Cara Cerdas Menghadapi Olok-Olok Dan Penghinaan Dari Orang Lain [Mazmur 123:3]
Pernahkah anda dihina oleh orang lain?. Lalu, bagaimana perasaan anda?. Kemudian, bagaimana cara anda menyelesaikannya, apakah melupakan begitu saja, atau mohon bantuan kepada seseorang?.
Jika penghinaan itu hanya sekali, dan bukan berasal dari orang kita kenal, tentu sangat mudah untuk melupakan. Tetapi, bilamana dilakukan orang yang sudah dekat, serta berulang-ulang pasti sangat menyakitkan bukan?.
Saudara pembaca Gembala Umat yang terkasih. Ayat renungan hari ini hadir memberi solusi mengenai penghinaan yang kita terima. Yaitu diambil dari kitab Mazmur 123 ayat 3, “Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami, sebab kami sudah cukup kenyang dengan penghinaan;”
Pemazmur dan Israel menyampaikan permohonan kepada Tuhan yang bertahta di surga, agar Tuhan mengasihi mereka. Mengapa hal itu sampai terjadi?. Karena mereka mendapat penghinaan dan olok-olok dari orang-orang yang sombong, yang merasa telah aman. Yakni orang-orang yang punya banyak harta.
Oleh sebab itu, Pemazmur dan umat Israel memohon kepada Tuhan agar kiranya tangan Tuhan memberi tanda, atau petunjuk. Sehingga hamba-hambaNya boleh bergerak lagi bersama Tuhan. Tanpa perasaan tertekan oleh perilaku yang tidak baik dari orang lain.
a. Dasar pembelaan Tuhan bagi orang lemah
Kita semua tahu bahwa Tuhan yang mengasihi kita, adalah sepenuhnya manusia, dan sepenuhnya Illahi dalam Yesus Kristus. Oleh sebab itu, Tuhan sepenuhnya juga akan memihak mereka yang dihina, dan terancam hidupnya.
Dalam kehidupan orang percaya kepada Yesus Kristus saat ini, juga tidak jarang mendapat penderitaan psikis. Yaitu akibat penghinaan, cemooh dan olok-olok dari orang-orang yang sombong.
Atas dasar itu, Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita agar tidak melihat pada diri sebagai korban. Dengan memperhitungkan betapa terbatasnya kekuatan kita, sehingga takut untuk bertindak membela diri.
Tetapi biarlah kita memandang Tuhan. Sembari minta pertolongan “tangan Tuhan” memberikan tanda untuk mulai bekerja. Dengan demikian Roh Kudus akan memberikan kuasa kepada kita, untuk menjalankan tugas yang diberikan-Nya dengan benar.
b. Jangan malu minta belas kasih Tuhan
Kasih Tuhan bagi kita umat-Nya adalah penghiburan yang tiada rata. Oleh sebab itu, sesungguhnya Kita tidak perlu mengharapkan apa pun lagi, untuk melegakan hati serta menenangkan diri kita. Jadi, cukup belas kasihan Allah.
Olok-olok serta penghinaan mungkin selalu ada, dan terus menjadi bagian dari kehidupan umat Kristen di dunia ini. Namun sebagai umat yang setia, kita seharunsya meneladani Pemazmur dan bangsa Israel. Supaya kita tidak dikendalikan oleh situasi atau perlakuan orang yang tidak menyukai kita.
Maka dari itu, marilah tetap memiliki keyakinan bahwa dimana ada pengharapan, maka Tuhan pasti hadir meneguhkan hati kita, untuk mempertahankan iman dan kepercayaan kita kepada Kristus Yesus. Amin.

Posting Komentar untuk "Cara Cerdas Menghadapi Olok-Olok Dan Penghinaan Dari Orang Lain [Mazmur 123:3]"