Alasan Dan Manfaat Mengistirahatkan Jiwa Sejenak [Mazmur 116:7]
RIP atau “Rest in peace” adalah ungkapan yang hanya kita gunakan atas meninggalnya seseorang. Sementara kepada orang yang masih hidup tidak pernah.
Padahal kalau mau jujur, dalam hidup ini jiwa kita pun tidak pernah beristirahat. Diantaranya karena banyaknya kekuatiran dan ketakutan, serta beban-beban pikiran, perjuangan dan keinginan-keinginan lainnya.
Akhirnya kita jarang beristirahat, jarang mengalami rasa tenang, dan jarang menikmati damai dalam hidup. Bahkan ketika tubuh kita sedang tidur, jiwa dan hati kita seringkali tidak.
Jadi ironisnya, satu-satunya keadaan dimana jiwa kita benar-benar istirahat adalah saat kematian kita sendiri. Oleh sebab itu ucapan RIP (rest in peace) dengan mudahnya keluar dari bibir kita. Khusus bagi yang telah meninggal.
Sisi lain, kita sangat sulit atau tidak pernah mengatakan “beristirahatlah dalam damai” kepada jiwa kita sendiri. Karena ada anggapan ucapan itu untuk diri sendiri adalah tabu.
a. Dasar untuk mengistirahatkan jiwa
Akhirnya, dalam nas hari ini kita menemukan seseorang yang mengatakan : “kembalilah tenang” (RIP) kepada jiwanya sendiri. Siapa dia?. Ia adalah Raja Daud. Ketika itu ia memasuki masa usia senja.
Diakui atau tidak, ketika kita selesai bekerja keras secara fisik. Misalnya setelah melaksanakan kegiatan yang sangat memeras keringat, maka disanalah kita mengerti betapa nikmatnya mengistirahatkan tubuh kita sejenak.
Tubuh kita tidak hanya dapat menikmati istirahat, namun memang sangat membutuhkan momen indah tersebut. Sebab di saat hati dan jiwa terluka, sama seperti tubuh kita setelah bekerja keras, juga membutuhkan istirahat dan ketenangan.
Oleh sebab itu kita pantas bersyukur, karena Allah menjanjikan ketenangan dan ketenteraman jiwa di dalam Dia melalui firman-Nya yang mengatakan, “Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu.” (Kel. 33:14).
“Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku” (Mzm 62:6). Dan, dilajutkan dalam nas hari ini mengatakan, ”Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu”.
b. Manfaat mengistirahatkan jiwa sejenak
Ketika jiwa kita mendapatkan kesempatan untuk beristirahat, maka jiwa kita semakin dikuatkan dan diperbaharui. Sebab tidak ada tempat lain yang dapat membuat jiwa kita tenang selain di dalam Tuhan.
Itu sebabnya Yesus berkata dalam Injil Matius 11:28, ”Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
Hati yang terluka adalah beban hidup yang paling berat. Maka Yesus mengundang kita untuk datang kepada-Nya, karena Dialah satu-satunya sumber ketenangan dan peristirahatan yang sangat tepat untuk hati dan jiwa yang terluka.
C. Letak peristirahatan jiwa yang tepat
Sebenarnya banyak orang yang mengalami luka hati dan batin saat ini. Pada umumnya mereka belum menemukan tempat yang pas, agar bisa tenang dan damai. Akhirnya terus dalam pencarian.
Dalam situasi tetap mencari, lambat laun pasti akan menimbulkan frustrasi dan kelelahan. Bahkan tidak jarang membuat semakin jauh, dari titik lokasi dimana sebenarnya ketenangan dan kedamaian berada.
Pesan nas hari ini, seseorang yang jauh dari Tuhan tidak akan pernah menemukan ketenangan dan kedamaian sejati. Oleh sebab itu, percaya dan beriman kepada Tuhan adalah satu-satunya jalan, dan tempat yang tepat melakukan peristirahatan jiwa sejenak.
Untuk mencapai hal itu, kita diharapkan semakin percaya kepada Tuhan. Dengan demikian hidup yang kita jalani akan semakin mudah, karena segala sesuatu yang kita percayakan kepada Tuhan.
Mungkin tidak seperti apa yang ada dalam pikiran kita cara Allah mengerjakannya, namun yang pasti Allah selalu memberikan yang terbaik bagi kita. Dan selalu memelihara, serta memperhatikan kita dengan kasih-Nya yang besar.
- Lampiran ayat renungan
Mazmur 116 ayat 7: "Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab Tuhan telah berbuat baik padamu" Amin.

Posting Komentar untuk "Alasan Dan Manfaat Mengistirahatkan Jiwa Sejenak [Mazmur 116:7]"