3 Cara Mendekati Takhta Allah [1 Samuel 2:2]
Tuhan Allah tiada bandingnya dalam segala sesuatu. Bisa saja ada banyak tuhan dan allah yang disembah umat manusia di bumi, sejak dahulu kala hingga kini. Namun Tuhan kita, Tuhan Yesus Kristus adalah Tuhan dari segala tuhan dan Raja dari segala raja.
IA tidak tersandingkan dengan siapapun dan apapun. Kekudusan-Nya tiada bandingannya, demikian juga dengan kuasa-Nya, hikmat dan kebijaksanaan-Nya. Kasih setia-Nya tetap selama-lamanya (Maz. 118:1).
Sungguh, DIA satu-satunya Allah yang hidup. Sehingga IA tidak dapat disamakan dengan yang lain. Jadi, Dia benar-benar istimewa dan berbeda dengan yang lainnya.
1. Pengakuan iman jangan ikut-ikutan
Ungakapan-ungkapan diatas adalah sebagai refleksi dan penjabaran nas renungan yang kita baca hari ini. Pertanyaan, pesan apa yang dapat kita peroleh?.
Sebelum itu mari kita renungakan, apakah ungkapan-ungkapan tersebut kita imani sebuah kebenaran, atau jangan-jangan hanya sebatas ikut-ikutan atas apa yang kita baca atau dengar?.
Sesungguhnya Kebenaran tentang Allah kita yang tidak terbandingi, tidak hanya sekedar realita atau sarat makna. Melainkan ada banyak pelajaran yang berguna yang bisa kita terapkan dalam kehidupan.
Jadi, melalui nas hari ini kita diajak merenungkan implikasinya. Khususnya dalam hal kekudusan dan kuasa-Nya yang diibaratkan seperti gunung batu.
Tuhan tidak dapat dibandingkan dalam hal kekudusan (Kel. 15:11). Berati Kita punya Allah yang kudus secara mutlak. Dengan kata lain Tuhan yang tidak berdosa. Sekalipun dalam pikiranNya tidak ada.
2. Menguduskan diri secara sempurna
Kala itu, ketika orang Yahudi membawa Yesus kepada Pilatus agar diadili untuk disalibkan. Maka Pilatus memeriksa Dia dengan seksama dan mengatakan kepada mereka, “Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya.” (Yoh. 19:4).
Sekarang, jikalau Yesus dapat hidup dalam kekudusan secara sempurna. Maka Allah juga mengharapkan kita untuk hidup dengan jalan yang sama bukan?. Maksudnya kehidupan yang jauh dari kejahatan, kebohongan, sungut-sungut dan jenis-jenis dosa lainnya.
Penting untuk kita ketahui sesuai dengan konteks ini, tanpa kekudusan kita tidak dapat melihat Tuhan (Ibr. 12:14). Kekudusan adalah tiket termurah, dan satu-satunya cara untuk mendekati takhta Allah. Selain itu, sebab kekudusan juga adalah kendaraan tercepat untuk membawa doa kita ke sorga.
Namun demikian perlu kita ingat, iblis dan antek-anteknya memiliki kuasa juga loh!. Mereka selalu bekerja keras mencegah kita agar tidak mendekat kepada Tuhan. Dan berupaya sebaliknya, yaitu supaya kita menjadi pengikut mereka.
3. Tidak meragukan kuasa Tuhan
Iya, Alkitab berkata bahwa si jahat juga memiliki kekuatan (Ayub 21:7). Namun walalu demikian, Alkitab juga menegaskan bahwa Tuhan tidak terbandingkan dalam hal kuasa (Maz. 89:6). Allah kita Maha dalam kuasa (Ayub 37:23).
Oleh sebab itu, kita tidak perlu takut dan gentar. Kkarena kita punya Allah yang berkuasa menaklukkan segala kekuatan dengan kuasa-Nya (Ayub 12:19-21). Termasuk Iblis dan antek-anteknya.
Tuhan Yesus berkata, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” (Mat. 28:18). Korelarasinya dengan kita apa?. Yaitu bahwa Yesus yang sama adalah Tuhan yang hidup (Roh Kudus) dalam diri kita.
Jadi, kita memiliki Allah yang kuat dan perkasa; Allah yang perkasa dalam peperangan. Kita hidup dalam Allah yang Maha dalam kuasa; Allah Pencipta langit dan bumi; yang menaklukkan segala penguasa dan Hakim atas segala makhluk.
Oleh karena itu, tidak ada yang kita takuti kecuali Tuhan Allah kita. Jadi, carilah Tuhan dan kuasa-Nya maka hidupmu tidak akan pernah tetap sama. Yesus adalah Tuhan yang tiada bandingan-Nya.
Tanpa Dia tidak ada jalan bagi kita memperoleh keselamatan (Kis. 4:12). Dia adalah Juruselamat kita, maka serahkanlah hidupmu pada-Nya. Supaya engkau selamat dan beroleh kehidupan kekal.
- Lampiran ayat renungan
1 Samuel 2 ayat 2: “Tidak ada yang kudus seperti Tuhan, sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau dan tidak ada gunung batu seperti Allah kita.” Amin.

Posting Komentar untuk " 3 Cara Mendekati Takhta Allah [1 Samuel 2:2]"