Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pentingnya Mencontoh Jemaat Filadelfia Dalam Hal Keteguhan Iman [Wahyu 3:10]


Pembaca Gembala Umat yang dikasihi Tuhan, Wahyu 3:7-13 pada awal penulisannya ditujukan kepada jemaat di Filadelfia. Pada saat itu, Filadelfia adalah kota termuda di antara tujuh kota yang disebut dalam kitab Wahyu. 

Kota ini dibangun oleh raja Attalus II pada tahun 150 SM. Attalus membangun kota itu untuk menyatakan kasihnya kepada Eumenes, saudara laki-lakinya. Karena itu, kota ini diberi nama Filadelfia, dari kata bahasa Yunani yang artinya, “orang yang mengasihi saudara laki-lakinya.”

a. Janji Tuhan pada jaemaat Filadelfia

Dalam perikop Wahyu 3:7-13 dapat kita baca bagaimana jemaat ini diapresiasi dan dipuji  karena pekerjaan mereka, ketaatan mereka kepada Firman Tuhan. Dan, keteguhan mereka untuk tidak menyangkal nama Kristus dalam penderitaan. 

Dalam perikop tersebut, jemaat Filadelfia didorong agar tetap tekun, dan bertahan di dalam penderitaan. Untuk itu, Tuhan berjanji akan memelihara mereka dari kesukaran lebih besar, jika mereka tetap setia. 

Sesungguhnya, jemaat Filadelfia bukanlah jemaat yang besar dan kuat. Dalam Wahyu 3:8 diungkapkan bahwa, “kekuatanmu tidak seberapa,” yang menunjukkan bahwa jemaat Filadelfia adalah jemaat yang kecil, baik dari segi jumlah anggota maupun sumber daya lainnya. 

Akan tetapi Tuhan menegaskan bahwa Dialah yang memiliki otoritas tertinggi. Jadi, walaupun kekuatan mereka terbatas, Tuhan yang akan menjadi pembela bagi mereka. 

Terkait situasi jemaat Filadelfia waktu itu, sebenarnya tengah mengalami banyak pergolakan. Dalam Wahyu 3:9 disebutkan bahwa ada beberapa warga jemaat yang dicap sebagai Jemaah Iblis. Yaitu mereka yang menyebarkan tipu daya dan dusta. Tetapi ternyata keadaan itu tidak mengganggu iman percaya dan persekutuan mereka. 

b. Cara jitu jaemaat Filadelfia menyelesaikan masalah

Kunci utama bagi jemaat Filadelfia sehingga dapat bertahan dalam situasi tersebut, sesuai dengan ayat harian ini adalah karena mereka tekun menuruti Firman Tuhan, dan menantikan Tuhan. 

Ketekunan yang mereka lakukan adalah dengan memakai dan memanfaatkan setiap kesempatan yang Tuhan sediakan bagi mereka, untuk mengerti dan memberitakan Firman Tuhan. 

Mereka mengambil kesempatan ini karena jika tidak, berarti mereka menyia-nyiakan kesempatan yang Tuhan sudah berikan kepada Gereja-Nya. Maka kesempatan itu mereka pergunakan dengan baik, karena mereka juga meyakini kuasa dan perlindungan dari Tuhan sampai Tuhan menyatakan diriNya kepada mereka. 

Kesempatan yang dalam konteks jemaat Filadelfia adalah kesempatan yang sempit, karena begitu banyak tantangan dan pencobaan. Tetapi kesempatan yang sempit tersebut mereka pergunakan secara maksimal. Sehingga muncullah iman percaya dan ketaatan yang setia kepada Tuhan. 

Selain itu, Tuhan juga telah berjanji akan menyertai mereka, dengan cara menyatakan kuasa-Nya untuk membuat semua telinga yang mendengar, serta semua hati yang percaya.

c. Menjaga keteguhan dan praktik iman yang benar

Praktik iman dengan cara menuruti Firman Tuhan dengan taat, dan dengan tekun menantikan Tuhan, ternyata tidak sia-sia. Itulah janji nyata yang diberikan Tuhan kepada kita melalui ayat bacaan hari ini.

Dalam kalimat sederhana. Tuhan akan memberi perlindungan, dan penjagaan secara penuh kepada semua orang percaya atas segala pencobaan yang bakal datang. 

Sebagaimana kita tahu bahwa pencobaan-pencobaan dalam hidup ini sangat berat. Dan, kita tidak pernah mengetahui kapan datangnya, agar bisa melakukan antisipasi atau menyiapkan solusi.

Sisi lain daripada itu, pasti tidak ada diantara kita yang menginginkan pencobaan itu datang. Dan jikalaupun terjadi, kita tidak bisa menghindar atau menolak.

Oleh sebab itu, melalui ayat renungan ini menyatakan dengan baik bahwa perlindungan dari Tuhan sungguh nyata. Dengan catatan, ketika kita menuruti Firman Tuhan dengan baik, dan menantikan Dia dengan sungguh-sungguh. 

d. Makna menantikan Tuhan dalam konteks kitab Wahyu

Dalam konteks kitab Wahyu, penting kita pahami bahwa pencobaan yang dimaksud adalah ketika Tuhan di dalam Kristus Yesus akan datang untuk kedua kalinya. Maka ketika kedatanganNya itu akan menjadi jelas siapa yang menuruti FirmanNya, dan siapa yang menolak atau melawan. 

Golongan yang dilindungi dan selamat, adalah mereka yang setia menuruti FirmanNya dan menantikan Dia. Sementara golongan yang tidak adalah mereka yang menolak atau melawan Tuhan.  

Maka dari itu, marilah tetap setia dan taat mengikuti Firman Tuhan. Dan, setia menantikan kedatangannya yang kedua kali dengan sukacita. 

- Lampiran nas renungan

Wahyu 3 ayat 10: “Karena engkau menuruti Firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.” Amin.

Posting Komentar untuk "Pentingnya Mencontoh Jemaat Filadelfia Dalam Hal Keteguhan Iman [Wahyu 3:10]"