Cara Tuhan Menentukan Ganjaran Atas Perbuatan Seseorang [Yeremia 17:10]
Parahnya lagi, kita sering memandang semua yang terjadi berdasarkan pikiran sendiri. Sehingga melontarkan pendapat, atau penilaian secara spontan. Tanpa terlebih dahulu memahami mengapa sebuah peristiwa dapat terjadi.
Akibat dari kebiasaan tersebut, kita juga menjadi sering dengan mudah menghakimi perbuatan seseorang. Yang dilakukan kepada kita maupun kepada orang lain disekitar kita. Sehingga menjadi sebuah gosip tanpa memahami latarbelakang kejadian.
a. Sosok paling tahu apa rencana dan motivasi manusia
Memang sangat sulit mengetahui motivasi seseorang ketika melakukan suatu perbuatan tertentu. Terlebih lagi karena kita sudah terpancing emosi, karena yang menjadi korban adalah kita sendiri, atau orang-orang sekitar kita.
Akhirnya kita serampangan membuat penilaian, sehingga tidak menjadi akurat. Akibatnya, respon yang kita ambil pun akhirnya menjadi tidak benar.
Oleh sebab itu, perlu meluangkan waktu untuk memahami, menyelidiki dan menguji motivasi seseorang dalam melakukan suatu tindakan. Guna menghindari penilaian yang salah atau berubah-ubah dari kita.
Satu sisi kita harus akui bahwa semua manusia memiliki keterbatasan. Sehingga tidak mampu menyelami hati, dan pikiran seseorang. Tetapi ada satu yang mampu, yaitu Tuhan Allah.
Tuhan tahu semua yang telah tejadi di dunia ini. Bahkan sebelum hal-hal tersebut terjadi, Ia juga sudah tahu apa yang tengah direncanakan manusia dalam benaknya. Serta bagimana dampak dan apa solusi yang tepat untuk satu kejadian.
b. Cara Tuhan menentukan hukuman kepada manusia
Ganjaran atau hukuman Allah atas suatu perbuatan manusia akan ditentukan oleh apa motivasi yang ditemukan-Nya. Untuk itu Dia menyelidiki dan melihat apa yang ada dalam hati dan pikiran kita.
Penting juga diketahui, bahwa hukuman Allah tidak sekedar berhubungan dengan suatu perbuatan yang menurut pendapat kita benar atau salah. Sebab pada kenyataannya ada orang yang melakukan suatu perbuatan yang benar, tapi motivasinya yang salah.
Mereka sama seperti orang Farisi yang dikecam oleh Tuhan Yesus. Karena dipenuhi oleh kemunafikan dan kepura-puraan, mereka di ibaratkan sama seperti kuburan yang dilabur putih. Yang mana sebelah luarnya memang tampak bersih, tetapi yang sebelah dalam penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran (Mat. 23:27-28).
Maka dari itu, penilaian manusia tidak serta merta jadi acuan bagi Tuhan untuk menjatuhkan sanksi. Misal pada saat kita mendoakan agar seseorang dibalas kejahatannya oleh Tuhan. Dalam hal ini justru motivasi kita yang sudah bertentangan dengan apa yang kita imani. Yaitu Kasih.
Jadi, hanya Tuhan yang mampu menyelidiki hati dan pikiran manusia. Dan, dengan cara itu pula Ia akan menentukan dan memberi ganjaran yang sesuai. Untuk setiap orang yang berbuat salah.
c. Cara mencegah ganjaran dari Tuhan
Melalui nas hari ini kita menemukan bahwa Allah mengetahui dan mengenal semua umat-Nya. Ia melihat ke dalam dan membaca hati seseorang dengan tepat. Bahkan, Dia mengetahui apakah seseorang percaya kepada firman-Nya dan hatinya tertuju pada-Nya, atau tidak.
Allah adalah Tuhan yang adil. Sehingga harus menghukum segala dosa. Namun, Dia juga setia untuk menggenapi janji-Nya kepada semua orang yang mengasihi-Nya. Serta memberkati orang yang beriman, dan percaya kepada-Nya.
Untuk itu, setiap orang harus datang kepada Tuhan. Percaya dan mengimani, bahwa Dia adalah Allah yang Maha Tahu. Dan, akan memberkati semua orang yang datang dan mencari Dia
Dengan demikian kita tidak bakal berbuat yang bertentangan dengan FirmanNya, serta tidak bakal mendapat ganjaran sebagai balasan atas perbuatan yang tidak benar. Tuhan Yesus Memberkati. Amin.
Lampiran nas renungan
Yeremia 17 ayat 10; “Aku, Tuhan, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.”

Posting Komentar untuk "Cara Tuhan Menentukan Ganjaran Atas Perbuatan Seseorang [Yeremia 17:10] "