Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Belajar Dari Kesalahan Masa Lalu Untuk Membuka Ruang Tuntunan Tuhan Masa Kini [Yeremia 31:7-9]

Bagian 1; Latar belakang konteks

Yeremia adalah nabi yang sangat tidak disukai oleh bangsa Yehuda, oleh karena keberanian. Dan, gaya bicaranya yang sangat tegas menentang seluruh kelakuan bangsa Israel, yang tidak berkenan di hadapan Allah. 

Dia tidak memperdulikan apa-apa bahkan nyawanya sendiri. Demi menyampaikan apa yang ingin Tuhan sampaikan kepada mereka. 

Salah satu berita yang sangat tidak disukai bangsa Israel adalah berita tentang pembuangan bangsa Yehuda ke Babel. Padahal hal itu terjadi oleh karena kejahatan mereka. Bangsa itu akan menjadi bangsa buangan oleh karena kejahatan mereka sendiri di hadapan Allah.

Namun di balik berita yang sangat mengerikan itu. Tetap juga ada pemulihan yang dijanjikan Tuhan kepada bangsa itu. Ini menunjukkan dengan jelas bahwa apapun yang terjadi adalah bentuk kasih Allah kepada mereka (Bnd. Ay 3). 

Hukuman bagi mereka (Israel) yang berbuat salah, juga tergolong bentuk kasih Allah. Allah menghukum bangsa itu bukanlah semata-mata hanya kemarahan-Nya saja, namun bagian dari didikan. Agar mereka menyadari diri mereka yang salah itu.

Bagian 3; Penjelasan

Inti berita yang disampaikan oleh Yeremia pada nas renungan hari ini adalah manakala mereka akan menghadapi hukuman sebagai bangsa buangan, dan menjadi budak di negeri orang. Maka satu-satunya yang berkuasa membebaskan mereka hanyalah Tuhan. 

Tidak ada yang lain yang dapat membebaskan mereka. Terlebih lagi jiakalau mereka mengandalkan diri sendiri. Bayangkan saja, Tuhan akan membebaskan mereka yang buta, lumpuh, perempuan yang mengandung dan yang baru melahirkan. 

Jadi, bila mereka mengandalkan diri mereka untuk bebas dari pembuangan tentulah itu sebuah kemustahilan. Sedangkan yang sehat saja belum tentu mampu, apalagi mereka yang lemah secara fisik. 

Namun, walaupun demikian bila Tuhan telah bertindak tidak ada yang tidak akan mendapat pertolongan. Artinya semua dapat bagian secara adil, dan merata.

Puncaknya adalah bahwa bangsa itu akan menangisi diri mereka sendiri. Menyesali akan kesalahan da dosa mereka. Pada saat itu juga nyatalah kehadiran Allah. Membawa penghiburan dan memimpin mereka berjalan di jalan yang rata.

Bagian 2; Refleksi

Saudara yang terkasih, hari-hari yang kita jalani akhir-akhir ini pasti berat. Bila kita menoleh kembali kebelakang, sembari merenungkan setiap perjalanan hidup ini, kita akan merasa kagum. 

Banyak dari antara kita yang dulu bersama-sama memasuki awal tahun ini, namun tidak lagi bersama-sama dengan kita mengakhiri tahun ini. Banyak hal yang telah kita lewati, kita hadapi dan kita nikmati sepanjang tahun ini. 

Bila kita melihat diri kita sendiri dan apa yang ada pada kita. Sangatlah sombong bila kita berkata aku ada hingga pada hari ini adalah oleh karena kekuatanku. Tentu harus kita akui itu semua oleh karena kasih Allah saja. Yang menyertai kita sehingga kita tiba pada hari ini.

Tuhan lah yang memberi kekuatan kepada kita sehingga kita bisa tetap berjalan menjalai hidup ini. Tuhan yang menghibur kita saat kita merasa sendiri, sepi, sedih dan bahkan berduka sehingga kita bisa tersenyum pada hari ini. 

Tuhan yang menuntun kita berjalan sehingga sampai saat ini kita tidak salah arah perjalanan. Tuhan yang menerangi hati dan pikiran kita sehingga kita tidak berputus asa pada saat masalah menerpa hidup kita pada masa lalu. Demikian pula Tuhanlah yang memimpin kita esok, lusa, bahkan sampai selama-lamanya. Amin


Posting Komentar untuk "Belajar Dari Kesalahan Masa Lalu Untuk Membuka Ruang Tuntunan Tuhan Masa Kini [Yeremia 31:7-9]"