Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bukti Keteguhan Iman Dari Seorang Yang Taat dan Setia Pada Tuhan [Ayub 42:2]

Ada banyak hal dalam kehidupan kita yang terkadang membuat kita bingung, atau bahkan sampai frustrasi. Karena kita merasa bahwa apa yang terjadi dalam hidup kita sungguh tidak masuk akal. Maka timbul reaksi marah atau sedih, bahkan tidak jarang menyalahkan orang lain. 

Sepintas hal demikian sangat mungkin terjadi, karena kita menggunakan pikiran dan perasaan dalam melakukan respons. Dan tentu sekali lagi, hal demikian sangat manusiawi.

a. Bukti keteguhan iman Ayub

Apa yang dialami oleh Ayub seperti yang diuraikan dalam Alkitab, sungguh sesuatu yang sangat berat. Apa yang ia miliki akhirnya hilang semua. Mulai dari harta benda, ternak hingga anak-anak. Selain itu, Ia sendiri pun tengah mendapat satu cobaan yang luar biasa, yaitu mengalami sakit kulit akut.

Parahnya, orang dekat yang diharapkan seharusnya dapat menopang dia dalam situasi sulit, justru menggiring pemahaman Ayub ke arah yang keliru tentang hubungannya dengan Tuhan. 

Menghadapi fakta seperti itu, sebenarnya sangat memungkinkan bagi Ayub untuk frustrasi. Dan menyalahkan Tuhan atas semua yang ia alami. Namun pada kenyataannya tidak.

Ayub tetap menyatakan bahwa tidak ada alasan baginya untuk menyalahkan Tuhan. Walau perkataan istri, dan juga sahabatnya menganjurkan demikian. 

b. Pernyataan iman Ayub tentang rencana Tuhan

Atas kesetiaan Ayub kepada Tuhan akhirnya ia mampu menyatakan siapa Tuhan. Hal itu dibuktikan melalui firman Tuhan hari ini, dimana Ayub mampu mengatakan bahwa apapun dapat dilakukan oleh Tuhan, dan apapun yang direncanakan oleh Tuhan pasti akan terjadi. 

Pernyataan iman ini tentu lahir dari pengenalannya yang benar tentang Tuhan. Sehingga ia tidak tergoyahkan oleh pernyataan dunia ini. Atau bujuk rayu, dan pendapat-pendapat personal dari orang-orang sekitanya.

Pengenalan Ayub tentang Tuhan tercermin dari ayat renungan hari ini. Yang dimulai dengan kata, "Aku tahu". Dilanjut dengan perkataan, "Engkau sanggup melakukan sesuatu".  Dan diakhiri dengan statemen, "tidak ada yang gagal". 

Arti sederhana dari 3 pernyataan Ayub, hampir sama dengan pernyataan Yesus ketika berada di kayu salib. Yaitu, "jadilah seturut dengan kehendakMu". Luar biasa bukan?.

c. Pentingnya meneladani keteguhan iman Ayub

Cepat atau lambat kita pasti menghadapi satu pergumulan dalam hidup. Mungkin hanya porsi dan durasinya nya yang berbeda. Tidak persis sama dengan apa yang dialami oleh Ayub, tetapi bisa saja setengah atau seperempatnya.

Pula, mengenai kehadiran orang-orang sekitar kita, mungkin tidak separah yang dialami oleh Ayub. Untuk mempengaruhi agar meninggalkan Tuhan. Akan tetapi tidak kita pungkiri pasti ada. 

Pesan ayat renungan hari ini, seberat apapun pergumulan yang kita hadapi, diminta untuk tetap setia pada Tuhan. Karena kita tahu Tuhan pasti akan menolong kita keluar dari pergumulan tersebut. Dan, kita juga akan melihat kuasa Tuhan yang akan memulihkan kita. 

- Lampiran ayat renungan

Ayub 42 ayat 2: "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal." Amin. 

Posting Komentar untuk "Bukti Keteguhan Iman Dari Seorang Yang Taat dan Setia Pada Tuhan [Ayub 42:2]"