Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tolak Ukur Dan Cara Pertumbuhan Iman Orang Percaya Begini [Ibrani 11:6]

Ibrani pasal 11 ini berbicara tentang iman. Di dalamnya dituliskan secara jelas arti iman, serta siapa saja orang-orang di dalam Alkitab yang hidup benar-benar dengan iman. Untuk kita jadikan teladan pada hidup masa kini. 

Ayat 1 mengatakan bahwa, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” 

Di ayat-ayat selanjutnya, pasal 11 ini menuliskan sosok-sosok yang telah hidup dengan menunjukkan imannya kepada Tuhan. Ia memulainya dengan Habel (ayat 4). 

Lalu, ia melanjutkannya dengan Henokh (ayat 5). Penulis kitab Ibrani ini mengatakan bahwa Henokh adalah orang yang diperkenankan Allah. Diperkenankan Allah artinya disenangi, diterima, dan disukai Allah.

Oh iya, perlu diketahui dalam kitab Kejadian yang bernama Henokh ada 2. Yakni yang berasal dari keturunan Kain (Kejadian 4), yakni cicit Adam. Dan, yang berasal dari keturunan Yared (Kejadian 5). Nah, yang dimaksud nas renungan hari ini adalah Henokh keturunan Yared. 

a.  Tolak ukur iman orang percaya

Apa yang membuat Allah menyenangi, menerima, dan menyukai Henokh?. Penulis kitab Ibrani mengatakan bahwa Henokh memiliki iman. Iman inilah yang diperhitungkan oleh Allah darinya. Sehingga Allah mengangkat dia ke sorga.

Iman itu adalah anugerah yang diberikan oleh Allah melalui RohNya kepada manusia. Dalam 1 Korintus 12:9, rasul Paulus mengatakan, “Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman”. Lalu, jika iman itu diberikan kepada kita, apa yang bisa kita buat olehnya?. 

Tuhan Yesus mengatakan, “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.” (Lukas 17:6). 

Artinya, dengan iman kita menerima mukjizat dari Allah. Iman sebesar apa?. Cukup sebesar biji sesawi. Sekarang, mari kita bayangkan betapa besar iman Habel dan Henokh. 

b. Iman tumbuh dari kebiasaan mendengar

Ayat harian hari ini mengatakan, “… dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” Benar ada upah yang bakal kita terima. Tetapi dibalik itu?.

Harus ada usaha atau upaya yang lebih dulu kita tunjukkan kepada Allah, sebelum kita menerima upah yang Tuhan janjikan. Usaha tersebut makudnya adalah iman. 

Maka melalui ayat harian hari ini, kita diajak dan diingatkan kembali untuk tidak melupakan salah satu bagian terpenting dalam hidup kekristenan kita, yaitu iman. 

Iman itu bisa saja tidak sama dalam diri orang beriman. Tetapi ia harus mendapat pembaruan, pemeliharaan, dan peningkatan. Agar ia semakin bertumbuh, berkembang dan menghasilkan buah. Bagaimana caranya?. 

Roma 10:17 mengatakan, “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” Mulailah dari mendengar. Setelah terbiasa, otomatis Roh Kudus akan menggerakkan kita untuk melakukan sesuatu yang dikehendaki Tuhan. Amin.

- Lampiran nas renungan

Ibrani 11 ayat 6: “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.”

Posting Komentar untuk "Tolak Ukur Dan Cara Pertumbuhan Iman Orang Percaya Begini [Ibrani 11:6]"