan wadah puji-pujian kepadaNya. Supaya setiap bangsa semakin mengenal dan percaya kepada Tuhan.
- Lampiran ayat renungan
Yesaya 61 ayat 11: "Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan Allah akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa." Amin.

Posting Komentar untuk " Cara Tuhan Allah Menegakkan Keadilan Dan KebenaranNya Sejak Dahulu [Yesaya 61:11]"