Cara Menciptakan Pola Pikir Yang Benar Sesuai Kehendak Allah [Mazmur 94:14]
Pertanyaan yang sering muncul dalam benak kita tentang keberadaan Allah adalah, dimanakah Allah ketika kita sangat membutuhkan?. Kemudian, mengapa kita kadang merasakan di saat tertentu bahwa Dia sepertinya tidak memperhatikan masalah yang kita hadapi?., atau bila Dia memperhatikan, tetapi sepertinya tidak ada respons dan pertolongan-Nya?.
a. Pola pikir yang salah tentang Allah
Sesungguhnya Allah kita tidak pernah berubah, dan Dia tetap berkuasa melihat dan mengetahui segala sesuatu (Omniscience). Karena Allah adalah kasih yang senantiasa memperhatikan. Dan, Yesus adalah sahabat sejati yang hanya menginginkan hal terbaik bagi kita.
Tuhan kita mengetahui apa yang terbaik bagi kita, dalam segala situasi. Dan tetap menyediakan keperluan agar bisa menolong kita dalam segala kelemahan.
Masalahnya, kebanyakan diantara kita telah diracuni dan dipengaruhi oleh tren, dan gaya hidup modern yang serba instan dan praktis. Khususnya era digital saat ini, telah memberikan terlalu banyak kebebasan bagi kita. Yakitu untuk melakukan apapun yang kita inginkan, tanpa memerlukan kesabaran untuk menunggu.
Akhirnya pikiran kita tentang Allah juga tanpa disadari telah dibentuk berdasarkan pola instan dan praktis. Dengan menganggap bahwa Allah tidak memperdulikan kita, karena Dia tidak bertindak seperti apa yang kita harapkan.
Ketahuilah, Allah bukan seperti apa yang kita pikirkan dan inginkan. Sebab waktu Allah bukanlah waktu kita, maka Dia pun tidak dapat dipengaruhi apapun. Termasuk kebutuhan yang kita inginkan dan teknologi.
b. Akibat salah pakai hikmat dan pengetahuan
Seperti yang dikatakan nas hari ini, bahwa Tuhan tidak pernah membuang dan meninggalkan umat kepunyaan-Nya. Berarti, Dia selalu hadir di segala tempat, serta mengetahui segala sesuatu, dan dapat mengendalikan segala sesuatu.
Sekalipun manusia memiliki hikmat dan pengetahuan, sama seperti raja Salomo adalah hanya seizin Allah saja. Yang mengizinkannya belajar dan memiliki kemerdekaan berpikir oleh rohNya.
Jadi, Allah lah yang merancang dan menciptakan, serta membentuk segala sesuatu yang ada dalam diri kita. Termasuk hikmat dan pengetahuan yang kita miliki. Bukan atas kemampuan atau keterampilan kita pribadi.
Oleh sebab itu, jikalau ada yang berpikir bahwa Allah "membuang" seseorang. Maka ia perlu koreksi diri. Jangan-jangan selama ini ia sendiri yang meninggalkan Allah, karena merasa mampu mengatasi masalah atau persoalan hidupnya dengan hikmat dan pengetahuan yang dia miliki.
c. Jauhkan pola pikir baper (bawa perasaan)
Nas hari ini juga memberi jaminan bagi kita selaku umat dan milik Allah, bahwa mungkin kita bisa terbuang dan merasa ditinggalkan oleh situasi dan keadaan. Namun sesungguhnya Allah tidak pernah membuang dan meninggalkan kita.
Dia tidak pernah membuang kita dari perjanjian dan pemeliharaan-Nya. Karena Dia sangat mengasihi kita, hingga rela mengurbankan Anak-Nya untuk menebus dan menyelamatkan kita.
Janji dan jaminan ini tetap benar dan berlaku hingga saat ini. Sebab tidak ada satupun yang kita hadapi dalam kehidupan ini, yang dapat membuat Allah membuang dan meninggalkan kita.
Kita adalah milik-Nya dan ditebus dengan harga yang mahal. Maka jangan pernah putus harapan dalam menghadapi segala pergumulan, dan berbagai krisis kehidupan.
Oleh sebab itu, jangan baper terhadap situasi yang sedang terjadi. Tapi, ingatlah bahwa Tuhan Allah kita tidak pernah meninggalkan dan melupakan kita. Kita adalah milik-Nya.
Bila kita tetap bersandar pada-Nya, maka kita akan selalu dicukupkan dan memberi kekuatan menghadapi berbagai kesulitan, serta membuka jalan keluar bagi setiap persoalan.
Jadi, jangan pernah lupa bahwa hidup hanya dikendalikan oleh Allah. Bersandarlah pada Yesus, Tuhan kita. Percayai dan layanilah Dia sepanjang hidupmu. Amin.
- Lampiran nas renungan
Mazmur 94 ayat 14: “Sebab Tuhan tidak akan membuang umat-Nya, dan milik-Nya sendiri tidak akan ditinggalkan-Nya;”

Posting Komentar untuk "Cara Menciptakan Pola Pikir Yang Benar Sesuai Kehendak Allah [Mazmur 94:14] "