Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Terbaik Memberi Sedekah Begini [Matius 6:3]


Pemberian sedekah merupakan salah satu kewajiban agama Yahudi yang sudah mengakar dalam masyarakat pada saat itu. Semua orang yang tidak tergolong “miskin” wajib memberikan sedekah kepada orang miskin. 

Oleh karena itu, kalau kita membaca Matius 6:1-4, tidak membahas tentang “Apakah sedekah perlu diberikan?”, melainkan, “Bagaimana cara memberi sedekah yang baik?”. 

Ketaatan terhadap hal ini bukan hanya bersentuhan dengan aspek rohani, melainkan juga aspek moral dan sosial. Pemberi sedekah tergolong orang yang taat dalam beribadah (rohani), dan baik hati (moral). Dan, apa yang dilakukan oleh mereka sangat bermanfaat bagi orang-orang miskin (sosial).

a. Latar belakang aksi sedekah dan konsekuensi

Dalam konteks masyarakat Yahudi sudah tidak asing lagi dengan kemiskinan, sebagaimana ditulis dalam Injil Yohannes 12:8a, “karena orang-orang miskin selalu ada padamu”. Maka kegiatan sedekah tidak dapat diremehkan. Sebab memberi sedekah ibarat penyambung kehidupan bagi orang-orang miskin. 

Di tengah situasi demikian, ada 2 macam bahaya bisa muncul. Dari pihak penerima sedekah, mereka bisa saja tergoda untuk menggantungkan hidup pada pemberi sedekah. Kemudian menghargai mereka dengan cara berlebihan. 

Sementara dari pihak pemberi, mereka sangat mudah tergoda pada kesombongan. Yaitu menunjukkan diri sebagai orang yang baik hati, sehingga merasa selalu dibutuhkan. 

b. Motivasi sedekah yang salah

Melalui ayat harian hari ini, Tuhan Yesus mengajarkan 2 hal penting terkait dengan motivasi sedekah, yaitu:

  1. Sedekah bukan untuk mencari pujian. Artinya sedekah harus dilakukan secara tersembunyi. Sehingga tidak usah memperlihatkan kepada orang lain. 
  2. Sedekah bukan untuk mencari kepuasan diri. Melainkan sebagai bentuk pertanggungjawaban iman percaya kepada Tuhan Allah.

Tuhan Yesus tidak hanya memperingatkan agar jangan ada orang lain yang tahu, melainkan juga agar jangan tangan kiri kita mengetahui apa yang diperbuat oleh tangan kanan kita. 

Yesus juga mengingatkan bahwa bukan respons orang lain yang kita harapkan, melainkan respons dari diri kita sendiri. Mengapa sampai bersedia memberi sedekah?.

Ingat, seorang yang memuji diri sendiri, sama bersalahnya dengan orang yang menginginkan pujian dari orang lain. Kita mungkin tidak mau orang lain melihat perbuatan baik kita, tetapi jika kita merasa diri benar dan saleh dalam melakukan hal itu, kita tetap dianggap bersalah. 

Dan, apabila kita merasa senang pada saat kebaikan kita yang tersembunyi diketahui oleh orang lain, kita pada dasarnya juga sudah melakukan kesalahan yang sama.

c. Cara terbaik memberi sedekah

Jika kita melakukan semua kebaikan secara tulus, yaitu hanya untuk kepentingan orang lain, dan kemuliaan Allah. Maka kita akan mendapat upah yang sangat besar. Sebab Bapa di sorga mengawasi setiap tindakan kita, bahkan yang dilakukan di tempat tersembunyi sekalipun. 

Dalam kedaulatan-Nya, Ia selalu memberikan respons setimpal dengan tindakan kita. Sebaliknya jika ada yang menginginkan sesuatu dari perbuatan baiknya, justru ia tidak akan mendapat apa-apa. Jadi, orang yang tidak mengharapkan apa-apa dari kebaikannya justru akan mendapat pahala. 

Kita tidak boleh melakukan kebaikan kepada orang lain dengan harapan akan mendapat kebaikan dari Allah. Itu bukan perbuatan yang sungguh-sungguh baik, melainkan egoisme yang terselubung. Itu adalah keagamaan yang manipulatif. Kita memperalat orang lain dan Allah demi kepentingan diri sendiri. 

Di pihak lain, kita juga tidak boleh anti terhadap berkat. Allah memang seringkali memberikan berkat atas perbuatan baik kita, tanpa bermaksud menjadikan berkat itu sebagai motivasi atau tujuan. 

Yang perlu kita lakukan adalah menjaga hati kita dengan baik. Sebisa mungkin, setiap pemberian tidak usah diketahui oleh orang lain. 

Dalam praktik memberi, misalnya kita menggunakan inisial tertentu, agar tidak terlalu mudah ditebak dan juga tidak terlalu umum. Namun, jika identitas kita terpaksa diketahui oleh orang lain, berdoalah agar hati kita tetap terjaga dari kesombongan. 

Bagi yang masih jarang berkorban secara materi, atau memberi masih terlalu sedikit. Marilah kita tingkatkan pemberian kita, baik secara kualitas maupun kuantitas. Soli Deo Gloria. 

- Lampiran nas renungan

Matius 6 ayat 3: “Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.” Amin.

Posting Komentar untuk "Cara Terbaik Memberi Sedekah Begini [Matius 6:3]"