Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kesaksian Tentang Kawanan Domba Dan Gembala Sebelum Kristus [Mazmur 95:7]

Saat membaca nas kita hari ini, tentu kita tidak boleh terlepas dari  konteks ayat-ayat sebelumnya. Seperti yang tertulis pada ayat 6, yang menekankan tentang sikap hormat dan taat kepada Tuhan. Dengan cara sujud menyembah, dan berlutut di hadapan Tuhan. 

Sikap seperti ini adalah bahasa tubuh yang menunjukkan sikap merendahkan diri, dan hormat di hadapan Allah. Sekaligus sikap yang dilandasi pada satu kesadaran, bahwa Tuhan adalah Allah yang senantiasa menuntun umat-Nya ke jalan yang benar. 

a. Latarbelakang kesaksian pemazmur

Agaknya kesaksian pemazmur dalam nas ini juga beranjak dari pengalaman bangsa Israel, ketika dalam perjalanan dari Mesir menuju Kanaan. 

Kala itu penyertaan dan tuntunan Tuhan sangat terasa dialami oleh bangsa itu. Sehingga peran Allah sebagai sosok yang menuntun mendorong pemazmur secara tegas memproklamirkan bahwa, “Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya.” 

Kesaksian ini, pula menegaskan ada dua pihak yang dipandang dan dipahami oleh pemazmur. Yaitu: 1]. Allah, yang diimani sebagai gembala yang menuntun domba-Nya. Dan pihak yang lain, yaitu: 2]. Umat Israel yang digambarkan sebagai domba tuntunan tangan-Nya. 

Hal ini mengingatkan kita akan eksistensi domba sebagai makhluk yang sangat tergantung dengan gembalanya. Sebab kawanan domba yang selalu bergerak dari satu tempat ke tempat lain, rentan dengan ancaman dari makhluk yang lain. Misalnya serigala, harimau dan singa.

Hal lain yang perlu diwapadai, domba bisa tersesat dalam perjalanan kawanannya. Oleh sebab situasi seperti itu, maka domba sangat membutuhkan keberadaan gembalanya. 

b. Sosok Gembala sebelum Kristus Yesus dan ketetapanNya

Pada kasus yang sama, ketika umat Tuhan selalu berproses dalam hidup. Bergerak dari masa ke masa, mengakibatkan rentan terhadap berbagai ancaman dosa.  Hal itu diperkuat lagi karena umat Allah memiliki banyak kelemahan, maka mau tidak mau harus ada yang menuntun. 

Pertanyaan, siapakah sosok Gembala yang dibutuhkan tersebut?. Jawabnya sesuai dengan nas renungan ini adalah Allah. 

Karena nas ini ditulis dalam kitab Perjanjian Lama, jadi gembala yang dimaksud bukan Yesus Kristus. Melainkan adalah Tuhan Allah. Sementara Yesus Kristus Anak Allah dinyatakan sebagai gembala dalam kitab Perjanjian Baru.

Tuhan Allah adalah Gembala yang sangat dibutuhkan oleh kawanan domba-Nya untuk menuntun domba-domba-Nya ke jalan yang benar. Untuk itu sangat dibutuhkan sikap yang benar dari domba-Nya, agar dapat menerima tuntunan tangan-Nya dengan baik. 

c. Menjadi kawanan domba yang patuh

Ayat hari ini ditutup dengan kalimat, “Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya.” Kata “Pada hari ini” (Ibr. Yowm) mengandung arti saat ini juga. Selama ada waktu, atau selama Tuhan masih memberi kesempatan kepada kita. Untuk mendengar dan melihat jalan yang Tuhan arahkan. 

Oleh sebab itu, jangan mengeraskan hati. Melainkan harus patuh dan taat pada tuntunan-Nya. Selain itu, lakukanlah pada hari ini juga. Tidak menunda besok atau lusa.

Melalui renungan dari nas hari ini, Tuhan menginginkan kita untuk mempercayai kepemimpinan-Nya. Artinya dalam keadaan yang bagaimanapun, hendaknya kita memperlihatkan ketaatan dan kepatuhan kepada-Nya. Yaitu dengan cara tidak melepaskan hidup kita dari tuntunan-Nya, dan tetap bersandar serta percaya kepada-Nya.

Harus pula kita sadari betapa banyaknya kelemahan kita. Membuat kita umat gembalaan-Nya dan kawanan domba yang membutuhkan tuntunan tangan-Nya. Selamat berjalan bersama dalam tuntunan Sang Gembala. 

- Lampiran nas renungan

Mazmur 95 ayat 7: “Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!”. Amin. 

Posting Komentar untuk "Kesaksian Tentang Kawanan Domba Dan Gembala Sebelum Kristus [Mazmur 95:7]"